TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan yang Dianjurkan untuk Diamalkan Umat Islam

 

10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan yang Dianjurkan untuk Diamalkan Umat Islam

Jogjaterkini.id - Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Nabi Muhammad saw. Selain diwajibkan menjalankan ibadah puasa, kaum Muslim juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah untuk menyempurnakan pahala dan meningkatkan kualitas ketakwaan.

Terdapat sejumlah amalan yang secara khusus dianjurkan selama Ramadhan. Berikut ini rangkuman 10 amalan sunnah di bulan Ramadhan yang dapat diamalkan agar ibadah semakin bermakna.

1. Melaksanakan Sahur

Sahur bukan sekadar asupan energi sebelum berpuasa, tetapi juga termasuk sunnah yang sangat dianjurkan. Waktu sahur disarankan untuk diakhirkan selama belum masuk waktu yang meragukan antara malam dan terbitnya fajar.

Rasulullah saw bersabda:

لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا أَخَّرُوا السَّحُورَ وَعَجَّلُوا الْفِطْرَ

Artinya: “Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.” (HR Ahmad)

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan sahur sekaligus anjuran untuk tidak meninggalkannya.

2. Menyegerakan Berbuka Puasa

Ketika waktu maghrib tiba, orang yang berpuasa dianjurkan untuk segera membatalkan puasanya. Sunnahnya, berbuka dengan kurma. Jika tidak tersedia, dapat diganti dengan air putih.

Menyegerakan berbuka menjadi bentuk ketaatan terhadap tuntunan Rasulullah saw sekaligus menjaga keseimbangan fisik setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

3. Membaca Doa Saat Berbuka

Membaca doa ketika berbuka puasa juga termasuk sunnah yang dianjurkan. Di antara doa yang diriwayatkan adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اغْفِرْ لِي اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Selain itu, doa yang lebih populer di tengah masyarakat adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Membaca doa berbuka menjadi wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

4. Mandi Besar Sebelum Fajar

Bagi yang memiliki hadas besar karena junub, haid, atau nifas, dianjurkan mandi wajib sebelum terbit fajar agar dapat menjalankan ibadah dalam keadaan suci. Hal ini juga untuk menghindari kekhawatiran masuknya air ke bagian tubuh tertentu yang bisa membatalkan puasa jika dilakukan setelah fajar dalam kondisi tertentu.

5. Menjaga Ucapan

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan dari perkataan sia-sia dan berpotensi dosa. Ucapan yang tidak terjaga dapat mengurangi pahala puasa, meskipun secara hukum tidak membatalkannya.

Karena itu, menjaga tutur kata menjadi bagian penting dari kesempurnaan ibadah di bulan Ramadhan.

6. Menghindari Hal yang Bertentangan dengan Hikmah Puasa

Meskipun tidak membatalkan puasa, umat Islam dianjurkan menjauhi perilaku yang tidak selaras dengan tujuan puasa. Misalnya berbuka secara berlebihan hingga kekenyangan atau melakukan hal-hal yang hanya berorientasi pada pemuasan hawa nafsu.

Puasa mengajarkan pengendalian diri dan kesederhanaan, sehingga sikap berlebihan sebaiknya dihindari.

7. Memperbanyak Sedekah

Ramadhan dikenal sebagai bulan berbagi. Orang yang berpuasa dianjurkan memperbanyak sedekah, terutama dalam bentuk makanan dan minuman untuk berbuka.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa orang yang memberi makan kepada orang berpuasa akan memperoleh pahala setara tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.

8. Memperbanyak I’tikaf di Masjid

I’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah, sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan. Jika tidak memungkinkan dilakukan sebulan penuh, maka sepuluh hari terakhir menjadi waktu yang paling utama karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar.

Momentum ini kerap dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan intensitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

9. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Karena itu, memperbanyak tilawah menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Setidaknya, umat Islam berupaya mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali selama bulan Ramadhan.

Semakin banyak membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an, semakin besar pula peluang meraih keutamaan yang dijanjikan.

10. Konsisten dalam Beribadah

Amalan sunnah yang dilakukan selama Ramadhan sebaiknya tidak terhenti setelah bulan suci berakhir. Konsistensi dalam beribadah menjadi tanda diterimanya amalan serta bukti kesungguhan dalam meningkatkan kualitas spiritual.

Ramadhan sejatinya menjadi sarana pembentukan kebiasaan baik yang berlanjut di bulan-bulan berikutnya.

Itulah 10 amalan sunnah di bulan Ramadhan yang dapat diamalkan untuk menyempurnakan ibadah puasa. Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut secara istiqamah, diharapkan umat Islam mampu meraih keberkahan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sumber : Nu Online

Ketik kata kunci lalu Enter

close