TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Stok Hewan Kurban di Gunungkidul Melimpah, Pemkab Pastikan Aman Jelang Iduladha 2026

Stok Hewan Kurban di Gunungkidul Melimpah, Pemkab Pastikan Aman Jelang Iduladha 2026
Gambar : Tribun Jogja


Jogjaterkini.id - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan ketersediaan hewan ternak dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jumlah populasi ternak yang dimiliki wilayah tersebut bahkan disebut jauh melampaui kebutuhan kurban tahun sebelumnya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menyampaikan stok ternak di wilayah Bumi Handayani saat ini masih sangat melimpah. Berdasarkan data triwulan pertama 2026, populasi sapi potong mencapai 136.191 ekor. Selain itu, jumlah kambing tercatat sebanyak 206.279 ekor, sedangkan populasi domba menembus lebih dari 16 ribu ekor.

“Untuk stok tidak ada masalah karena siap memenuhi kebutuhan kurban bagi warga di Gunungkidul,” kata Raharjo, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan kebutuhan hewan kurban masyarakat selama Iduladha masih jauh di bawah populasi ternak yang tersedia. Pada Iduladha tahun lalu, kebutuhan sapi tercatat sekitar 4.167 ekor, sementara kambing mencapai 14.004 ekor dan domba sebanyak 2.217 ekor.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis permintaan hewan kurban tahun ini tetap dapat terpenuhi meski terjadi peningkatan jumlah pembelian dari masyarakat.

“Kalau pun permintaan bertambah, maka populasi yang ada saat ini masih sangat mencukupi,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit hewan, khususnya antraks. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti, mengungkapkan bahwa Gunungkidul hingga kini masih masuk wilayah tertular antraks berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 287 Tahun 2025.

Dalam keputusan tersebut, hanya wilayah Jogja yang berstatus terduga, sedangkan empat kabupaten lain di DIY, termasuk Gunungkidul, masuk kategori tertular.

“Tetap ada upaya pengendalian agar potensi penularan bisa terus ditekan,” kata Retno.

Menurutnya, sejumlah wilayah seperti Girisubo, Rongkop, dan Tepus menjadi fokus pengawasan dan pengendalian penyakit ternak.

Pemerintah daerah juga memperketat pemeriksaan kesehatan hewan yang diperjualbelikan di pasar ternak. Setiap hewan wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) guna memastikan kondisi ternak sehat dan layak dipasarkan kepada masyarakat.

Selain pengawasan rutin, vaksinasi ternak di wilayah rawan turut digencarkan sebagai langkah pencegahan menjelang Iduladha.

“Pengawasan ini juga sebagai upaya mengurangi risiko penularan penyakit pada ternak,” jelasnya.

Retno menambahkan, upaya pencegahan akan terus dilakukan agar masyarakat merasa aman saat membeli hewan kurban asal Gunungkidul.

“Terus ada upaya-upaya pencegahan sehingga dapat memberikan rasa aman terhadap ternak-ternak asal Gunungkidul,” tandas Retno.

Ketik kata kunci lalu Enter

close