TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Google Cloud Rilis Gemini Agent for Work, Asisten AI Otonom untuk Selesaikan Tugas Kompleks

Google Cloud Rilis Gemini Agent for Work: Asisten AI Otonom untuk Selesaikan Tugas Kompleks
Sumber Gambar : Mughu


Jogjaterkini.id - Google Cloud memperkenalkan Gemini agent for work, agen kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan secara otomatis. Teknologi ini memungkinkan pengguna memberikan target pekerjaan, kemudian AI menyusun langkah-langkah yang diperlukan hingga menghasilkan keluaran akhir.

Berbeda dari chatbot konvensional yang umumnya merespons pertanyaan satu per satu, Gemini agent for work dikembangkan untuk menangani tugas yang lebih kompleks. Kemampuannya mencakup riset informasi, pembuatan dokumen dan presentasi, analisis data, hingga penulisan serta eksekusi kode.

Google juga merancang agen ini agar mampu menjalankan pekerjaan yang membutuhkan waktu berjam-jam hingga berhari-hari. Pengguna dapat meninggalkan proses pengerjaan dan melanjutkannya melalui perangkat lain tanpa harus mengulangi penjelasan konteks dari awal.

Kehadiran Gemini agent for work menjadi bagian dari pengembangan AI yang tidak hanya membantu memberikan informasi, tetapi juga mengambil peran dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, baik untuk kebutuhan individu maupun tim perusahaan.

Gemini Agent for Work Bisa Menjadi Asisten Pribadi dan Rekan Kerja Virtual

Salah satu kemampuan utama Gemini agent for work adalah menjalankan dua peran sekaligus, yakni sebagai asisten pribadi dan rekan kerja virtual dalam sebuah tim.

Sebagai asisten pribadi, agen AI ini dapat membantu pengguna mengerjakan tugas berdasarkan instruksi yang diberikan. Sementara itu, dalam lingkungan perusahaan, Gemini agent dapat dikonfigurasi sebagai rekan kerja virtual yang memiliki identitas tersendiri di Google Workspace.

Identitas tersebut dapat mencakup alamat e-mail, kalender, penyimpanan Google Drive, serta identitas dalam direktori perusahaan. Dengan fasilitas ini, anggota tim dapat memberikan tugas kepada agen AI sebagaimana mereka berkoordinasi dengan rekan kerja manusia.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menyiapkan agen khusus untuk membantu mengelola acara. Agen tersebut bisa ditugaskan menyusun dokumen persiapan, membantu mengoordinasikan pekerjaan, serta menindaklanjuti kebutuhan tim melalui Google Chat.

Karyawan juga dapat memanggil agen menggunakan tanda @Gemini di sejumlah aplikasi Workspace yang mendukung fitur tersebut.

Google menjelaskan bahwa agen beroperasi menggunakan identitasnya sendiri, bukan menyamar sebagai karyawan yang memberikan instruksi. Akses terhadap dokumen dan informasi perusahaan tetap mengikuti izin yang diberikan oleh pengguna atau tim.

Meski demikian, Google belum merinci apakah setiap konfigurasi Gemini agent akan otomatis memperoleh akun Google Workspace tersendiri atau fasilitas tersebut hanya tersedia untuk agen yang disiapkan sebagai rekan kerja virtual.

Terintegrasi dengan Berbagai Aplikasi dan Perangkat

Gemini agent for work dirancang agar dapat digunakan melalui berbagai perangkat dan lingkungan kerja. Pengguna tidak harus selalu membuka satu aplikasi khusus untuk memberikan instruksi atau memantau pekerjaan yang sedang berlangsung.

Berdasarkan informasi Google, agen ini dapat diakses melalui web, perangkat iOS dan Android, komputer Windows dan Mac, serta sejumlah lingkungan kerja seperti Google Workspace, Microsoft 365, Slack, dan command line.

Di dalam ekosistem Google Workspace, Gemini agent dapat bekerja dengan berbagai aplikasi, termasuk:

  • Gmail untuk kebutuhan komunikasi melalui e-mail.

  • Google Drive untuk mengakses dokumen yang telah mendapatkan izin.

  • Google Docs untuk membantu penyusunan dokumen.

  • Google Sheets untuk mengolah data.

  • Google Slides untuk menyiapkan presentasi.

  • Google Chat untuk mendukung koordinasi tim.

  • Google Calendar untuk membantu pengelolaan jadwal.

Integrasi lintas aplikasi tersebut memungkinkan agen menggabungkan informasi dari beberapa sumber untuk menyelesaikan satu pekerjaan.

Misalnya, pengguna meminta Gemini agent menjadwalkan rapat bersama tim yang biasa menangani acara regional. Agen dapat menelusuri ruang percakapan dan riwayat pekerjaan terkait untuk mengidentifikasi anggota tim, memeriksa kalender, kemudian memulai koordinasi melalui e-mail.

Dengan pendekatan tersebut, pengguna tidak perlu menjalankan setiap tahapan secara manual. Agen dapat menghubungkan sejumlah aktivitas yang sebelumnya harus dilakukan secara terpisah.

Mampu Membagi Pekerjaan ke Beberapa Agen AI

Untuk menyelesaikan tugas yang lebih rumit, Gemini agent for work dapat membentuk beberapa agen AI khusus atau sub-agent. Setiap agen mendapatkan tanggung jawab tertentu sehingga bagian pekerjaan dapat diselesaikan secara paralel maupun berurutan.

Sebagai gambaran, ketika menerima tugas membuat laporan bisnis, agen utama dapat membagi proses pengerjaan menjadi beberapa bagian.

