![]() |
| Gambar : Freepik |
Keistimewaan ini menjadi bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Dengan usia umat yang relatif lebih pendek dibandingkan umat terdahulu, Allah memberikan kesempatan meraih pahala yang sangat besar melalui satu malam istimewa tersebut.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an
Keutamaan malam Lailatul Qadar dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Qadr ayat 1–5:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1–5)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan keselamatan hingga datangnya waktu fajar.
Asal-usul Keistimewaan Lailatul Qadar
Dalam kitab Ahkamul Qur’an, Ibnu ‘Arabi mengutip penjelasan dari Imam Malik dalam Al-Muwattha mengenai sebab dianugerahkannya malam Lailatul Qadar kepada umat Nabi Muhammad SAW.
سمعت من أثق به يقول: إن رسول الله صلى الله عليه وسلم أري أعمار الأمم قبله ، فكأنه تقاصر أعمار أمته ألا يبلغوا من العمل مثل ما بلغ غيرهم في طول العمر ، فأعطاه الله ليلة القدر ، وجعلها خيرا من ألف شهر.
Artinya:
“Aku mendengar seorang yang terpercaya berkata: Rasulullah SAW pernah diperlihatkan usia umat-umat sebelum beliau. Nabi merasa usia umatnya lebih pendek sehingga tidak mampu menyamai amal mereka. Maka Allah memberikan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.”
(Ahkamul Qur’an li Ibni ‘Arabi, Juz 4, halaman 428)
Riwayat ini menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan karunia besar agar umat Nabi Muhammad tetap memiliki kesempatan meraih pahala yang sangat besar.
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026 Terjadi?
Pertanyaan yang sering muncul setiap Ramadan adalah kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi. Hingga kini tidak ada seorang pun yang dapat memastikan tanggal pasti malam tersebut karena menjadi rahasia Allah SWT.
Namun para ulama memberikan petunjuk berdasarkan berbagai hadis Nabi. Salah satunya disampaikan oleh ulama hadis besar, Ibnu Hajar Al-Asqalani. Dalam kitab Fathul Bari dijelaskan bahwa terdapat sekitar 45 pendapat ulama mengenai waktu terjadinya Lailatul Qadar.
Dari sekian banyak pendapat tersebut, yang paling kuat menyatakan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Hal ini didasarkan pada hadis berikut:
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها، قالت: كَانَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم يُجَاوِرُ في العشر الأواخر من رمضان، ويقول: تَحَرَّوا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان.
Artinya:
Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis lain juga menegaskan bahwa malam tersebut berada pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR Bukhari)
Tanggal yang Paling Diperkirakan
Dari beberapa pendapat ulama, ada beberapa tanggal yang dianggap paling berpotensi menjadi malam Lailatul Qadar, yaitu:
-
Malam 21 Ramadan
-
Malam 23 Ramadan
-
Malam 25 Ramadan
-
Malam 27 Ramadan
-
Malam 29 Ramadan
Sebagian ulama, termasuk Imam Syafi’i, menilai malam ke-23 Ramadan memiliki kemungkinan besar. Sementara mayoritas ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar sering terjadi pada malam ke-27 Ramadan.
Pendapat ini didasarkan pada riwayat sahabat Ubay bin Ka’ab:
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: وَاللَّهِ إِنِّي لأَعْلَمُهَا... هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
Artinya:
“Demi Allah, aku mengetahui malam itu. Malam tersebut adalah malam yang Rasulullah SAW perintahkan kami untuk menghidupkannya, yaitu malam ke-27.” (HR Muslim)
Meski demikian, banyak riwayat menunjukkan bahwa Lailatul Qadar bisa berpindah dari tahun ke tahun, sehingga tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama.
Hikmah Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadar
Para ulama menjelaskan bahwa dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar memiliki hikmah besar. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hal ini bertujuan agar umat Islam lebih bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah di akhir Ramadan.
Jika tanggalnya diketahui secara pasti, dikhawatirkan sebagian orang hanya fokus beribadah pada satu malam saja.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti:
-
Shalat malam (qiyamul lail)
-
Membaca Al-Qur’an
-
Berdzikir
-
Memperbanyak doa
-
Memohon ampun kepada Allah SWT
Dengan memperbanyak amalan tersebut, diharapkan setiap Muslim dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.
Penutup
Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Meski tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya, para ulama sepakat bahwa malam tersebut berada pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Karena itu, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah dan memperbanyak amalan pada waktu tersebut. Semoga pada Ramadan tahun ini kita semua diberikan kesempatan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

