Jogjaterkini.id – Penemuan sesosok jasad perempuan lanjut usia di aliran Kali Opak, wilayah Tegaltirto, Berbah, Sleman, mengundang perhatian warga pada Kamis (11/6/2026) pagi. Hingga proses evakuasi selesai dilakukan, identitas korban masih belum diketahui dan pihak berwenang mengharapkan bantuan masyarakat untuk mengenali korban.
Jasad perempuan tersebut ditemukan sekitar pukul 08.18 WIB dalam kondisi mengapung di aliran sungai yang berada di sekitar kawasan Jalan Perumahan, Tegaltirto. Lokasi penemuan berada di area sungai yang dikelilingi rumpun bambu sehingga keberadaan korban pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi.
Mengetahui adanya tubuh manusia di sungai, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian dan relawan penanggulangan bencana. Petugas yang datang ke lokasi kemudian melakukan proses evakuasi terhadap korban.
Setelah berhasil diangkat dari aliran sungai, jasad korban untuk sementara ditutupi menggunakan daun pisang dan kain oleh warga bersama petugas sambil menunggu tahapan identifikasi lebih lanjut oleh pihak medis.
Sampai saat ini, belum ada informasi mengenai identitas maupun asal-usul korban. Oleh karena itu, aparat mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk memperhatikan ciri-ciri korban yang telah dihimpun dari lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara, korban berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia antara 65 hingga 70 tahun. Korban memiliki rambut beruban atau hitam memutih serta terdapat tahi lalat atau tanda lahir di sekitar wajah, tepatnya di dekat bibir bagian atas.
Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian atau kain bermotif dengan dominasi warna gelap atau hitam.
Pihak terkait berharap informasi mengenai ciri-ciri tersebut dapat membantu proses identifikasi. Masyarakat yang memiliki anggota keluarga hilang atau mengetahui informasi yang berkaitan dengan korban diminta segera menghubungi Polsek Berbah, Polres Sleman, atau mendatangi rumah sakit tempat korban dievakuasi.
Selain untuk mengetahui identitas korban, informasi dari masyarakat juga diharapkan dapat mempercepat penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
Sumber : Merapi_News

