TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Sony Lytia 910 Resmi Diperkenalkan, Sensor Kamera Smartphone dengan Teknologi LOFIC dan Dynamic Range 100 dB

 

Sony Lytia 910 Resmi Diperkenalkan, Sensor Kamera Smartphone dengan Teknologi LOFIC dan Dynamic Range 100 dB
Sumber Gambar : Selular


Jogjaterkini.id – Sony kembali memperkuat posisinya di industri pencitraan mobile dengan memperkenalkan sensor kamera smartphone terbaru bernama Sony Lytia 910. Sensor ini menjadi tonggak baru bagi perusahaan asal Jepang tersebut karena menjadi produk pertama dalam lini Lytia yang mengadopsi teknologi LOFIC (Lateral Overflow Integration Capacitor).

Kehadiran teknologi baru ini membawa peningkatan signifikan dalam kemampuan sensor menangkap detail pada area terang maupun gelap secara bersamaan. Dengan pendekatan yang berbeda dibanding sensor konvensional, Sony menargetkan kualitas foto dan video yang lebih konsisten dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Teknologi LOFIC Hadir untuk Menangani Kontras Cahaya Ekstrem

Salah satu keunggulan utama Sony Lytia 910 terletak pada penggunaan teknologi LOFIC. Teknologi sensor generasi baru ini dirancang untuk menangkap rentang cahaya yang lebih luas hanya dalam satu kali pengambilan gambar.

Secara teknis, LOFIC memungkinkan setiap piksel menyimpan kelebihan cahaya secara langsung. Hasilnya, area yang sangat terang dapat tetap mempertahankan detail tanpa mengalami overexposure, sementara bagian yang lebih gelap tetap terlihat jelas dan kaya informasi.

Menurut Sony, kemampuan tersebut membuat Lytia 910 mampu menghasilkan dynamic range hingga 100 dB hanya melalui single exposure atau satu kali eksposur.

Pencapaian ini menjadi peningkatan penting dibanding generasi sebelumnya. Sebagai perbandingan, sensor Sony Lytia 901 memerlukan teknik multi-frame exposure atau penggabungan beberapa frame untuk mencapai tingkat dynamic range yang serupa.

Mengandalkan Triple Conversion Gain HDR

Sony juga menyematkan teknologi Triple Conversion Gain (TCG) HDR pada Lytia 910. Fitur ini memungkinkan setiap piksel dibaca sebanyak tiga kali dengan tingkat conversion gain yang berbeda, yakni rendah, menengah, dan tinggi.

Ketiga hasil pembacaan tersebut kemudian diproses dan digabungkan menjadi satu gambar HDR yang lebih seimbang.

Pendekatan ini memberikan keuntungan tersendiri karena mampu mengurangi berbagai masalah yang sering muncul pada teknologi HDR berbasis multi-frame. Salah satunya adalah artefak gerakan atau motion artifacts yang biasanya terjadi ketika objek bergerak saat beberapa frame digabungkan.

Dengan kata lain, sensor hanya memerlukan satu kali eksposur, namun tetap mampu menghasilkan informasi gambar yang setara dengan beberapa tingkat pencahayaan berbeda.

Mendukung Perekaman Video HDR 4K 60 FPS

Tidak hanya untuk fotografi, Sony Lytia 910 juga dirancang untuk mendukung kebutuhan videografi modern.

Sensor ini diklaim mampu merekam video HDR beresolusi 4K hingga 60 frame per detik (fps). Kemampuan tersebut memungkinkan pengguna mendapatkan kualitas video yang lebih baik pada kondisi pencahayaan yang menantang, seperti saat merekam di area dengan perbedaan cahaya yang tinggi.

Selain itu, teknologi LOFIC disebut memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap efek flickering atau kedipan lampu. Karakteristik ini menjadi salah satu alasan mengapa teknologi serupa banyak diterapkan pada sistem kamera otomotif yang membutuhkan kestabilan pencahayaan tinggi.

Spesifikasi Sony Lytia 910

Sony Lytia 910 hadir sebagai sensor kamera beresolusi 50 megapiksel (MP) dengan ukuran sensor 1/1,28 inci.

Beberapa spesifikasi utama yang dibawa sensor ini antara lain:

  • Resolusi: 50 MP

  • Ukuran sensor: 1/1,28 inci

  • Teknologi: LOFIC (Lateral Overflow Integration Capacitor)

  • Dynamic range: Hingga 100 dB

  • Dukungan HDR: Triple Conversion Gain HDR

  • Filter warna: Quad Bayer

  • Ukuran piksel: 1,22 μm x 1,22 μm

  • Perekaman video: HDR 4K 60 fps

Selain itu, Sony juga membekali sensor ini dengan teknologi Ultra High Conversion Gain (UHCG) yang akan aktif ketika sensor bekerja dalam kondisi minim cahaya.

Diklaim Kurangi Noise Hingga 30 Persen

Sony menyebut teknologi UHCG mampu meningkatkan kualitas gambar pada lingkungan dengan pencahayaan rendah.

Perusahaan tersebut mengklaim bahwa fitur ini dapat mengurangi random noise atau noise acak hingga sekitar 30 persen dibandingkan sensor generasi sebelumnya. Dengan demikian, hasil foto malam hari atau kondisi indoor berpotensi tampil lebih bersih dan detail.

Siap Masuk Smartphone Flagship Akhir 2026

Sony menjadwalkan produksi massal Lytia 910 dimulai pada musim panas 2026, atau sekitar periode Juni hingga September.

Dengan jadwal tersebut, sensor terbaru ini diperkirakan mulai digunakan pada berbagai smartphone flagship yang meluncur pada kuartal keempat (Q4) 2026.

Sejumlah rumor yang beredar menyebutkan bahwa Vivo X500 Pro Max berpotensi menjadi salah satu perangkat pertama yang mengadopsi sensor Sony Lytia 910.

Apabila rumor tersebut terbukti benar, Lytia 910 dapat menjadi salah satu inovasi penting yang mendorong peningkatan kualitas fotografi dan videografi pada smartphone premium generasi berikutnya.

Ketik kata kunci lalu Enter

close