TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Cara Menjaga Aki Mobil Tetap Prima Meski Kendaraan Jarang Dipakai

Cara Menjaga Aki Mobil Tetap Prima Meski Kendaraan Jarang Dipakai
Gambar : Magnific



Jogjaterkini.id - Aki menjadi salah satu komponen penting yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan. Padahal, perannya sangat vital karena menjadi sumber tenaga listrik utama untuk menghidupkan mesin serta mendukung berbagai sistem elektronik pada mobil.

Banyak orang menganggap aki yang soak atau cepat rusak terjadi semata-mata karena faktor usia. Faktanya, kondisi tersebut justru lebih sering dipengaruhi oleh pola penggunaan kendaraan dan kebiasaan perawatan yang kurang tepat.

Tidak sedikit pemilik mobil yang harus mengganti aki lebih cepat dari masa pakainya karena mengabaikan beberapa hal sederhana yang sebenarnya dapat memperpanjang umur komponen tersebut.

Aki Berperan Penting dalam Sistem Kelistrikan Mobil

Aki berfungsi menyimpan dan menyalurkan energi listrik yang dibutuhkan kendaraan. Energi tersebut digunakan untuk mengoperasikan sistem starter, pengapian, lampu, hingga berbagai fitur elektronik modern yang kini semakin banyak digunakan pada mobil.

Ketika mesin hidup, alternator akan mengisi kembali daya yang tersimpan di dalam aki. Proses ini membuat suplai listrik tetap tersedia dan kendaraan dapat beroperasi secara normal.

Karena memiliki peran yang sangat penting, kondisi aki perlu dipantau secara berkala agar tidak menimbulkan masalah saat digunakan.

Usia Pakai Aki Tidak Selalu Menjadi Penyebab Utama Kerusakan

Secara umum, aki mobil memiliki masa pakai sekitar dua hingga tiga tahun. Namun, angka tersebut bukan patokan mutlak karena ketahanan aki dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Jenis aki yang digunakan, kondisi kendaraan, sistem pengisian daya, hingga kebiasaan pemilik dalam menggunakan mobil menjadi faktor yang menentukan umur pakai aki.

Pada aki basah, perawatan biasanya lebih intensif karena pemilik harus memantau kondisi cairan elektrolit secara berkala. Sementara itu, aki Maintenance Free (MF) cenderung lebih praktis karena tidak memerlukan penambahan cairan secara rutin.

Meski demikian, kedua jenis aki tetap berpotensi mengalami penurunan performa apabila tidak dirawat dengan baik.

Cara Mengetahui Kondisi Aki dari Tegangan Listrik

Salah satu metode paling mudah untuk memantau kesehatan aki adalah dengan melakukan pemeriksaan tegangan menggunakan voltmeter atau battery tester.

Saat mesin dalam kondisi mati, aki yang masih sehat umumnya memiliki tegangan antara 12,6 Volt hingga 12,8 Volt.

Berikut indikator kondisi aki berdasarkan tegangan:

  • 12,6 Volt hingga 12,8 Volt: kondisi aki normal dan sehat.
  • Sekitar 12,4 Volt: kapasitas daya mulai menurun.
  • Di bawah 12 Volt: aki perlu segera diperiksa karena berisiko soak atau tidak mampu menyimpan daya secara optimal.

Sementara ketika mesin hidup, sistem pengisian dari alternator idealnya menghasilkan tegangan antara 13,7 Volt hingga 14,7 Volt.

Jika hasil pengukuran berada di bawah angka tersebut, kemungkinan terdapat masalah pada sistem pengisian yang membuat aki tidak mendapatkan suplai daya secara maksimal.

Mobil Jarang Dipakai Justru Bisa Mempercepat Aki Soak

Masih banyak pemilik kendaraan yang beranggapan bahwa mobil yang jarang digunakan akan membuat aki lebih awet. Anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar.

Mobil yang terlalu lama terparkir tanpa digunakan justru berisiko mengalami penurunan daya aki lebih cepat. Hal ini terjadi karena aki tetap menyuplai kebutuhan listrik tertentu meskipun kendaraan tidak digunakan.

Ketika kendaraan jarang dioperasikan, proses pengisian ulang oleh alternator juga tidak berlangsung secara optimal sehingga kapasitas daya terus berkurang.

Agar kondisi aki tetap terjaga, mobil sebaiknya digunakan secara rutin dengan durasi perjalanan sekitar 20 hingga 30 menit. Waktu tersebut dianggap cukup untuk membantu proses pengisian daya berjalan maksimal.

Bagi kendaraan yang lebih sering berada di garasi, pemilik disarankan menyalakan mesin setidaknya dua hingga tiga kali setiap minggu guna menjaga kestabilan daya listrik pada aki.

Jaga Kebersihan Terminal Aki

Perawatan sederhana yang sering diabaikan adalah membersihkan terminal aki.

Terminal yang kotor, berkarat, atau tertutup kerak dapat menghambat aliran listrik dari aki ke sistem kendaraan. Dampaknya, proses starter menjadi lebih berat dan performa sistem kelistrikan dapat menurun.

Pemeriksaan rutin pada bagian terminal dapat membantu mencegah gangguan kelistrikan sekaligus menjaga efisiensi kerja aki.

Pastikan Posisi dan Pengikat Aki Tetap Kokoh

Selain kondisi daya, posisi pemasangan aki juga perlu diperhatikan.

Aki yang tidak terpasang dengan kuat berpotensi mengalami guncangan berlebih saat kendaraan melaju. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi komponen internal aki dan mempercepat kerusakan sel di dalamnya.

Karena itu, pastikan pengikat aki selalu dalam kondisi baik agar posisi aki tetap stabil selama kendaraan digunakan.

Jangan Abaikan Kondisi Alternator

Alternator merupakan komponen yang bertugas mengisi ulang daya aki ketika mesin hidup. Jika komponen ini bermasalah, aki akan terus kehilangan daya meskipun masih tergolong baru.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Lampu indikator aki menyala di panel dashboard.
  • Starter terasa lebih berat dari biasanya.
  • Lampu kendaraan tampak redup.
  • Aki cepat tekor meski baru diganti.

Apabila gejala tersebut muncul, pemeriksaan sistem pengisian perlu segera dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih serius.

Kesimpulan

Aki mobil yang cepat soak tidak selalu disebabkan oleh faktor usia. Kebiasaan jarang menggunakan kendaraan, kurangnya perawatan terminal, pemasangan aki yang tidak stabil, hingga gangguan pada alternator menjadi penyebab yang lebih sering ditemukan.

Melakukan pemeriksaan tegangan secara berkala, menjaga kebersihan terminal, menggunakan mobil secara rutin, serta memastikan sistem pengisian bekerja normal merupakan langkah sederhana yang dapat membantu memperpanjang usia pakai aki dan menjaga performa kelistrikan kendaraan tetap optimal.

Ketik kata kunci lalu Enter

close