TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Cloudflare Luncurkan Kitesurf, Browser Khusus AI Agent yang Lebih Hemat Memori

 

Cloudflare Luncurkan Kitesurf, Browser Khusus AI Agent yang Lebih Hemat Memori
Sumber Gambar : Kompas

Jogjaterkini.id - Cloudflare resmi memperkenalkan Kitesurf, sebuah browser yang dirancang khusus untuk kebutuhan agen kecerdasan buatan atau AI agent. Berbeda dari browser pada umumnya yang mengutamakan kebutuhan pengguna manusia, Kitesurf dibangun untuk menjalankan berbagai tugas yang diperlukan agen AI saat berinteraksi dengan internet.

Cloudflare mengklaim browser tersebut mampu menggunakan sumber daya perangkat secara jauh lebih hemat dibandingkan browser berbasis Chromium. Penghematan ini terutama terlihat pada penggunaan memori dan prosesor ketika AI agent menjalankan tugas seperti mengambil data HTML maupun membuat screenshot halaman web.

Kitesurf Dirancang Khusus untuk AI Agent

Kitesurf hadir dengan pendekatan berbeda dari browser yang selama ini digunakan pengguna sehari-hari. Cloudflare mengurangi sejumlah fitur yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh agen AI agar penggunaan sumber daya dapat ditekan.

Beberapa fitur yang tidak disertakan dalam Kitesurf antara lain:

  • Tab untuk menjelajah banyak halaman secara manual.
  • Ekstensi browser.
  • Tema tampilan.
  • Rendering visual hingga 60 frame per detik.

Sebagai gantinya, Kitesurf berfokus pada fungsi yang lebih relevan bagi AI agent. Browser ini dapat digunakan untuk mengambil konten HTML terstruktur, menjalankan JavaScript, serta menghasilkan screenshot dari halaman web.

Pendekatan tersebut membuat Kitesurf tidak perlu membawa berbagai komponen yang biasanya diperlukan untuk pengalaman browsing manusia.

Konsumsi Memori Kitesurf Lebih Rendah

Salah satu keunggulan yang diklaim Cloudflare adalah penggunaan memori yang lebih kecil dibandingkan Chromium.

Dalam pengujian menggunakan 14 URL atau situs web, Kitesurf disebut mampu menggunakan memori hingga tujuh kali lebih rendah dibandingkan Chromium.

Untuk tugas membuat screenshot, misalnya, Kitesurf membutuhkan sekitar 57,8 MB memori. Sementara itu, Chromium menggunakan sekitar 271 MB untuk tugas yang sama.

Perbedaan juga terlihat ketika browser digunakan untuk mengekstrak konten HTML. Kitesurf membutuhkan sekitar 39,4 MB, sedangkan Chromium mencapai sekitar 273,7 MB.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pengurangan berbagai fitur visual dan antarmuka pada Kitesurf memberikan dampak terhadap kebutuhan sumber daya.

Penggunaan CPU Juga Lebih Hemat

Selain memori, Cloudflare mengklaim Kitesurf membutuhkan prosesor lebih sedikit ketika menjalankan tugas tertentu.

Dalam pengujian yang sama, Kitesurf disebut menggunakan CPU sekitar 3,1 kali lebih sedikit dibandingkan Chromium untuk membuat screenshot halaman web.

Pada proses ekstraksi HTML, penggunaan CPU Kitesurf bahkan diklaim sekitar 3,8 kali lebih rendah daripada Chromium.

Penghematan tersebut menjadi penting ketika browser tidak hanya digunakan untuk satu agen AI. Dalam skenario penggunaan skala besar, satu sistem dapat menjalankan banyak agen secara bersamaan.

Dengan kebutuhan CPU dan memori yang lebih kecil, infrastruktur dapat menangani lebih banyak proses tanpa harus meningkatkan sumber daya secara signifikan.

Chromium Masih Lebih Cepat dalam Menyelesaikan Tugas

Meskipun unggul dalam penggunaan sumber daya, Kitesurf belum sepenuhnya mengalahkan Chromium dari sisi kecepatan.

Cloudflare mencatat Chromium mampu menyelesaikan tugas sekitar 1,7 kali lebih cepat dibandingkan Kitesurf. Salah satu penyebabnya adalah Chromium memiliki mesin Just-In-Time atau JIT yang lebih matang.

