Jogjaterkini.id - Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA merupakan lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada pembinaan generasi Qur’ani melalui program tahfizh Al-Quran, pendidikan keislaman, serta pengembangan keterampilan pendukung bagi para santri. Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi, pesantren ini menghadirkan lingkungan pendidikan yang nyaman dengan fasilitas lengkap untuk mendukung proses belajar, menghafal, dan memahami Al-Quran.
Mengusung konsep pendidikan berbasis hafalan Al-Quran dengan perpaduan kurikulum salafiyah dan Muallimin, Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA berupaya mencetak santri yang tidak hanya mampu menghafal Al-Quran, tetapi juga memahami kandungan, mengamalkan nilai-nilainya, serta memiliki kemampuan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA
Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA berawal dari sebuah amanah untuk mengembangkan Rumah Tabon yang diberikan kepada Pak Khairul dari keluarga H. Ahmad, kakek sekaligus ayah dari Ibu Hj. Warifah. Rumah tersebut kemudian diwariskan kepada putranya, H. Mudakir.
Melalui para ahli waris yang diwakili oleh Bapak H. Nanang Sudrajat dan Ibu Hj. Anita Wardani, Rumah Tabon diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan keagamaan. Tujuannya agar lokasi tersebut menjadi amal jariyah yang terus memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Pada tahun 2016, didirikan Yayasan Pendidikan Islam di bawah arahan KH. Abdullah Effendi yang juga menjadi sesepuh keluarga sekaligus pembina yayasan. Yayasan tersebut kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA.
Sebelum digunakan sebagai pesantren mandiri, area seluas sekitar 2.000 meter persegi tersebut sempat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar santri dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Pesantren Bina Insani Moyudan hingga sekitar tahun 2016.
Setelah Pesantren Bina Insani memiliki gedung sendiri dan para santri berpindah ke lokasi baru, tempat tersebut sempat mengalami kekosongan. Melihat kondisi tersebut, Pak Khairul bersama KH. Abdullah Effendi serta dukungan keluarga besar Bani Utsman berinisiatif mendirikan lembaga pendidikan sendiri dengan nama Yayasan Pendidikan Islam Ibnu Sina.
Perkembangan Pesantren Ibnu Sina
Awal perjalanan pesantren dimulai dengan menghidupkan berbagai kegiatan keagamaan bersama Ustadzah Umi Aflaha. Berbagai aktivitas seperti Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), kajian Islam, semaan Al-Quran selapanan, hingga kegiatan memakmurkan Masjid Istiqomah Dakawon Sumbersari Moyudan Sleman mulai dikembangkan.
Antusiasme masyarakat yang semakin besar kemudian mendorong pengembangan Rumah Tabon menjadi pesantren khusus untuk menghafal Al-Quran.
Pada tahun 2017, santri dari berbagai daerah di Yogyakarta mulai berdatangan untuk belajar di Pesantren Ibnu Sina. Saat itu, para santri menjalani pendidikan formal di sekolah sekitar pesantren seperti SMP Negeri, SMP Muhammadiyah, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Setelah kegiatan sekolah selesai, para santri kembali ke pesantren untuk mengaji dan menghafal Al-Quran.
Sistem tersebut berjalan selama periode 2017 hingga 2019. Namun, karena pertimbangan jarak, waktu, dan biaya yang dikeluarkan santri selama mengikuti sekolah di luar pesantren, pengelola mulai mengembangkan sistem pendidikan mandiri.
Pada akhir tahun 2019, Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA membuka kelas pendidikan sendiri melalui kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar memperoleh pengakuan formal. Sistem ini dirancang untuk memberikan pendidikan pesantren yang lebih terintegrasi, mulai dari hafalan Al-Quran, pemahaman ilmu agama, hingga keterampilan yang dibutuhkan santri di masa depan.
Konsep Pendidikan Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA
Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA yang diasuh Ustad Khairul Imam, S.Th.I, M.Ag menerapkan sistem pendidikan yang menggabungkan tahfizh Al-Quran dengan kajian keislaman mendalam. Para santri tidak hanya diarahkan untuk menghafal ayat-ayat Al-Quran, tetapi juga memahami makna dan kandungannya melalui program Dirasat Islamiyah.
Pesantren ini diasuh oleh para ustadz yang memiliki latar belakang pendidikan dari Pondok Modern Darussalam Gontor, pesantren salafiyah, lembaga tahfizh Al-Quran, serta perguruan tinggi yang berfokus pada studi Al-Quran.
