TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

24 Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Destinasi Wisata Alam dan Budaya yang Wajib Dikunjungi

 

24 Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Destinasi Wisata Alam dan Budaya yang Wajib Dikunjungi
Gambar : Harian Jogja


Jogjaterkini.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI belum lama ini meresmikan Geopark Nasional Jogja sebagai bagian dari kawasan lindung berskala nasional. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 171.K/GL.01/MEM.G/2025. Keberadaan geopark tersebut diharapkan mampu melestarikan warisan geologi sekaligus mendukung pariwisata dan ekonomi berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Geopark: Lebih dari Sekadar Wisata

Geopark atau taman bumi bukan hanya kawasan wisata biasa. Menurut literatur, geopark adalah wilayah yang dilindungi karena memiliki nilai geologi penting, keunikan bentang alam, serta potensi budaya dan biodiversitas. Ada tiga tujuan utama dalam pengelolaan geopark, yakni konservasi alam, pengembangan pariwisata berbasis sains dan budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Dengan konsep tersebut, Geopark Nasional Jogja bukan sekadar destinasi untuk liburan, tetapi juga sarana edukasi, penelitian, hingga pelestarian alam dan budaya.

Sebaran Geopark Nasional Jogja

Geopark ini mencakup wilayah di Kabupaten Kulon Progo, Sleman, Bantul, hingga Kota Yogyakarta. Total terdapat 24 situs yang ditetapkan, terdiri dari 15 situs warisan geologi (geosite), 5 situs keanekaragaman hayati (biosite), dan 4 situs keragaman budaya (cultural site).

Daftar Lengkap 24 Geopark Nasional Jogja

15 Geosite (Situs Warisan Geologi)

  1. Puncak Tebing Kaldera Purba Kendil-Suroloyo – Kulon Progo

  2. Perbukitan Asal Struktur Geologi Widosari – Kulon Progo

  3. Formasi Nanggulan Eosen Kalibawang – Kulon Progo

  4. Goa Kiskendo – Kulon Progo

  5. Mangan Kliripan-Karangsari – Kulon Progo

  6. Kompleks Perbukitan Intrusi Godean – Sleman

  7. Kompleks Batuan Merapi Tua Turgo-Plawangan Pakem – Sleman

  8. Aliran Piroklastik Bakalan – Sleman

  9. Tebing Breksi Piroklastik Purba Sambirejo – Sleman

  10. Rayapan Tanah Ngelepen – Sleman

  11. Lava Bantal Berbah – Sleman

  12. Batugamping Eosen – Sleman

  13. Sesar Opak Bukit Mengger – Bantul

  14. Lava Purba Mangunan – Bantul

  15. Gumuk Pasir Parangtritis – Bantul

5 Biosite (Situs Keanekaragaman Hayati)

  1. Taman Nasional Gunung Merapi (Segmen Sleman) – Sleman

  2. Taman Wisata Alam Batu Gamping – Sleman

  3. Cagar Alam Batu Gamping – Sleman

  4. Cagar Alam Imogiri – Bantul

  5. Suaka Margasatwa Sermo – Kulon Progo

4 Cultural Site (Situs Keragaman Budaya)

  1. Kawasan Cagar Budaya Kraton Yogyakarta (berwujud)

  2. Kawasan Cagar Budaya Pakualaman (berwujud)

  3. Labuhan Merapi (tidak berwujud)

  4. Labuhan Parangkusumo (tidak berwujud)

Potensi Wisata dan Edukasi

Keberadaan Geopark Nasional Jogja memberikan peluang besar bagi pengembangan wisata tematik, seperti wisata geologi, ekowisata, hingga wisata budaya. Para pengunjung dapat merasakan pengalaman berbeda, mulai dari menyaksikan sisa letusan gunung purba, menjelajahi goa berusia jutaan tahun, hingga mengikuti jejak tradisi leluhur yang masih terjaga hingga kini.

Selain itu, geopark juga dapat menjadi laboratorium alam bagi pelajar, mahasiswa, maupun peneliti yang ingin mendalami geologi, ekologi, dan antropologi. Hal ini tentu mendukung terciptanya pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.

Penutup

Dengan ditetapkannya 24 Geopark Nasional Jogja, masyarakat memiliki alasan baru untuk menjadikan Yogyakarta bukan hanya sebagai destinasi budaya, tetapi juga pusat wisata alam yang sarat nilai edukasi dan konservasi. Ke depan, pengelolaan yang bijak diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian alam, keberlanjutan tradisi, serta kesejahteraan masyarakat sekitar.


Ketik kata kunci lalu Enter

close