TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

8 Pasar Barang Antik di Jogja yang Jadi Surga Kolektor, dari Kamera Jadul hingga Uang Kuno

 

8 Pasar Barang Antik di Jogja yang Jadi Surga Kolektor, dari Kamera Jadul hingga Uang Kuno

Jogjaterkini.id - Yogyakarta tidak hanya dikenal lewat wisata budaya, kuliner gudeg, atau suasana Malioboro yang selalu ramai wisatawan. Di balik pesona kota pelajar ini, terdapat banyak sudut menarik yang menjadi favorit para pemburu barang vintage dan kolektor benda lawas.

Bagi pecinta barang antik, Jogja menawarkan pengalaman berburu “harta karun” yang sulit ditemukan di kota lain. Mulai dari kamera analog, mesin tik, radio jadul, kaset pita, hingga perabot rumah tangga lawas bisa ditemukan di berbagai pasar klithikan yang tersebar di wilayah Kota Jogja, Bantul, hingga Sleman.

Menariknya lagi, sebagian besar pasar tersebut masih mempertahankan nuansa tradisional khas pasar rakyat. Aktivitas tawar-menawar menjadi bagian seru yang membuat pengalaman belanja terasa lebih hidup.

Berikut daftar pasar barang antik dan bekas di Jogja yang layak masuk agenda wisata belanja Anda.

1. Pasar Klithikan Pakuncen

Pasar Klithikan Pakuncen menjadi salah satu pusat barang antik paling populer di Yogyakarta. Lokasinya berada di kawasan Wirobrajan dan dikenal sebagai tempat favorit kolektor barang lawas.

Berbeda dengan pasar loak biasa, area ini sudah tertata rapi dalam bangunan permanen sehingga pengunjung dapat berburu barang dengan nyaman. Koleksi yang dijual pun cukup lengkap, mulai dari gramofon, mesin tik, kamera analog, uang kuno, hingga onderdil motor klasik.

Alamat: Jl. HOS Cokroaminoto No. 34, Pakuncen, Wirobrajan
Jam buka: 10.00–22.00 WIB
Kisaran harga: Mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah

2. Pasar Senthir

Bagi yang ingin merasakan suasana berburu barang antik di malam hari, Pasar Senthir bisa menjadi pilihan menarik. Pasar ini berada di area parkir selatan Pasar Beringharjo dan mulai ramai selepas magrib.

Pedagang biasanya menggelar dagangan di atas tikar sederhana dengan penerangan seadanya. Suasana khas inilah yang membuat pengalaman berburu terasa unik.

Berbagai barang vintage dapat ditemukan di sini seperti buku lawas, kaset pita, kamera jadul, keris, hingga pakaian thrift dengan harga terjangkau.

Alamat: Jl. Pabringan Selatan, Ngupasan
Jam buka: 19.00–24.00 WIB
Kisaran harga: Mulai Rp15 ribuan dan bisa ditawar

3. Pasar Klithikan Niten

Pasar Klithikan Niten di Bantul dikenal sebagai salah satu pusat barang bekas layak pakai sekaligus pasar barang antik favorit warga sekitar.

Di tempat ini, pengunjung bisa menemukan berbagai perabot lawas, alat elektronik lama, koin kuno, hingga sepeda dan kamera analog. Banyak kolektor sengaja datang lebih awal untuk mencari barang unik dengan harga miring.

Alamat: Jl. Raya Jogja–Bantul Km 5,5, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul
Jam buka: 16.00–22.00 WIB
Kisaran harga: Relatif ramah di kantong

4. Pasar Klithikan Kotagede

Kotagede selama ini identik dengan wisata sejarah dan sentra perak. Namun kawasan ini juga memiliki pasar klithikan yang cukup menarik untuk dijelajahi.

Pedagang biasanya berjualan di sepanjang tepi jalan dengan menawarkan berbagai barang antik seperti keramik lawas, guci, barang pusaka, sepatu vintage, hingga perhiasan perak kuno.

Suasana tradisional khas Kotagede membuat pengalaman berburu barang lawas terasa lebih berkesan.

