![]() |
| Sumber Gambar : TribataNews Yogyakarta |
YOGYAKARTA – Seorang pengemudi becak motor (bentor) lanjut usia ditemukan meninggal dunia di depan Butik An-Nur, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta, Sabtu (4/7/2026) pagi. Hasil pemeriksaan kepolisian bersama tim medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban diketahui bernama Handono (76), warga Mingguran, Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas juga mengamankan barang-barang milik korban berupa uang tunai sebesar Rp1.700.700 dan satu unit becak motor yang berada di lokasi.
Kapolsek Ngampilan Kompol Didik Purwanto, S.H., M.M. menjelaskan, informasi mengenai penemuan korban bermula dari laporan warga jalanan yang mengenal korban sehari-hari.
"Berdasarkan keterangan saksi 1, Asih Purwanti yang merupakan tunawisma di kawasan tersebut, dirinya masih melihat korban beraktivitas pada hari Jumat kemarin, namun kondisi kesehatannya tampak sudah menurun drastis," ungkap Kapolsek.
Memasuki Sabtu dini hari sekitar pukul 03.15 WIB, Asih kembali melihat korban dalam posisi tidur sambil bersandar di becak motornya yang terparkir di depan Butik An-Nur. Namun, kondisi korban yang tidak bergerak dalam waktu cukup lama menimbulkan kecurigaan.
Saksi kemudian memanggil Triyono Widodo, seorang penjual nasi gudeg yang selama ini menjadi langganan korban dan berjualan tidak jauh dari lokasi. Setelah memastikan kondisi korban bersama-sama, keduanya menduga Handono telah meninggal dunia.
Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada ketua kelompok tunawisma setempat yang kemudian meneruskan informasi kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, personel piket Polsek Ngampilan Polresta Yogyakarta yang dipimpin Perwira Pengawas segera menuju lokasi untuk mengamankan area sekaligus melakukan penanganan awal di TKP.
Tidak lama berselang, Tim Inafis Polresta Yogyakarta tiba dan melaksanakan olah TKP guna memastikan kondisi korban serta mengumpulkan keterangan yang diperlukan.
Sekitar pukul 06.20 WIB, Ambulans TRC Balaikota Yogyakarta bersama petugas medis yang dipimpin Rino Prasetyo datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan memastikan korban telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan medis serta olah TKP, petugas tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda yang mengarah pada tindak kekerasan atau unsur kejahatan.
Polisi menduga korban meninggal dunia akibat faktor usia lanjut yang disertai riwayat penyakit yang telah dideritanya.
Setelah pihak keluarga hadir di lokasi dan memberikan persetujuan, jenazah Handono dievakuasi menuju RS Bhayangkara Polda DIY sekitar pukul 07.28 WIB untuk proses penyucian jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga guna dimakamkan.
Sumber : TribataNews Yogyakarta

