![]() |
| Sumber Gambar : Liputan6 |
Jogjaterkini.id - Paris Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa setelah menjuarai Piala Super Eropa 2026. Kemenangan 2-1 atas Aston Villa di Red Bull Arena, Salzburg, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB, bukan sekadar menghadirkan trofi tambahan bagi klub asal Prancis tersebut, tetapi juga mengukir catatan bersejarah yang sebelumnya hanya mampu dicapai dua klub elite Benua Biru.
Keberhasilan mempertahankan gelar membuat PSG menjadi tim ketiga dalam sejarah yang mampu menjuarai Piala Super Eropa dua musim berturut-turut. Sebelumnya, pencapaian serupa hanya diraih AC Milan dan Real Madrid.
PSG Lengkapi Daftar Klub dengan Gelar Beruntun
Kesuksesan PSG mempertahankan trofi memperlihatkan konsistensi mereka di level tertinggi sepak bola Eropa. Setelah menjuarai edisi 2025, Les Parisiens kembali tampil sebagai pemenang pada 2026 dengan menundukkan Aston Villa dalam laga yang berlangsung ketat.
Capaian tersebut semakin mempertegas dominasi PSG dalam beberapa musim terakhir. Klub ibu kota Prancis itu kini sejajar dengan AC Milan dan Real Madrid dalam daftar tim yang berhasil mempertahankan gelar Piala Super Eropa secara beruntun.
Pada edisi sebelumnya, PSG juga menunjukkan mental juara saat mengalahkan Tottenham Hotspur melalui adu penalti setelah sempat tertinggal dua gol.
Jejak AC Milan dan Real Madrid
Sebelum PSG mencatatkan sejarahnya, AC Milan menjadi klub pertama yang sukses mempertahankan gelar Piala Super Eropa. Rossoneri melakukannya pada 1989 dan 1990 di era kepemimpinan pelatih Arrigo Sacchi.
Pada 1989, Milan mengalahkan Barcelona dengan agregat 2-1 setelah bermain imbang 1-1 di Camp Nou dan menang 1-0 pada leg kedua di San Siro. Setahun berselang, mereka kembali berjaya dengan menundukkan Sampdoria melalui agregat 3-1.
Prestasi serupa kemudian diulang Real Madrid pada 2016 dan 2017. Los Blancos lebih dulu mengatasi perlawanan Sevilla sebelum mempertahankan gelar dengan kemenangan 2-1 atas Manchester United pada musim berikutnya.
Duel Ketat PSG dan Aston Villa
Final Piala Super Eropa 2026 berlangsung sengit sejak menit awal. PSG membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Khvicha Kvaratskhelia yang memanfaatkan peluang untuk membawa timnya unggul lebih dulu.
Keunggulan tersebut bertahan hingga penghujung babak pertama. Namun Aston Villa mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-45 lewat Brian Madjo.
Gol tersebut memiliki arti khusus karena membuat Madjo yang baru berusia 17 tahun tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa.
Memasuki babak kedua, kedua tim saling menekan demi mencari gol kemenangan. PSG akhirnya kembali unggul pada menit ke-62 melalui Desire Doue.
VAR Sahkan Gol Penentu Kemenangan
Gol Doue sempat menimbulkan perdebatan setelah dianulir karena dugaan offside. Namun setelah dilakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit memutuskan gol tersebut sah.
Keputusan itu memastikan PSG kembali memimpin 2-1. Aston Villa berupaya mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir, tetapi pertahanan PSG mampu menjaga keunggulan sampai peluit panjang dibunyikan.
Hasil tersebut memastikan trofi Piala Super Eropa kembali menjadi milik Les Parisiens sekaligus melengkapi pencapaian bersejarah mereka di kompetisi tersebut.
Rekor Negatif Unai Emery Bertambah
Di sisi lain, hasil di Salzburg memperpanjang catatan kurang menggembirakan bagi pelatih Aston Villa, Unai Emery.
Kekalahan dari PSG menjadi kegagalan keempat Emery dalam partai Piala Super Eropa. Sebelumnya, pelatih asal Spanyol itu juga gagal meraih trofi saat menangani Sevilla pada 2014 dan 2015, serta Villarreal pada 2021.
Meski belum berhasil membawa Aston Villa meraih gelar, perjalanan klub Inggris tersebut hingga mencapai partai perebutan trofi tetap menjadi pencapaian penting. Sementara bagi PSG, kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu klub paling dominan di sepak bola Eropa saat ini.