Alamat: Jl. Purbayan No. 172, Jagalan, Banguntapan, Bantul
Jam buka: 18.00–22.00 WIB
Kisaran harga: Cenderung murah

5. Pasar Klithikan Imogiri

Pasar ini cukup populer di kalangan pecinta otomotif, terutama pencari onderdil motor klasik dan sepeda lawas.

Lokasinya berada di kawasan Imogiri dan biasanya menyatu dengan aktivitas pasar tradisional di sekitarnya. Tidak sedikit kolektor datang untuk mencari sparepart langka dengan harga yang masih terjangkau.

Selain onderdil kendaraan, terdapat pula sejumlah barang rumah tangga bekas dan perlengkapan lawas lainnya.

Alamat: Jl. Imogiri–Siluk, Karangtalun, Imogiri, Bantul
Jam buka: 07.00–12.00 WIB
Kisaran harga: Murah dan bisa ditawar

6. Area Utara Pasar Beringharjo

Tak banyak wisatawan mengetahui bahwa sisi utara Pasar Beringharjo menyimpan lapak barang antik yang menarik untuk dijelajahi.

Di area ini, pengunjung bisa menemukan koleksi uang kuno, porselen China, arca lawas, hingga benda-benda tua bernilai sejarah. Sebagian barang bahkan diperkirakan berusia puluhan hingga ratusan tahun.

Lokasinya yang berada dekat kawasan Malioboro membuat tempat ini mudah dijangkau wisatawan.

Alamat: Jl. Margo Mulyo No.16, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta
Jam buka: Mengikuti operasional pasar
Kisaran harga: Menyesuaikan kondisi dan nilai sejarah barang

7. Pasar Pahing Sleman

Pasar Pahing Sleman memiliki konsep unik karena mengikuti kalender pasaran Jawa. Saat hari Pahing tiba, pasar akan dipenuhi pedagang dan pembeli dari berbagai daerah.

Barang yang dijual cukup beragam, mulai dari radio jadul, kamera analog, alat pertanian kuno, hingga hewan peliharaan dan tanaman hias.

Kemampuan menawar sangat dibutuhkan di pasar ini agar bisa mendapatkan harga terbaik.

Alamat: Kawasan Pasar Sleman Unit I
Jam buka: Sejak pagi hari saat pasaran Pahing
Kisaran harga: Relatif murah

8. Pasar Pasaran Pancawara

Pasar Pancawara bukan hanya satu lokasi, melainkan jaringan pasar tradisional yang mengikuti siklus hari pasaran Jawa seperti Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing.

Setiap pasar berlangsung di lokasi berbeda. Misalnya Pasar Pon di Godean, Pasar Kliwon di Bantul, hingga Pasar Wage di Tegalrejo.

Karena mayoritas pengunjung merupakan warga lokal, harga barang di pasar ini umumnya jauh lebih murah dibanding toko kolektor.

Alamat: Berpindah di berbagai wilayah DIY
Jam buka: Pagi hari sesuai kalender pasaran Jawa
Kisaran harga: Sangat terjangkau

Tips Berburu Barang Antik di Jogja

Agar pengalaman berburu barang lawas semakin maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Jangan Takut Menawar

Sebagian besar pasar tradisional masih menerapkan sistem tawar-menawar. Pengunjung bisa mencoba membuka harga lebih rendah untuk mendapatkan penawaran terbaik.

2. Datang Lebih Awal

Barang unik biasanya cepat diburu kolektor. Datang lebih pagi memberi peluang lebih besar menemukan barang incaran.

3. Periksa Kondisi Barang

Pastikan memeriksa detail kondisi barang, terutama untuk alat elektronik, kamera analog, atau barang mekanik lainnya.

4. Siapkan Uang Tunai

Sebagian pedagang belum menyediakan pembayaran digital, sehingga uang tunai masih menjadi alat transaksi utama.

5. Teliti dan Sabar

Mencari barang antik membutuhkan ketelitian. Terkadang barang terbaik justru tersembunyi di antara tumpukan barang lainnya.

Berburu barang antik di Jogja bukan sekadar aktivitas belanja, tetapi juga pengalaman wisata yang menawarkan cerita dan nostalgia. Setiap pasar memiliki karakter unik dengan koleksi berbeda-beda yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun kolektor.

Ketik kata kunci lalu Enter

close