TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Mengenal Perbedaan Baterai LFP, LFMP, dan NMC pada Mobil Listrik

 

Mengenal Perbedaan Baterai LFP, LFMP, dan NMC pada Mobil Listrik
Gambar dibuat oleh AI

JogjaTerkini.id - Baterai menjadi salah satu bagian paling penting dalam sebuah mobil listrik. Komponen ini tidak hanya menentukan seberapa jauh kendaraan dapat melaju dalam sekali pengisian daya, tetapi juga berkaitan dengan performa, daya tahan, serta karakter kendaraan.

Seiring perkembangan kendaraan listrik, produsen menggunakan berbagai jenis kimia baterai untuk menyesuaikan kebutuhan kendaraan. Tiga jenis yang banyak dibahas saat ini adalah Lithium Iron Phosphate (LFP), Lithium Ferro Manganese Phosphate (LFMP), dan Nickel Manganese Cobalt (NMC).

Masing-masing memiliki kelebihan dan karakteristik berbeda. LFP dikenal memiliki daya tahan yang baik, LFMP menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dengan karakter yang mendekati LFP, sedangkan NMC banyak digunakan untuk kendaraan yang membutuhkan performa tinggi.

LFP Mengutamakan Daya Tahan dan Keselamatan

Lithium Iron Phosphate atau LFP menjadi salah satu jenis baterai yang dikenal karena karakter durabilitasnya. Teknologi ini memiliki siklus penggunaan yang lebih panjang sehingga kesehatan baterai dapat dipertahankan dalam waktu lebih lama.

Menurut Raihan Wiradibrata, R&D Engineer Gotion, LFP memiliki karakter yang durable dan aman serta mempunyai siklus baterai lebih panjang.

Karakter tersebut membuat LFP sesuai untuk kendaraan yang lebih mengutamakan ketahanan baterai dibandingkan kepadatan energi yang sangat tinggi.

Dari sisi tegangan sel, LFP memiliki voltase sekitar 3,2 volt. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan NMC yang berada di sekitar 3,7 volt.

Meski demikian, kapasitas dan performa akhir kendaraan tidak hanya ditentukan oleh jenis sel baterai. Desain serta spesifikasi battery pack juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan produsen kendaraan.

LFMP Hadir dengan Kepadatan Energi Lebih Tinggi

Lithium Ferro Manganese Phosphate atau LFMP dapat dipandang sebagai teknologi yang mengambil karakter dari LFP, tetapi dengan peningkatan pada aspek kepadatan energi.

Raihan menjelaskan bahwa LFMP memiliki karakter yang mirip dengan LFP, tetapi menawarkan energy density lebih tinggi. Dengan karakter tersebut, LFMP dapat menempati posisi di antara LFP dan NMC.

Kepadatan energi merupakan salah satu aspek penting pada kendaraan listrik. Semakin tinggi kepadatan energi, semakin besar energi yang dapat disimpan dalam baterai dengan ukuran dan bobot yang sama.

Karena itu, LFMP berpotensi digunakan ketika kendaraan membutuhkan kombinasi antara performa dan daya tahan baterai. Teknologi ini mempertahankan sejumlah karakter LFP, sementara kemampuan penyimpanan energinya ditingkatkan.

Secara sederhana, performa LFMP disebut dapat mendekati NMC, tetapi karakter durabilitasnya tetap seperti LFP.

NMC Dirancang untuk Kebutuhan Performa Tinggi

Berbeda dari LFP dan LFMP, Nickel Manganese Cobalt atau NMC lebih banyak digunakan pada kendaraan yang membutuhkan performa tinggi.

NMC mempunyai kepadatan energi yang sangat tinggi. Artinya, baterai dapat menyimpan energi dalam jumlah besar tanpa membutuhkan ruang sebesar baterai dengan kepadatan energi lebih rendah untuk kapasitas yang sama.

Karakter tersebut menjadi keuntungan bagi kendaraan yang membutuhkan tenaga besar, tetapi memiliki keterbatasan ruang untuk penempatan battery pack.

Menurut Raihan, NMC biasanya digunakan pada mobil high performance karena energy density-nya sangat tinggi. Namun, siklus baterainya tidak sebanyak LFP dan karakter materialnya lebih reaktif.

Dengan demikian, NMC menawarkan keunggulan pada kepadatan energi dan performa, tetapi memiliki karakter durabilitas yang berbeda dibandingkan LFP.

Perbandingan LFP, LFMP, dan NMC

Jika dibandingkan berdasarkan karakter utamanya, ketiga jenis baterai tersebut memiliki fokus yang berbeda.

  • LFP: mengutamakan durabilitas, keselamatan, dan siklus baterai yang lebih panjang.
  • LFMP: memiliki karakter yang mendekati LFP dengan kepadatan energi lebih tinggi.
  • NMC: menawarkan kepadatan energi sangat tinggi dan lebih sesuai untuk kendaraan berperforma tinggi.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu jenis baterai yang secara mutlak paling unggul untuk seluruh jenis mobil listrik.

Pemilihan teknologi baterai perlu disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan, mulai dari target performa, kapasitas, ruang yang tersedia hingga karakter penggunaan.

Kapasitas Battery Pack Juga Menentukan Performa

Jenis sel baterai bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan sebuah mobil listrik. Desain battery pack dan spesifikasinya turut berpengaruh terhadap karakter akhir kendaraan.

Gotion menyebut spesifikasi serta desain battery pack dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan Original Equipment Manufacturer (OEM). Dengan demikian, produsen kendaraan dapat menentukan konfigurasi baterai sesuai dengan kebutuhan produk yang dikembangkan.

Hal ini berarti dua kendaraan yang menggunakan jenis kimia baterai yang sama belum tentu mempunyai kapasitas dan karakter performa yang identik.

Kapasitas menjadi salah satu pembeda yang dapat disesuaikan berdasarkan rancangan kendaraan dan kebutuhan produsen.

Mana yang Lebih Cocok untuk Mobil Listrik?

Pemilihan baterai pada mobil listrik pada akhirnya bergantung pada tujuan penggunaannya.

LFP lebih tepat untuk kendaraan yang mengutamakan daya tahan dan umur baterai. Karakter siklus baterainya yang panjang menjadi salah satu keunggulan utama teknologi tersebut.

LFMP menawarkan alternatif bagi kendaraan yang membutuhkan kepadatan energi lebih tinggi, tetapi tetap ingin mempertahankan karakter durabilitas yang mendekati LFP.

Sementara itu, NMC lebih sesuai untuk kendaraan yang membutuhkan performa tinggi dan kapasitas energi besar dalam ruang baterai yang relatif terbatas.

Dengan memahami karakter ketiganya, konsumen dapat melihat bahwa teknologi baterai pada mobil listrik tidak hanya berkaitan dengan kapasitas dalam kilowatt-hour (kWh). Jenis kimia sel, kepadatan energi, durabilitas, serta desain battery pack turut menentukan karakter kendaraan secara keseluruhan.

Pada akhirnya, LFP, LFMP, dan NMC dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda. LFP menonjol pada durabilitas, LFMP mencoba menggabungkan daya tahan dengan kepadatan energi yang lebih tinggi, sedangkan NMC menawarkan kepadatan energi dan performa yang lebih tinggi.

Ketik kata kunci lalu Enter

close