JogjaTerkini.id - Penggunaan kaca film pada mobil bukan hanya berkaitan dengan tampilan kendaraan. Di tengah cuaca tropis seperti Indonesia, kaca film juga berperan dalam membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam kabin sekaligus memberikan perlindungan dari paparan radiasi matahari.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih kaca film adalah kemampuannya dalam menolak radiasi infra merah atau infrared rejection (IRR). Radiasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat suhu di dalam kendaraan terasa semakin panas ketika mobil terpapar sinar matahari.
Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak memilih kaca film hanya berdasarkan tingkat kegelapan atau tampilannya. Teknologi yang digunakan serta kemampuan perlindungannya juga menjadi pertimbangan penting.
Radiasi Infra Merah Bisa Membuat Kabin Mobil Semakin Panas
Sinar matahari tidak hanya membawa cahaya yang terlihat oleh mata. Di dalamnya terdapat radiasi infra merah yang turut berkontribusi terhadap panas yang dirasakan ketika seseorang berada di dalam kendaraan.
Paparan panas dari radiasi infra merah juga dapat meningkatkan suhu kulit dan tubuh. Dalam berbagai riset, kondisi tersebut dikaitkan dengan produksi keringat berlebih, kelelahan, hingga potensi dampak terhadap kulit.
Kondisi ini membuat kaca film dengan kemampuan menolak radiasi infra merah menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan, terutama bagi kendaraan yang sering digunakan untuk aktivitas sehari-hari di wilayah beriklim tropis.
Jangan Hanya Melihat Tingkat Kegelapan Kaca Film
Tingkat kegelapan kaca film memang menjadi salah satu aspek yang sering diperhatikan pemilik mobil. Namun, kaca film yang lebih gelap tidak secara otomatis menunjukkan kemampuan penolakan panas yang lebih baik.
Teknologi pada material kaca film justru menjadi faktor penting untuk melihat seberapa besar perlindungan yang dapat diberikan terhadap radiasi matahari.
Selain menolak panas, kaca film juga perlu memiliki kemampuan menyaring sinar ultraviolet serta tetap mempertahankan kejernihan pandangan dari dalam kendaraan.
Dengan demikian, pemilihan kaca film dapat disesuaikan dengan kebutuhan kenyamanan, perlindungan penumpang, serta keamanan saat berkendara.
CoreNano Technology pada Kaca Film UFILM
Salah satu produk yang mengusung teknologi untuk kebutuhan tersebut adalah UFILM. Produk ini dibekali CoreNano Technology yang dirancang untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan pada kendaraan di iklim tropis.
CoreNano Technology memiliki tiga fitur utama yang menjadi bagian dari sistem perlindungannya.
Ultimate HeatShield
Fitur Ultimate HeatShield dirancang untuk membantu menolak panas yang berasal dari radiasi infra merah matahari.
Teknologi tersebut diklaim memiliki kemampuan Infrared Rejection atau IRR hingga 97 persen. Kemampuan ini ditujukan untuk membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam kabin sehingga suhu kendaraan dapat terasa lebih nyaman.
Bagi pengendara yang kerap menggunakan mobil pada siang hari, kemampuan penolakan radiasi infra merah menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan ketika memilih kaca film.
UV GuardPro
Selain perlindungan terhadap panas, CoreNano Technology juga dilengkapi UV GuardPro.
Fitur ini memiliki kemampuan UV Rejection atau UVR hingga 99 persen. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap penumpang dari paparan sinar ultraviolet.
Tidak hanya bagi penumpang, perlindungan terhadap sinar UV juga berkaitan dengan kondisi interior kendaraan. Paparan UV secara terus-menerus dapat berisiko menyebabkan material interior mengalami kepudaran.
NanoCore dengan OPTIClear Vision
Fitur berikutnya adalah NanoCore yang dilengkapi OPTIClear Vision.
Teknologi ini menawarkan kejernihan visibilitas dari dalam kendaraan. Dengan pandangan yang tetap terang dan jelas, pengemudi dapat mempertahankan visibilitas ketika berkendara pada kondisi siang maupun malam hari.
Aspek kejernihan tersebut menjadi penting karena kaca film tidak hanya dituntut mampu memberikan perlindungan dari panas, tetapi juga tidak mengganggu pandangan pengemudi.
UFILM Digunakan Puluhan Ribu Kendaraan di Indonesia
Teknologi kaca film tersebut turut diperkenalkan UPPF Indonesia bersama UFILM dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026.
Dalam gelaran tersebut, UPPF Indonesia dan UFILM kembali menampilkan berbagai teknologi proteksi kendaraan yang mereka tawarkan kepada masyarakat.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, lebih dari 50.000 unit kendaraan di Indonesia telah menggunakan kaca film UFILM.
UFILM juga dipercaya menjadi mitra jaringan sejumlah merek kendaraan yang beroperasi di Indonesia. Beberapa di antaranya yakni Chery, iCAR, Leapmotor, Jaecoo, VinFast, Citroën, BYD, dan Geely.
Kepercayaan dari pengguna kendaraan serta sejumlah merek otomotif tersebut menjadi bagian dari perkembangan penggunaan teknologi proteksi kendaraan di Indonesia.
Hadirkan Konsep Proteksi dan Tampilan Kendaraan
Selain memperkenalkan teknologi kaca film, booth UPPF dan UFILM di GIIAS 2026 juga menampilkan unit iCar V23 milik Den Dimas.
Kendaraan listrik dengan desain retro-futuristis tersebut mendapatkan perlindungan menggunakan UPPF Hammerhead Clear yang dipadukan dengan UPPF Color Cobia Stone White dan Cobia Black Satin.
Perpaduan tersebut menghasilkan tampilan Classic Two-Tone yang memberikan karakter visual berbeda pada kendaraan.
Kehadiran unit tersebut menunjukkan bahwa perlindungan kendaraan tidak selalu harus mengesampingkan aspek estetika. Material proteksi dapat dipadukan dengan konsep desain tertentu untuk mempertahankan tampilan kendaraan sekaligus memberikan perlindungan tambahan.
Pertimbangkan Teknologi Sebelum Memilih Kaca Film
Memilih kaca film mobil sebaiknya tidak hanya berdasarkan warna atau tingkat kegelapannya. Kemampuan menolak radiasi infra merah, perlindungan terhadap sinar ultraviolet, serta tingkat kejernihan pandangan merupakan beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
Teknologi seperti CoreNano pada UFILM menawarkan kombinasi perlindungan panas, penyaringan sinar UV, dan visibilitas dalam satu sistem.
Dengan mempertimbangkan karakteristik tersebut, pemilik kendaraan dapat memilih kaca film yang lebih sesuai dengan kebutuhan berkendara di wilayah tropis, terutama untuk penggunaan kendaraan yang cukup sering terpapar sinar matahari.

