![]() |
| Gambar : Labiru Tour |
Jogjaterkini.id - Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota budaya dan sejarah, tetapi juga sebagai daerah yang aktif mengembangkan konsep wisata berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan kelestarian lingkungan, pelibatan masyarakat, serta edukasi wisatawan sebagai fondasi utama pengelolaan destinasi.
Melalui wisata berkelanjutan, perjalanan tidak lagi sekadar menikmati panorama, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran tentang alam, budaya, dan cara hidup masyarakat lokal. Berikut daftar destinasi wisata berkelanjutan di Jogja yang dapat menjadi pilihan liburan bertanggung jawab.
Daftar Wisata Berkelanjutan di Jogja
Desa Wisata Pentingsari, Sleman
Desa ini dikelola langsung oleh masyarakat dengan konsep pelestarian alam dan budaya. Wisatawan dapat mengikuti aktivitas pertanian, belajar mengolah hasil bumi, hingga mengenal pengelolaan limbah dan energi alternatif yang diterapkan warga setempat.Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul
Nglanggeran dikenal sebagai desa ekoeduwisata dengan ikon Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran. Edukasi konservasi air dan pelibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan ini.Desa Wisata Karangrejo
Berada di kawasan perbukitan, Desa Karangrejo menawarkan wisata pertanian organik, kebun buah, serta aktivitas kerajinan tradisional. Pengelolaan sampah dan program homestay berbasis warga memperkuat konsep keberlanjutan di desa ini.Taman Sungai Mudal, Kulon Progo
Destinasi ini merupakan hasil restorasi sungai yang kini berkembang menjadi kawasan ekowisata. Air terjun alami dan program penghijauan menjadi daya tarik utama sekaligus sarana edukasi lingkungan.Kebun Buah Mangunan, Bantul
Kebun Buah Mangunan mengusung konsep pertanian ramah lingkungan. Wisatawan dapat belajar budidaya buah tanpa pestisida sekaligus menikmati lanskap perbukitan yang menjadi ciri khas kawasan ini.Hutan Pinus Mangunan, Bantul
Hutan ini dikelola dengan prinsip konservasi untuk menjaga kelestarian pohon dan ekosistem. Aktivitas wisata dibatasi agar tidak merusak alam, dengan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan.Geopark Gunung Sewu, Gunungkidul
Geopark Gunung Sewu menawarkan wisata edukasi geologi melalui gua, tebing karst, hingga air terjun alami. Kawasan ini menjadi contoh pengelolaan pariwisata berbasis konservasi dan pendidikan.Gunung Api Purba Nglanggeran
Formasi batuan purba ini menjadi sarana belajar tentang sejarah bumi. Aktivitas pendakian dilakukan dengan aturan ketat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan pengunjung.Kali Gajah Wong, Kota Yogyakarta
Sungai yang dulunya terabaikan kini menjadi ruang wisata edukatif. Program penataan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan UMKM menunjukkan keberhasilan restorasi ekosistem berbasis masyarakat.Ledoksambi Ecopark, Sleman
Berada di lembah Kali Kuning, Ledoksambi Ecopark menghadirkan ruang terbuka hijau dengan aktivitas edukatif. Konsepnya menekankan pelestarian alam dan pemberdayaan warga sekitar.Kawasan Wisata Bukit Menoreh, Kulon Progo
Bukit Menoreh menawarkan wisata alam terpadu dengan pemandangan perbukitan, budaya lokal, dan kuliner khas. Pengembangan kawasan dilakukan dengan menjaga keseimbangan ekosistem.Embung Nglanggeran, Gunungkidul
Embung ini dibangun sebagai sarana konservasi air sekaligus objek wisata. Edukasi tentang pentingnya menjaga sumber air menjadi bagian dari pengalaman berkunjung.Geblek Pari Nanggulan, Kulon Progo
Destinasi ini mengangkat kuliner tradisional sebagai bagian dari wisata berkelanjutan. Wisatawan dapat belajar proses produksi makanan berbahan lokal sambil mengenal pertanian ramah lingkungan.Studio Gamplong, Sleman
Sebagai kawasan industri kreatif, Studio Gamplong memiliki potensi pengembangan wisata berkelanjutan melalui pemanfaatan set alami dan kolaborasi dengan masyarakat lokal.
Penutup
Wisata berkelanjutan di Jogja menunjukkan bahwa pariwisata dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam dan penguatan ekonomi masyarakat. Dengan memilih destinasi yang dikelola secara bertanggung jawab, wisatawan turut berkontribusi menjaga lingkungan dan budaya lokal agar tetap lestari di masa depan.