Satu agen dapat bertugas mencari informasi, agen lainnya menganalisis data, sedangkan agen berikutnya membantu menyiapkan dokumen akhir. Setelah masing-masing bagian selesai, agen utama mengoordinasikan hasilnya sebelum menyerahkan laporan kepada pengguna.

Model kerja seperti ini memungkinkan AI menangani proses yang terdiri dari beberapa tahapan, bukan sekadar menghasilkan jawaban berdasarkan satu perintah.

Kemampuan tersebut berpotensi membantu pekerjaan yang membutuhkan pengumpulan informasi, pengolahan data, dan penyusunan dokumen secara bersamaan. Namun, kualitas hasil akhirnya tetap bergantung pada ketersediaan data, ketepatan instruksi, akses yang diberikan, serta kemampuan model AI yang digunakan.

Sistem Keamanan dan Kontrol Akses untuk Lingkungan Perusahaan

Karena dirancang untuk bekerja dengan dokumen dan sistem perusahaan, Gemini agent for work dilengkapi mekanisme keamanan dan kontrol administratif.

Google menyatakan setiap agen memiliki identitas yang dapat diverifikasi secara kriptografis. Agen juga harus mengikuti kebijakan keamanan serta aturan akses yang berlaku di organisasi tempatnya digunakan.

Sejumlah mekanisme keamanan yang dijelaskan Google meliputi:

  • Lingkungan terisolasi atau sandbox untuk menjalankan tugas kompleks.

  • Sistem khusus yang mengatur komunikasi agen dengan layanan eksternal.

  • Pencatatan aktivitas agen untuk keperluan audit.

  • Pembatasan akses berdasarkan izin yang diberikan melalui Google Workspace.

  • Mekanisme untuk menghentikan alur kerja yang berupaya mengirimkan informasi sensitif ke model AI yang tidak diizinkan.

Google juga menegaskan bahwa Gemini agent hanya dapat mengakses file yang secara eksplisit dibagikan kepadanya melalui izin Google Workspace.

Pengaturan tersebut menjadi bagian penting dalam penggunaan AI di lingkungan bisnis. Pasalnya, agen yang mampu menjalankan tugas secara mandiri juga membutuhkan pembatasan akses agar tidak menggunakan informasi di luar kewenangannya.

Bagi perusahaan, kontrol administratif dan pencatatan aktivitas dapat membantu memantau pekerjaan yang dilakukan agen. Meski begitu, penerapan teknologi ini tetap membutuhkan pengaturan izin yang tepat serta pengawasan sesuai kebijakan keamanan organisasi.

Gemini Agent Tidak Hanya Mengandalkan Model AI Google

Hal menarik lainnya, Gemini agent for work tidak hanya bergantung pada model kecerdasan buatan Gemini buatan Google.

Google menyebut agen ini dapat memilih model AI yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pada tahap yang dijelaskan, pilihan model mencakup Gemini dan Claude dari Anthropic.

Dukungan terhadap model AI lain, termasuk model proprietary dan open-weight, juga direncanakan menyusul.

Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam menjalankan beragam tugas. Sebab, pekerjaan tertentu mungkin membutuhkan kemampuan analisis, penalaran, atau pemrosesan kode yang berbeda.

Dengan pilihan beberapa model, agen dapat menggunakan kemampuan yang dianggap paling sesuai untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Namun, dukungan terhadap model tambahan masih mengikuti rencana pengembangan yang diumumkan Google.

Kapan Gemini Agent for Work Tersedia untuk Pengguna?

Saat ini, Gemini agent for work masih berada dalam tahap private preview atau pratinjau terbatas. Artinya, layanan tersebut baru tersedia bagi sejumlah pelanggan terpilih dan belum dapat digunakan secara luas oleh seluruh pengguna.

Google menyatakan ketersediaan yang lebih luas akan menyusul, tetapi belum mengumumkan tanggal pasti peluncurannya.

Setelah tersedia lebih luas, Gemini agent for work direncanakan terintegrasi langsung ke Gemini Enterprise. Google juga menyebut layanan tersebut akan disertakan tanpa biaya tambahan bagi pelanggan yang memenuhi persyaratan, termasuk melalui paket bisnis dan enterprise Google Workspace yang mendukungnya.

Informasi mengenai ketersediaan, cakupan integrasi, dan persyaratan penggunaan tetap perlu diperhatikan karena layanan masih berada dalam tahap pengembangan terbatas.

Gemini Agent Berpotensi Mengubah Cara Tim Menyelesaikan Pekerjaan

Kehadiran Gemini agent for work menunjukkan arah pengembangan AI yang semakin berfokus pada pelaksanaan tugas, bukan hanya menjawab pertanyaan pengguna.

Kemampuan untuk mengakses aplikasi kerja, menyusun tahapan penyelesaian, membagi pekerjaan kepada sub-agent, serta menjalankan proses dalam waktu panjang dapat membantu tim menangani berbagai aktivitas administratif dan operasional.

Bagi perusahaan, teknologi ini berpotensi digunakan untuk mendukung riset, penyusunan laporan, pengelolaan jadwal, koordinasi tim, dan pekerjaan lain yang melibatkan beberapa aplikasi sekaligus.

Meski demikian, Gemini agent for work masih memiliki batasan terkait ketersediaan layanan, izin akses, dan dukungan model AI. Pengguna juga perlu memastikan hasil pekerjaan yang dihasilkan agen sesuai dengan kebutuhan sebelum digunakan untuk mengambil keputusan penting.

Jika pengembangannya berjalan sesuai rencana, Gemini agent for work dapat menjadi salah satu pendekatan baru dalam pemanfaatan AI di lingkungan profesional, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan koordinasi lintas aplikasi dan penyelesaian beberapa tahapan secara berkelanjutan.

Ketik kata kunci lalu Enter

close