![]() |
| Sumber Gambar : TribunJogja |
Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga setempat dan tim penyelamat yang harus melakukan proses evakuasi dari dalam sumur dengan kedalaman sekitar delapan meter. Dugaan sementara, korban terjatuh saat mengambil air menggunakan timba.
Humas Kantor Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai insiden tersebut sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah menerima informasi, tim SAR segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
"Sampai di tempat kejadian, petugas langsung melakukan evakuasi menggunakan peralatan Vertical Rescue serta SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus)," katanya kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
Proses penyelamatan berlangsung cukup menantang mengingat posisi korban berada di dasar sumur. Tim SAR Gabungan kemudian menerapkan prosedur evakuasi khusus guna mengangkat korban dari lokasi yang sempit dan dalam.
Sekitar satu jam setelah operasi dimulai, tepatnya pukul 18.05 WIB, korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
"Korban berhasil dievakuasi namun dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban sebelumnya hendak mandi dan mengambil air dari sumur menggunakan timba. Saat berada di area bibir sumur, korban diduga kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke dalamnya.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, korban hendak mandi dan mengambil air dengan cara menimba dari sumur. Nah, saat itu diduga korban terpeleset hingga terjatuh ke dalam sumur," ucapnya.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada petugas medis dari Puskesmas Sedayu untuk penanganan lebih lanjut. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Pipit menyebut keluarga segera mempersiapkan proses pemakaman setelah seluruh tahapan penanganan selesai dilakukan.
"Dan tadi informasinya langsung dimakamkan," katanya.
Sumber : DetikJogja

