TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Terminal Giwangan Disulap Jadi Transit Bus Wisata, Pemkot Yogya Janjikan Ekonomi Warga Terangkat

 

Terminal Giwangan Disulap Jadi Transit Bus Wisata, Pemkot Yogya Janjikan Ekonomi Warga Terangkat

Jogjaterkini.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas di pusat kota sekaligus menghidupkan perekonomian kawasan selatan. Terminal Giwangan diproyeksikan menjadi pusat transit bus pariwisata dengan fasilitas yang lebih representatif.

Melalui proyek revitalisasi senilai Rp 2,8 miliar, terminal terbesar di Yogyakarta ini akan difungsikan sebagai tempat parkir bus wisata berukuran besar. Wisatawan nantinya tidak lagi langsung menuju Malioboro atau Titik Nol menggunakan bus, melainkan dialihkan ke layanan bus shuttle yang disiapkan Pemkot.

Strategi Kurangi Padatnya Malioboro

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa kebijakan ini ditempuh untuk menjaga kenyamanan kawasan wisata utama, khususnya Malioboro, dari potensi kemacetan.
“Sebagian besar bus wisata besar akan transit di Giwangan. Selanjutnya penumpang menuju Malioboro atau Titik Nol menggunakan shuttle,” ujar Hasto, Rabu (10/9/2025).

Ia menambahkan, pembersihan area terminal akan dilakukan pada Oktober hingga Desember 2025. Upaya ini sekaligus menandai dimulainya proses penataan Terminal Giwangan sebagai simpul penting transportasi wisata.

Sentuhan Ekonomi Lokal Melalui Revitalisasi Kios

Tidak hanya fokus pada penataan parkir, proyek ini juga menyasar aspek ekonomi masyarakat sekitar. Setidaknya 68 kios di lingkungan terminal akan direnovasi agar kembali produktif.
“Kalau kios kita hidupkan lagi, insyaallah bisa memberi rezeki untuk masyarakat. Ini bagian dari niat kami menggerakkan Yogyakarta sisi selatan,” lanjut Hasto.

Dengan adanya kios yang kembali aktif, Pemkot berharap kawasan Giwangan dapat menjadi destinasi baru yang melengkapi daya tarik wisata selatan, seperti Kotagede dan Taman Budaya Embung Giwangan.

Detail Teknis Proyek

Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Fakhrul Nur Cahyanto, menjelaskan pengerjaan dilakukan di atas lahan 3.500 meter persegi milik Pemkot.

Pekerjaan yang akan dilakukan meliputi:

  • Perbaikan drainase

  • Perataan dan pengecoran area parkir agar kuat menahan beban bus

  • Perbaikan jalan lingkungan dengan paving

  • Renovasi kios

  • Penambahan penerangan jalan umum

“Kontrak dengan pemenang lelang ditargetkan ditandatangani minggu depan, sehingga pekerjaan bisa dimulai pertengahan September dan selesai pertengahan Desember 2025,” terang Fakhrul.

Harapan Jangka Panjang

Dengan konsep ini, Terminal Giwangan tidak hanya berfungsi sebagai titik transit wisatawan, tetapi juga menjadi pusat ekonomi baru di Yogyakarta bagian selatan. Pemerintah optimistis kehadiran fasilitas tersebut akan membantu pemerataan pembangunan dan mengurangi ketergantungan wisata hanya di kawasan Malioboro.

Sumber : Kompas 

Ketik kata kunci lalu Enter

close