TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

PSIM Yogyakarta Gagal Masuk 10 Besar Usai Tumbang 1-3 dari Arema FC

PSIM Yogyakarta Gagal Masuk 10 Besar Usai Tumbang 1-3 dari Arema FC



Jogjaterkini.id - Ambisi PSIM Yogyakarta menutup kompetisi Super League 2025/2026 di posisi 10 besar klasemen akhirnya pupus pada laga terakhir musim ini. Bertandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (22/5) sore, Laskar Mataram harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-3.

Hasil tersebut membuat PSIM Yogyakarta menutup musim di peringkat ke-11 klasemen akhir dengan raihan 45 poin. Sementara Arema FC berhasil naik ke posisi kesembilan usai mengoleksi 48 poin berkat kemenangan di depan publik sendiri.

PSIM sebenarnya tampil cukup dominan dalam penguasaan bola sejak awal pertandingan. Namun, hilangnya fokus pada momen-momen penting justru menjadi titik lemah yang dimanfaatkan Arema FC secara maksimal.

Baru empat menit laga berjalan, gawang Cahya Supriadi sudah kebobolan. Striker asal Brasil milik Arema FC, Joel Vinicius, sukses memanfaatkan kesalahan individu Ghulam Fatkur Rahman untuk membawa Singo Edan unggul cepat 1-0.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menilai gol cepat tersebut sangat memengaruhi ritme permainan timnya, terutama pada babak pertama.

"Ya, itu awal yang sulit, apalagi bermain di kandang Arema melawan tim yang secara fisik sangat kuat," ujar Van Gastel seusai pertandingan.

Tertinggal satu gol membuat PSIM mencoba mengambil kendali permainan. Franco Ramos dan kolega beberapa kali membangun serangan dari lini tengah, tetapi pertahanan disiplin Arema FC membuat upaya tim tamu belum membuahkan hasil hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, PSIM melakukan perubahan pendekatan permainan untuk meningkatkan tekanan ke lini pertahanan lawan. Akan tetapi, skenario buruk kembali terjadi pada awal babak kedua.

Pada menit ke-49, Dalberto berhasil menggandakan keunggulan Arema FC menjadi 2-0 setelah menerima umpan matang dari Betinho. Gol tersebut membuat tekanan terhadap PSIM semakin besar.

Meski demikian, Laskar Mataram sempat menunjukkan respons positif. Lima menit kemudian, tepatnya menit ke-54, Deri Corfe berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 usai memanfaatkan assist Nermin Haljetan di kotak penalti.

Gol tersebut sempat membangkitkan semangat PSIM untuk mengejar ketertinggalan. Deri Corfe menilai timnya sebenarnya mampu memberikan perlawanan lebih baik pada babak kedua.

"Kami bisa melakukan itu di babak kedua, tapi sayangnya kami kurang beruntung dan hasil lebih berpihak pada tim lawan," kata Deri Corfe.

Dalam situasi tertinggal, PSIM terus meningkatkan intensitas serangan demi mencari gol penyeimbang. Namun strategi bermain terbuka menyisakan ruang kosong di lini belakang yang kemudian dimanfaatkan Arema FC pada menit-menit akhir pertandingan.

Saat laga memasuki menit ke-90, Valdeci Moreira da Silva memastikan kemenangan Arema FC lewat gol ketiga. Berawal dari umpan Dalberto, gelandang asing Arema itu melepaskan tendangan keras yang gagal dibendung Cahya Supriadi.

Van Gastel mengakui gol ketiga tersebut lahir akibat risiko yang diambil timnya ketika mencoba tampil lebih ofensif demi mengejar hasil imbang.

"Setelah itu kami mengambil banyak risiko dan akhirnya, ya, kami kebobolan gol ketiga. Sehingga skor menjadi 3-1, gol yang indah dan begitulah akhirnya. Jadi, ya selamat untuk Arema," beber pelatih asal Belanda tersebut.

Ketik kata kunci lalu Enter

close