TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Cara Menentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Tergiur Memilih RON Paling Tinggi

 

Cara Menentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Tergiur Memilih RON Paling Tinggi

Jogjaterkini.id - Memilih bahan bakar minyak (BBM) untuk sepeda motor sering kali masih dipahami secara keliru. Tidak sedikit pemilik kendaraan yang menganggap semakin tinggi angka Research Octane Number (RON), maka semakin baik pula dampaknya terhadap performa mesin.

Padahal, penggunaan BBM sebaiknya disesuaikan dengan spesifikasi mesin, khususnya rasio kompresi. Dengan pemilihan yang tepat, proses pembakaran dapat berlangsung optimal sehingga performa tetap terjaga sekaligus membantu menjaga usia pakai komponen mesin.

Mengapa Rasio Kompresi Menjadi Acuan Memilih BBM?

Rasio kompresi merupakan perbandingan antara volume terbesar dan volume terkecil di dalam ruang bakar mesin. Semakin tinggi rasio kompresi, semakin tinggi pula kebutuhan angka oktan atau RON pada bahan bakar yang digunakan.

Penyesuaian ini penting karena angka oktan berfungsi menjaga proses pembakaran tetap stabil dan mencegah pembakaran yang terjadi terlalu dini di dalam ruang bakar.

Jika BBM yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan mesin, proses pembakaran tidak akan berlangsung secara maksimal. Dampaknya bukan hanya pada penurunan performa, tetapi juga berpotensi memengaruhi keawetan mesin dalam jangka panjang.

Rekomendasi RON Berdasarkan Rasio Kompresi Mesin

Sebagai acuan umum, pemilik sepeda motor dapat menyesuaikan BBM dengan rasio kompresi sebagai berikut:

  • RON 90 direkomendasikan untuk mesin dengan rasio kompresi sekitar 9:1 hingga 10:1.
  • RON 92 cocok digunakan pada mesin dengan rasio kompresi di atas 10:1.
  • RON 98 lebih sesuai untuk mesin dengan rasio kompresi sekitar 13:1 atau lebih tinggi.

Pemilik kendaraan sebenarnya tetap dapat menggunakan BBM dengan angka oktan yang lebih tinggi dibanding rekomendasi. Namun, penggunaan tersebut belum tentu memberikan peningkatan performa apabila spesifikasi mesin memang tidak membutuhkannya.

Apa yang Terjadi Jika Salah Memilih BBM?

Penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin dapat menyebabkan proses pembakaran menjadi kurang sempurna. Akibatnya, tenaga yang dihasilkan mesin tidak optimal.

Selain itu, konsumsi bahan bakar juga berpotensi menjadi lebih boros karena efisiensi pembakaran menurun.

Dalam penggunaan jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat keausan pada beberapa komponen penting mesin, antara lain:

  • Ring piston.
  • Piston.
  • Dinding silinder.

Risiko lain yang juga dapat muncul adalah terjadinya knocking atau detonasi. Gejala ini tidak hanya mengganggu performa mesin, tetapi juga dapat memicu terbentuknya kerak dan penumpukan karbon di ruang bakar.

RON Tinggi Tidak Selalu Lebih Baik

Masih banyak pengendara yang beranggapan bahwa menggunakan BBM beroktan tinggi otomatis membuat motor lebih bertenaga. Faktanya, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Apabila mesin memiliki rasio kompresi yang tidak membutuhkan RON tinggi, penggunaan BBM dengan angka oktan lebih besar tidak akan memberikan peningkatan performa yang signifikan.

Sebaliknya, manfaat terbesar justru diperoleh ketika jenis BBM yang digunakan benar-benar sesuai dengan spesifikasi mesin yang direkomendasikan pabrikan.

Cara Mengetahui BBM yang Sesuai untuk Motor

Agar tidak salah memilih bahan bakar, pemilik sepeda motor dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Periksa spesifikasi rasio kompresi pada buku manual kendaraan.
  • Ikuti rekomendasi BBM yang ditentukan oleh pabrikan.
  • Jangan hanya memilih BBM berdasarkan angka RON tertinggi.
  • Gunakan BBM secara konsisten sesuai kebutuhan mesin agar performa dan usia komponen tetap terjaga.

Kesimpulan

Pemilihan BBM tidak cukup hanya melihat angka oktan yang lebih tinggi. Faktor utama yang harus diperhatikan adalah rasio kompresi mesin karena menjadi penentu kebutuhan RON agar pembakaran berlangsung optimal.

Dengan menggunakan BBM yang sesuai spesifikasi, sepeda motor dapat menghasilkan performa yang lebih baik, konsumsi bahan bakar lebih efisien, serta mengurangi risiko knocking, penumpukan karbon, hingga keausan komponen mesin dalam jangka panjang.

Ketik kata kunci lalu Enter

close