TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Polisi Bongkar Safe House Geng Motor di Cilacap, Diduga Jadi Tempat Persembunyian Pelaku Pembunuhan Remaja di Jogja

Polisi Bongkar Safe House Geng Motor di Cilacap, Diduga Jadi Tempat Persembunyian Pelaku Pembunuhan Remaja di Jogja


Polisi mengungkap keberadaan sebuah rumah aman atau safe house di wilayah Cilacap yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku pembunuhan remaja berinisial AA (18) di kawasan sekitar SMAN 3 Yogyakarta atau Stadion Kridosono. Dari lokasi tersebut, aparat berhasil mengamankan tiga pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan jalanan tersebut.

Menariknya, rumah tersebut ternyata juga disebut pernah digunakan sebagai lokasi berkumpul kelompok remaja yang terkait kasus pengeroyokan terhadap pelajar asal Pandak, Bantul, bernama Ilham Dwi Saputra (16), yang meninggal dunia usai mengalami penganiayaan beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riski Adrian, mengatakan meski kedua kasus melibatkan kelompok berbeda, antaranggota memiliki hubungan solidaritas yang kuat.

"Iya (sama dengan tempat pembunuhan di Bantul). Tapi beda geng, tapi memang mereka punya ikatan kayak solidaritas tinggi banget," ujar Adrian kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Pernyataan tersebut turut dibenarkan Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto.

"Iya, betul," tambah Rita saat dikonfirmasi terkait rumah di Cilacap yang pernah dipakai sebagai tempat berkumpul kelompok yang terlibat pengeroyokan Ilham.

Menurut Adrian, rumah tersebut dimiliki seorang remaja yang berasal dari keluarga tidak utuh. Kondisi itu membuat rumah kerap dijadikan tempat keluar masuk sejumlah anak muda tanpa pengawasan.

"Rumah itu ada yang punya, namun si pemilik rumah itu, ini, cerai. Maksudnya si anak itu sendirian di sana gitu, broken home lah gitu. Jadi bebas orang masuk-keluar situ," tuturnya.

Ia menambahkan, warga sekitar sebenarnya sudah lama merasa resah dengan aktivitas di rumah tersebut. Bahkan, lingkungan RT dan RW setempat disebut pernah memberikan teguran.

"Memang itu juga pas kita ketemuin RT/RW-nya, itu juga jadi permasalahan sebenarnya. Sudah menjadi apa ya, udah jadi penyakit masyarakat di situ. Masyarakat sudah sempat ingatin, namun orang tua dari pemilik rumah marah-marah dan sebagainya," jelas Adrian.

Saat penggerebekan dilakukan, polisi mendapati banyak remaja berada di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak seluruhnya terlibat dalam kasus pembunuhan AA. Namun, sebagian besar disebut merupakan anggota geng motor.

"Iya, benar. Karena waktu kita gerebek itu, itu banyak anak-anak. Banyak banget anak-anak, tapi memang hasil dari interogasi kan memang yang lain itu enggak terlibat gitu untuk kasus di kita. Tapi memang rata-rata kalau menurut keterangan dari Polsek sana itu rata-rata geng motor," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolresta Yogyakarta Kombes Eva Guna Pandia mengungkapkan polisi telah menangkap tiga pelaku utama kasus pembacokan yang menewaskan AA di dekat SMAN 3 Yogyakarta. Ketiganya diamankan di wilayah Cilacap pada Rabu dini hari.

"Alhamdulillah, berkat doa rekan-rekan semua dan seluruh masyarakat, untuk pelaku pembacokan yang di Kridosono, tadi subuh, Kasat Reskrim beserta jajaran bergabung juga dengan Jatanras Polda berhasil mengamankan tiga orang pelaku di daerah Cilacap. Satu orang pelajar, dua orang sudah dewasa," ujarnya.

Pandia menyebut ketiga pelaku memiliki peran sebagai eksekutor dalam aksi penyerangan tersebut. Sementara itu, tiga pelaku lainnya masih berstatus buron dan dalam pengejaran aparat kepolisian.

"Jadi, tiga pelaku masih kita kejar. Kami mengimbau orang tuanya agar segera menyerahkan putranya, karena negara kita adalah negara hukum. Segala sesuatu perbuatan yang melanggar hukum, apalagi menghilangkan nyawa orang, maka akan kita proses sesuai aturan yang ada tentunya," jelasnya.

Kasus pembunuhan AA sendiri terjadi di kawasan sekitar Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta. Berdasarkan penyelidikan sementara, korban bersama saksi sempat dikejar kelompok pelaku sejak melintas dari Jalan Magelang menggunakan sepeda motor.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengatakan korban kemudian turun dari motor di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta sebelum akhirnya diserang menggunakan senjata tajam.

"Saat sampai di depan pintu selatan SMAN-3 Yka (Yogyakarta) korban turun dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam," kata Dani.

Setelah kejadian, rekan korban sempat berupaya membawa korban menyelamatkan diri menuju rumah sakit. Namun korban terjatuh di kawasan Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru.

"Pada saat saksi dan korban sampai di Jalan I Dewa Nyoman Oka Kotabaru Yogyakarta korban terjatuh. Kemudian korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit menggunakan ambulance milik gereja," pungkasnya.

Ketik kata kunci lalu Enter

close