Melalui pendekatan tersebut, santri dibekali kemampuan dalam bidang:
- Hafalan Al-Quran secara mutqin.
- Pemahaman ilmu-ilmu Al-Quran.
- Ilmu hadis dan Ulumul Quran.
- Bahasa Arab dan kajian kitab turats.
- Kemampuan dakwah dan komunikasi.
Visi Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA
Visi Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA adalah:
“Mempersiapkan generasi Qur’ani yang intelek, hafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an untuk mewujudkan masyarakat madani.”
Melalui visi tersebut, pesantren berkomitmen membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara kemampuan intelektual, spiritual, dan sosial.
Misi Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA
Untuk mewujudkan visi tersebut, pesantren memiliki beberapa misi utama, yaitu:
- Menghafal Al-Quran secara mutqin dan bersanad.
- Membentuk karakter santri berdasarkan nilai-nilai Islam.
- Mengintegrasikan ilmu keislaman, sains, dan sosial berbasis nilai Qur’ani.
- Mempersiapkan kader imam, dai, dan pengajar Al-Quran profesional.
- Mengembangkan minat serta bakat santri agar siap berkarya di masyarakat.
Program Pendidikan Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA
Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA menyediakan beberapa pilihan program pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan santri.
1. Program Kulliyatul Muallimin Al-Quran dan Tahfizh Al-Quran Reguler
Program ini menggabungkan pendidikan formal Muallimin dengan program hafalan Al-Quran. Santri akan mendapatkan pembelajaran agama sekaligus pendampingan tahfizh sesuai kemampuan masing-masing.
2. Program Takhassus Tahfizh Al-Quran
Program intensif yang diperuntukkan bagi santri yang memiliki target menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu lebih singkat dengan pendampingan khusus dari para pembimbing tahfizh.
3. Program MADINAQU (Madrasah Kaderisasi Imam, Dai, dan Muallim Tahfizh Al-Quran)
Program ini ditujukan bagi santri dewasa atau lulusan Madrasah Aliyah, SMA, maupun sederajat yang ingin menjadi pengajar Al-Quran profesional.
Dalam program ini, peserta mendapatkan pembekalan berbagai keterampilan seperti:
- Ilmu Al-Quran.
- Metode pengajaran tahfizh.
- Kemampuan dakwah.
- Keterampilan profesional pendukung.
4. Program Santri Non Mukim (SaKalong)
Program ini diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin belajar membaca Al-Quran, menghafal, dan memperdalam ilmu agama tanpa harus tinggal di lingkungan pesantren.
Pengembangan Keterampilan Digital dan Soft Skill Santri
Mengikuti perkembangan era digital, Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA juga memberikan pembekalan keterampilan teknologi kepada para santri.
Program pengembangan digital yang diberikan meliputi:
- Desain grafis.
- Web programming.
- Fotografi.
- Produksi video dan konten digital.
Selain kemampuan teknologi, santri juga mendapatkan pelatihan soft skill seperti:
- Kemampuan khutbah dan ceramah.
- Program literasi membaca buku.
- Penulisan kreatif.
- Pelatihan kerja untuk menghadapi dunia profesional.
Pembekalan tersebut bertujuan agar lulusan pesantren tidak hanya memiliki kemampuan keagamaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.
Fasilitas Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA
Untuk menunjang kegiatan pendidikan dan kehidupan santri, Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA menyediakan berbagai fasilitas, antara lain:
- Lingkungan pesantren yang nyaman dan tenang untuk menghafal Al-Quran.
- Asrama santri.
- Masjid.
- Ruang kelas.
- Laboratorium komputer.
- Perpustakaan.
- Sarana olahraga.
Dengan fasilitas tersebut, santri dapat menjalani proses pendidikan secara lebih optimal dalam suasana yang mendukung kegiatan belajar dan ibadah.
Komitmen Mencetak Generasi Qur’ani
Sejak awal berdiri hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan tahfizh, Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA terus berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi para santri.
Perjalanan panjang pesantren ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, para ulama, alumni pesantren, hingga para pengajar yang ikut berkontribusi dalam mendidik generasi penghafal Al-Quran.
Dengan semangat mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan memiliki keterampilan masa depan, Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran IBNU SINA terus mengembangkan pendidikan pesantren yang relevan dengan kebutuhan zaman.