Namun, Cloudflare menilai kecepatan bukan satu-satunya faktor penting untuk browser yang digunakan AI agent.

Dalam penggunaan agen AI, jumlah proses yang dapat dijalankan secara bersamaan serta biaya infrastruktur menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting. Browser dengan konsumsi CPU dan memori lebih rendah berpotensi membantu pengembang menjalankan lebih banyak agen dalam sumber daya yang sama.

Kitesurf Mendukung Puppeteer dan Playwright

Kitesurf juga dilengkapi dukungan terhadap Chrome DevTools Protocol atau CDP. Dukungan tersebut memungkinkan browser digunakan bersama sejumlah perangkat pengembangan yang sudah populer di kalangan pengembang web.

Dua tools yang dapat digunakan bersama Kitesurf antara lain Puppeteer dan Playwright.

Dukungan tersebut membuat Kitesurf tidak sepenuhnya menjadi lingkungan baru yang mengharuskan pengembang meninggalkan perangkat yang sudah digunakan dalam pengembangan dan otomatisasi browser.

Keamanan Jadi Salah Satu Fokus Kitesurf

Cloudflare turut membekali Kitesurf dengan sistem isolasi untuk meningkatkan keamanan ketika AI agent mengakses halaman web yang tidak tepercaya.

Aspek ini menjadi penting karena AI agent dapat melakukan interaksi dengan berbagai situs di internet secara otomatis. Berbeda dengan manusia yang dapat mempertimbangkan sebelum membuka atau berinteraksi dengan halaman tertentu, agen AI dapat menjalankan tugas berdasarkan instruksi dan proses otomatis.

Sistem isolasi diharapkan dapat memberikan lapisan perlindungan ketika agen AI harus mengakses konten web yang memiliki tingkat kepercayaan berbeda.

Dibangun Menggunakan Rust dan WebAssembly

Dari sisi teknologi, Kitesurf dibangun menggunakan Rust dan WebAssembly atau Wasm. Browser tersebut juga dirancang untuk berjalan sepenuhnya di atas Cloudflare Workers.

Cloudflare menyebut pengembangan versi beta Kitesurf dilakukan dalam waktu sekitar 12 minggu. Meski dikembangkan dalam waktu relatif singkat, browser tersebut telah melewati lebih dari 215.000 Web Platform Tests atau WPT.

Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kompatibilitas Kitesurf dengan berbagai standar platform web.

Kode Sumber Kitesurf Akan Dibuka

Cloudflare juga berencana membuka kode sumber Kitesurf kepada publik. Namun, pembukaan kode tersebut baru akan dilakukan setelah perusahaan menilai tahap pengembangannya sudah siap.

Langkah ini berpotensi memberikan kesempatan bagi pengembang untuk melihat bagaimana browser yang secara khusus ditujukan untuk AI agent tersebut dibangun dan dikembangkan.

Untuk saat ini, Kitesurf masih tersedia dalam tahap beta. Pengguna dapat mencobanya secara gratis melalui layanan Browser Run milik Cloudflare.

Kitesurf Membawa Konsep Baru Browser untuk AI

Kehadiran Kitesurf menunjukkan bahwa kebutuhan agen AI mulai mendorong perubahan pada teknologi browser. Jika browser konvensional dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan manusia, Kitesurf mengambil pendekatan berbeda dengan memprioritaskan tugas otomatis yang dilakukan AI agent.

Pengurangan fitur seperti tab, ekstensi, tema, dan rendering visual membuat browser ini dapat memusatkan sumber dayanya pada proses yang lebih penting bagi agen AI.

Meski masih kalah cepat dari Chromium dalam penyelesaian tugas, klaim penggunaan CPU dan memori yang lebih rendah membuat Kitesurf memiliki pendekatan tersendiri, terutama untuk skenario yang membutuhkan banyak agen AI berjalan secara bersamaan.

Dengan status beta yang masih berjalan dan rencana pembukaan kode sumber di masa mendatang, perkembangan Kitesurf akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan dalam persaingan teknologi browser yang semakin beradaptasi dengan kebutuhan kecerdasan buatan.

Ketik kata kunci lalu Enter

close