![]() |
| Sumber Gambar : SindoNews |
Jogjaterkini.id - OpenAI resmi memperkenalkan GPT-Live, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang menjadi teknologi utama di balik peningkatan fitur percakapan suara pada ChatGPT Voice. Kehadiran model ini membawa perubahan besar pada cara pengguna berinteraksi dengan chatbot AI, terutama dalam hal kelancaran komunikasi dua arah.
Berbeda dari sistem suara sebelumnya, GPT-Live dirancang agar percakapan dengan ChatGPT terasa lebih natural. OpenAI menyebut teknologi ini mampu memahami alur pembicaraan secara lebih baik, termasuk kapan harus merespons, mendengarkan, memberikan jeda, hingga menyela percakapan jika diperlukan.
Peningkatan tersebut didukung oleh teknologi full-duplex yang memungkinkan AI mendengar dan berbicara secara bersamaan. Dengan kemampuan ini, interaksi antara pengguna dan ChatGPT tidak lagi terasa seperti percakapan dengan mesin yang hanya menunggu perintah, melainkan lebih menyerupai komunikasi langsung dengan manusia.
GPT-Live Membuat ChatGPT Voice Lebih Responsif
Salah satu perubahan yang paling terasa dari GPT-Live adalah kemampuan AI dalam memahami dinamika percakapan. ChatGPT kini dapat memberikan respons singkat seperti “mhmm” atau “iya” sebagai tanda bahwa sistem sedang mendengarkan pengguna.
Selain itu, pengguna dapat berhenti sejenak ketika berbicara tanpa khawatir ChatGPT langsung mengambil alih percakapan. Sistem baru ini mampu memahami jeda alami dalam komunikasi sehingga pengguna memiliki ruang untuk berpikir sebelum melanjutkan pembicaraan.
OpenAI menjelaskan bahwa GPT-Live dapat mengambil keputusan secara real-time mengenai kapan harus berbicara, kapan perlu mendengarkan, kapan memberikan jeda, hingga kapan menggunakan fitur pendukung seperti pencarian web atau penerjemahan bahasa.
Kemampuan tersebut membuat pengalaman menggunakan ChatGPT Voice menjadi lebih fleksibel, terutama bagi pengguna yang memanfaatkan AI untuk berdiskusi, belajar, bekerja, maupun mencari informasi secara langsung.
ChatGPT Voice Kini Bisa Menampilkan Informasi Visual
Selain peningkatan dalam percakapan suara, OpenAI juga menambahkan kemampuan visual pada ChatGPT Voice. Saat menjawab pertanyaan tertentu, sistem dapat menampilkan kartu informasi visual tanpa menghentikan percakapan suara.
Sebagai contoh, ketika pengguna menanyakan kondisi cuaca, harga saham, atau jadwal pertandingan olahraga, ChatGPT dapat menampilkan informasi terkait dalam bentuk kartu visual sambil tetap melanjutkan komunikasi melalui suara.
Fitur Voice dengan GPT-Live juga masih mempertahankan kemampuan sebelumnya, seperti pencarian web, fitur memori, unggah gambar, serta unggah dokumen. Dengan kombinasi tersebut, ChatGPT Voice tidak hanya berfungsi sebagai asisten percakapan, tetapi juga sebagai alat bantu informasi yang lebih lengkap.
GPT-Live Bisa Berkolaborasi dengan Model AI Lain
Salah satu kemampuan menarik dari GPT-Live adalah kemampuannya membagi tugas kepada model AI lain ketika menghadapi permintaan yang lebih kompleks.
Jika pengguna memberikan pertanyaan yang membutuhkan proses pencarian informasi, analisis mendalam, atau penalaran khusus, GPT-Live dapat mendelegasikan tugas tersebut kepada model AI lain yang berjalan di belakang layar.
Pada tahap awal peluncuran, OpenAI menggunakan GPT-5.5 sebagai model pendukung yang membantu GPT-Live menyelesaikan pekerjaan kompleks. Meski proses analisis berlangsung, GPT-Live tetap dapat menjaga percakapan dengan pengguna tanpa harus berhenti sepenuhnya.
OpenAI juga menyatakan bahwa sistem ini akan terus dikembangkan agar GPT-Live dapat memanfaatkan model AI terbaru yang dirilis perusahaan pada masa mendatang. Dengan demikian, peningkatan kemampuan dapat dilakukan tanpa perlu mengganti seluruh sistem percakapan suara.
Performa GPT-Live Diklaim Melampaui Advanced Voice Mode
OpenAI mengklaim GPT-Live memiliki performa lebih baik dibandingkan Advanced Voice Mode, fitur suara ChatGPT generasi sebelumnya.
Berdasarkan pengujian internal perusahaan, GPT-Live-1 mendapatkan tingkat preferensi pengguna sebesar 75,7 persen dalam uji percakapan selama lima hingga sepuluh menit. Sementara versi lebih ringan, GPT-Live-1 mini, memperoleh tingkat preferensi sebesar 69,2 persen.
Pengguna memberikan penilaian lebih tinggi terhadap GPT-Live dalam aspek kelancaran percakapan dan kenyamanan saat berinteraksi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan utama model baru tersebut tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga pengalaman komunikasi yang lebih alami.
Dalam pengujian kemampuan ilmiah menggunakan benchmark GPQA, GPT-Live-1 dengan mode High mencatat akurasi sekitar 84,2 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Advanced Voice Mode yang memperoleh hasil 45,3 persen.
Sementara pada pengujian BrowseComp yang mengukur kemampuan pencarian web berbasis agen AI, GPT-Live-1 High mencatat akurasi 75,2 persen. Hasil tersebut jauh melampaui Advanced Voice Mode yang hanya memperoleh skor 0,7 persen.
GPT-Live Mulai Diluncurkan untuk Pengguna ChatGPT
OpenAI mulai menggulirkan GPT-Live secara global pada Kamis (9/7/2026) untuk pengguna ChatGPT di berbagai platform, termasuk iOS, Android, dan web.
Peluncuran dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, sebagian pengguna web sudah dapat menggunakan GPT-Live melalui fitur ChatGPT Voice, sementara pengguna perangkat Android dan iOS masih mendapatkan pembaruan secara bertahap.
Untuk pengguna berlangganan ChatGPT Go, Plus, dan Pro, GPT-Live-1 akan menjadi model suara utama yang digunakan. Sementara pengguna versi gratis akan mendapatkan akses ke GPT-Live-1 mini yang lebih ringan.
Meski membawa sejumlah peningkatan, GPT-Live belum mendukung fitur percakapan suara dengan video maupun berbagi layar atau screen sharing. OpenAI menyebut kedua kemampuan tersebut akan hadir dalam pembaruan berikutnya.
OpenAI Masih Menyempurnakan Dukungan Bahasa
Di balik berbagai peningkatan yang ditawarkan, OpenAI mengakui bahwa GPT-Live masih memiliki beberapa keterbatasan, terutama dalam penggunaan berbagai bahasa.
Pada sejumlah bahasa tertentu, suara AI masih dapat terdengar memiliki aksen yang kurang alami atau belum sepenuhnya fasih. OpenAI memastikan perusahaan terus melakukan penyempurnaan agar pengalaman percakapan dapat berjalan lebih baik bagi pengguna di seluruh dunia.
Dengan hadirnya GPT-Live, OpenAI menunjukkan arah pengembangan ChatGPT yang semakin berfokus pada komunikasi alami antara manusia dan AI. Model ini menjadi langkah baru menuju asisten digital yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga memahami konteks percakapan secara lebih mendalam.

