Jogjaterkini.id - Google menghadirkan pembaruan pada layanan Google Discover yang memungkinkan pengguna mengatur jenis konten yang ingin lebih sering atau lebih jarang muncul di beranda rekomendasi. Melalui fitur berbasis bahasa alami, pengguna dapat menyampaikan preferensi secara langsung menggunakan prompt.
Pembaruan ini menjadi langkah baru dalam sistem personalisasi konten Google. Jika sebelumnya Google Discover lebih banyak mengandalkan aktivitas pengguna untuk memahami minat, kini pengguna dapat memberikan instruksi secara eksplisit mengenai informasi yang ingin mereka lihat.
Dengan pendekatan tersebut, proses penyesuaian rekomendasi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada riwayat artikel yang dibaca, kata kunci yang dicari, topik yang diikuti, maupun konten yang sebelumnya disembunyikan.
Google Discover Beri Pengguna Kontrol Lebih Besar
Google Discover selama ini berfungsi sebagai layanan rekomendasi yang menyajikan berbagai informasi berdasarkan minat dan aktivitas pengguna. Sistem akan memprediksi topik yang dianggap relevan tanpa pengguna harus melakukan pencarian secara manual.
Berbagai sinyal digital digunakan untuk membentuk rekomendasi tersebut. Aktivitas membaca artikel, pencarian, topik yang diminati, hingga interaksi terhadap konten tertentu dapat menjadi bagian dari pertimbangan sistem.
Namun, metode tersebut tidak selalu menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna saat ini.
Seseorang yang sebelumnya sering membaca satu topik, misalnya, belum tentu masih ingin menerima konten serupa dalam jumlah besar. Sebaliknya, pengguna mungkin memiliki ketertarikan baru yang belum cukup tercermin melalui aktivitas digital mereka.
Melalui fitur baru berbasis prompt, pengguna kini dapat menjelaskan secara langsung perubahan minat tersebut kepada sistem.
Pengguna Bisa Menentukan Konten yang Ingin Lebih Sering Muncul
Berdasarkan informasi yang dilaporkan 9to5Google, fitur ini memungkinkan pengguna memberikan instruksi melalui antarmuka berbasis prompt.
Pengguna dapat menyampaikan topik atau jenis informasi yang ingin lebih banyak ditampilkan dalam rekomendasi Google Discover. Sebaliknya, pengguna juga dapat meminta agar konten tertentu dikurangi.
Sebagai contoh, pengguna dapat mengarahkan sistem untuk lebih banyak menampilkan informasi mengenai:
- Berita teknologi
- Perkembangan kecerdasan buatan
- Olahraga tertentu
- Bisnis
- Hiburan
- Topik lain sesuai minat pengguna
Pengaturan tersebut juga dapat digunakan untuk mengurangi kemunculan tema yang dianggap sudah tidak relevan.
Dengan kata lain, pengguna tidak perlu menunggu algoritma mempelajari perubahan perilaku mereka dalam waktu tertentu. Preferensi dapat disampaikan secara langsung menggunakan bahasa sehari-hari.
Google Dapat Mengajukan Pertanyaan untuk Memahami Preferensi
Menariknya, sistem tidak hanya menerima instruksi secara satu arah. Google disebut dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk memperjelas preferensi yang diberikan pengguna.
Pendekatan ini memungkinkan sistem memahami maksud pengguna dengan lebih rinci sebelum melakukan penyesuaian pada rekomendasi.
Setelah preferensi disampaikan, Google Discover dapat menyesuaikan konten yang muncul dengan lebih cepat dibandingkan metode sebelumnya yang lebih bergantung pada pola perilaku pengguna.
Preferensi yang telah diberikan juga dapat diingat oleh sistem sehingga personalisasi dapat diterapkan pada rekomendasi berikutnya.
Perubahan tersebut membuat proses pengaturan Discover menjadi lebih sederhana. Pengguna tidak lagi hanya mengandalkan pilihan seperti menyembunyikan konten atau menandai topik tertentu sebagai tidak menarik.
Google Discover Berubah dari Sistem Prediksi Menjadi Lebih Interaktif
Sejak awal, Google Discover dikembangkan untuk menyajikan informasi secara proaktif. Pengguna tidak perlu mengetikkan kata kunci terlebih dahulu seperti ketika menggunakan mesin pencari.
Sistem akan mencoba memprediksi informasi yang berpotensi menarik berdasarkan berbagai aktivitas pengguna.
Model tersebut membuat Discover berbeda dari layanan pencarian konvensional. Namun, sistem prediksi memiliki keterbatasan karena minat seseorang dapat berubah dalam waktu singkat.
