TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Anies Baswedan Soroti Kondisi Ekonomi dan Kepastian Kebijakan Pemerintah

 

Anies Baswedan Soroti Kondisi Ekonomi dan Kepastian Kebijakan Pemerintah

Jogjaterkini.id - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan pandangannya mengenai situasi nasional yang menurutnya sedang menghadapi tekanan serius. Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, pada Rabu (20/5/2026).

Dalam keterangannya, Anies menilai kondisi ekonomi dan sosial saat ini tidak sedang berada dalam situasi yang baik. Ia menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga menyusutnya kesempatan kerja yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

"Teman-teman semua izinkan saya berbagi pandangan. Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini, dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja," katanya.

Menurut Anies, tekanan ekonomi yang terjadi saat ini tidak hanya terlihat dari fluktuasi pasar keuangan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut daya beli rumah tangga melemah dan tabungan masyarakat mulai tergerus akibat situasi ekonomi yang tidak stabil.

"Dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak," katanya.

Selain persoalan domestik, mantan calon presiden pada Pemilu 2024 itu juga menyinggung tantangan global yang dinilai turut memperberat keadaan. Mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah hingga ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino disebut menjadi faktor yang perlu diantisipasi secara serius.

"Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan maka beratnya berlipat," tutur Anies.

Dalam pandangannya, situasi seperti ini membutuhkan kepastian arah kebijakan dari pemerintah. Ia menilai pasar dan publik memerlukan transparansi serta komunikasi yang jelas agar kepercayaan tidak terus menurun.

Dia mengatakan masyarakat tidak membutuhkan “ketenangan semu”, melainkan kepastian yang lahir dari keterbukaan pemerintah terhadap kondisi yang sebenarnya terjadi.

"Sayangnya itu yang justru tidak kita dapatkan. Data dipilih-pilih, hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan," ucap Anies.

Anies juga mengkritik sikap sejumlah pejabat yang dianggap merespons situasi dengan nada ringan di tengah kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi nasional. Ia menilai perubahan kebijakan yang kerap terjadi dalam waktu singkat turut memunculkan kebingungan di kalangan pelaku usaha maupun investor.

"Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng bahkan bercanda Kebijakan berubah-ubah, hari ini begini, besok berbeda. Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri bahkan sebagian kabur," ucapnya.

Lebih lanjut, Anies menilai keteladanan dari para pemimpin juga menjadi sorotan ketika masyarakat diminta melakukan penghematan, sementara di sisi lain pemerintah dianggap masih melakukan pengeluaran yang tidak mendesak.

"Pemborosan di atas, pengetatan di bawah, ini tampak sebagai ketidakpekaan. Peringatan sudah datang dari mana-mana, dari ekonom dalam negeri, dari lembaga keuang internasional, dari media-media nasional dan internasional yang mengelamati Indonesia," imbuh Anies.

Ia menegaskan berbagai peringatan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kehidupan ratusan juta masyarakat Indonesia.

"Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama. Ini yang dipertaruhkan sudah hajat hidup ratusan juta orang maka situasi ini harus diperlakukan dengan keseriusan yang sepadan," katanya.

Anies pun meminta pemerintah lebih terbuka kepada publik mengenai tantangan yang sedang dihadapi negara. Ia mendorong adanya komunikasi yang jujur dan arah kebijakan yang konsisten agar dapat memulihkan kepercayaan masyarakat maupun pasar.

"Berhentilah memberi obat tidur kepada publik," katanya.

Ia juga menyarankan agar pemerintah menyampaikan persoalan secara terbuka dan memimpin secara solid dari tingkat atas hingga bawah pemerintahan.

"Pimpin secara solid, ajeg dan dari atas sampai bawah. Itu yang menenangkan pasar dan itunya akan menenangkan rakyat," ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Anies mengajak masyarakat bersiap menghadapi tantangan ekonomi dan situasi global yang menurutnya masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

"Suka tidak suka, masa-masa berat masih ada di depan kita. Tekanan ekonomi belum reda, cuaca ekstrim akan hadir dan menerpa, dan dunia di luar sedang bergolak," katanya.

Meski demikian, Anies menegaskan dirinya tidak mengajak masyarakat untuk pesimis. Ia optimistis Indonesia dapat melewati berbagai tantangan asalkan dihadapi dengan keseriusan dan tanpa menutup-nutupi keadaan.

"Kita pasti bisa, tapi syaratnya satu, serius. Mari kita serius mengurus bangsa ini Terima kasih," tandasnya.

Sumber : Kompas

Ketik kata kunci lalu Enter

close