TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Ditemukan Tewas di Gumuk Pasir Parangtritis, Riwayat Hilangnya Pria Asal Jakarta Penuh Kejanggalan

Ditemukan Tewas di Gumuk Pasir Parangtritis, Riwayat Hilangnya Pria Asal Jakarta Penuh Kejanggalan
Foto : Dokumentasi Polda DIY



Jogjaterkini.id – Misteri kematian pria berinisial HM, warga Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, mulai menguak setelah jasadnya ditemukan di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (28/1/2026). Di balik temuan jenazah dengan kondisi mengenaskan itu, keluarga mengungkap rangkaian peristiwa janggal yang mengiringi hilangnya HM selama berbulan-bulan.

Menurut Laporan Liputan6.com Saat ditemukan, HM berada dalam posisi terlentang di semak-semak rumput dengan kedua kaki menekuk. Kondisi tubuhnya menunjukkan sejumlah luka serius, mulai dari lebam di sekitar mata yang masih terbuka, luka di pelipis kanan sepanjang sekitar 4 sentimeter, luka di pangkal hidung, lebam di sekitar mulut, hingga luka sobek di kedua telinga. Selain itu, rahang kiri korban tampak bengkak dan bagian leher depan mengalami lebam.

Identitas korban kemudian dipastikan sebagai Herlan Matrusdi. Kepastian tersebut disampaikan pihak keluarga setelah mencocokkan informasi yang beredar di berbagai platform, termasuk media sosial dan kanal YouTube.

"HM adalah keluarga kami," ujar Agi, anak sambung almarhum, kepada Liputan6.com, Kamis (29/1/2026).

Agi mengungkapkan, Herlan telah meninggalkan rumah sekitar enam bulan lalu. Kala itu, kepergian sang ayah tidak menimbulkan kecurigaan karena berkaitan dengan aktivitas organisasi yang selama ini digelutinya.

"Mau ke PORDASI," ujar Agi mengigat perkataan almarhum kepada orang rumah.

Menurut Agi, Herlan memang aktif di Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) DKI Jakarta dan menjabat sebagai sekretaris umum. Pada hari keberangkatan itu, Herlan tidak pergi sendirian meski menggunakan mobil pribadi.

"Setahu saya mereka ya mau berkegiatan di Pordasi juga," jelas Agi.

Hari tersebut menjadi pertemuan terakhir Agi dengan ayah sambungnya. Setelah itu, Herlan tak pernah kembali ke rumah, meski masih sempat menjalin komunikasi dengan keluarga. Sekitar sebulan kemudian, Herlan berpamitan hendak pergi ke Jawa tanpa menyebutkan tujuan pasti.

"Setelah hari itu, ayah tak pernah pulang. Namun masih berkabar. Sebulan kemudian, almarhum pamit mau ke Jawa, tapi tidak sebut mau ke mana, bilang ke ibu tapi minta jangan bilang ke siapa pun karena misi rahasia," ungkap Agi.

Komunikasi yang masih terjalin membuat keluarga tidak langsung mencurigai hal buruk. Meski demikian, Herlan hanya menghubungi lewat pesan singkat atau telepon, tanpa pernah mengirim foto, video, ataupun lokasi keberadaannya.

"Saat tanya kabar dan posisi, almarhum hanya meminta didoakan agar masalahnya cepat selesai supaya bisa lekas pulang," kenang Agi.

Situasi semakin membingungkan ketika keluarga sempat menerima kabar bahwa Herlan telah meninggal dunia sekitar sebulan lalu. Informasi tersebut menyebutkan Herlan meninggal akibat terjatuh di kamar mandi di wilayah Pandeglang. Namun kabar itu kemudian terbantahkan setelah keluarga berhasil menghubungi langsung nomor ponsel Herlan.

"Kami mendapatkan informasi bahwa kabar itu hoaks tapi ketika ditanya kapan pulang, masih menjawab urusannya belum selesai dan mohon doanya," ungkap Agi.

Meski waktu terus berjalan, Herlan masih sesekali memberi kabar. Kondisi itu membuat keluarga memilih tidak melaporkan kehilangan ke pihak kepolisian. Kabar kematian kembali beredar pada 23 Januari 2026, namun sekali lagi Herlan membantahnya dan menyebut dirinya dalam keadaan baik.

Kabar tersebut berakhir tragis ketika Herlan benar-benar ditemukan meninggal dunia sepekan kemudian di Parangtritis. Upaya keluarga menghubungi ponsel Herlan tak lagi mendapat respons.

"Tetapi saat dicoba untuk ditelepon, nomer almarhum sudah tidak merespons lagi hingga Rabu kemarin kabar ditemukannya jenazah almarhum yang sudah ramai pemberitaannya di vlog youtube, kami pun mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan adalah keluarga kami," ucapnya.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian HM, termasuk menelusuri jejak aktivitas terakhir korban selama berada di luar rumah. Rentetan luka pada tubuh korban serta riwayat kabar kematian palsu yang berulang menjadi sejumlah aspek yang dinilai krusial dalam mengungkap kasus ini.

Ketik kata kunci lalu Enter

close