Pembaruan berbasis bahasa alami membuka cara baru dalam mengatur rekomendasi. Pengguna kini dapat memberikan masukan secara langsung mengenai apa yang mereka butuhkan.
Dengan demikian, hubungan antara pengguna dan sistem rekomendasi menjadi lebih interaktif. Google tidak hanya mengandalkan prediksi, tetapi juga dapat menerima instruksi eksplisit untuk menyusun rekomendasi.
Google News Tambahkan Personalisasi Audio Briefing
Pembaruan personalisasi juga diperluas ke layanan Google News, khususnya pada fitur audio briefing.
Pengguna dapat menentukan kategori berita yang ingin dimasukkan dalam rangkuman audio harian. Beberapa kategori yang tersedia mencakup:
- Berita utama
- Bisnis
- Hiburan dan gaya hidup
- Olahraga
- Sains dan teknologi
- Kategori berita lainnya yang tersedia
Pengaturan tersebut juga dapat dibuat lebih spesifik sesuai bidang yang diminati.
Pada kategori hiburan, misalnya, pengguna dapat memilih minat tertentu seperti film, musik, televisi, seni, maupun desain.
Dengan sistem personalisasi tersebut, rangkuman audio harian dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Informasi yang diterima pun berpotensi menjadi lebih relevan dengan topik yang ingin diikuti.
Google Siapkan Fitur Sumber Pilihan untuk Media dan Penerbit
Tidak hanya berfokus pada pengguna, Google juga menghadirkan pembaruan yang berkaitan dengan penerbit media dan pemilik situs web.
Google meluncurkan fitur berupa tombol interaktif bernama Sumber Pilihan yang dapat disematkan pada halaman situs.
Melalui tombol tersebut, pembaca dapat menjadikan suatu publikasi sebagai salah satu sumber favorit mereka. Setelah memilih sumber, pembaca akan diarahkan kembali ke bagian terakhir yang sebelumnya mereka baca di situs terkait.
Fitur Sumber Pilihan direncanakan tersedia pada sejumlah bagian layanan Google, termasuk:
- Korsel Top Stories
- AI Overview
- AI Mode
Kehadiran fitur ini membuka kesempatan bagi penerbit untuk membangun hubungan yang lebih langsung dengan pembaca.
Bagi media digital, pilihan pengguna untuk menjadikan sebuah publikasi sebagai sumber favorit dapat menjadi bagian penting dalam membangun loyalitas audiens.
Dampak Pembaruan Google Discover bagi Strategi Konten
Pembaruan Google Discover berpotensi membawa perubahan pada cara konten didistribusikan kepada pengguna.
Selama ini, berbagai sinyal perilaku seperti klik, aktivitas membaca, pencarian, serta interaksi terhadap konten memiliki peran dalam membentuk rekomendasi.
Dengan hadirnya kontrol berbasis prompt, pengguna kini dapat memberikan arahan secara langsung mengenai minat mereka.
Kondisi ini membuat pemahaman terhadap kebutuhan audiens menjadi semakin penting bagi penerbit dan kreator konten.
Konten yang memiliki topik jelas dan relevan dengan minat spesifik pembaca berpotensi lebih mudah ditemukan oleh pengguna yang memang mencari informasi dalam kategori tersebut.
Perubahan ini juga menunjukkan arah pengembangan layanan Google yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan dan interaksi menggunakan bahasa alami.
Pengguna tidak lagi hanya berperan sebagai penerima rekomendasi yang ditentukan oleh algoritma. Mereka kini memiliki ruang lebih besar untuk ikut mengarahkan jenis informasi yang ingin diterima.
Era Baru Personalisasi Konten di Google Discover
Kehadiran fitur prompt menjadi perkembangan baru dalam sistem rekomendasi Google Discover.
Pengguna kini dapat menyampaikan preferensi secara lebih sederhana tanpa harus terlebih dahulu membentuk pola aktivitas tertentu agar algoritma memahami minat mereka.
Sementara itu, personalisasi audio briefing di Google News memberikan pilihan tambahan dalam menentukan jenis informasi yang ingin dikonsumsi setiap hari.
Di sisi lain, fitur Sumber Pilihan membuka peluang bagi penerbit untuk memperkuat hubungan dengan audiens melalui ekosistem layanan Google.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, Google Discover bergerak menuju sistem rekomendasi yang lebih personal dan interaktif. Pengguna tidak hanya menunggu algoritma menentukan konten yang dianggap menarik, tetapi juga dapat memberikan arahan secara langsung mengenai informasi yang ingin lebih sering, maupun lebih jarang, muncul dalam rekomendasi.

