![]() |
| Gambar : Freepik |
Jogjaterkini.id – Kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa seorang pekerja bangunan di Kabupaten Bantul. Seorang buruh bernama Sarjiyono (42), warga Sumbermulyo, Bambanglipuro, dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik dan terjatuh dari ketinggian belasan meter saat bekerja di sebuah koperasi di wilayah Sumbermulyo.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sore. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya kejadian kecelakaan kerja yang berujung fatal itu.
"Benar, dilaporkan ada orang meninggal dunia. Korban terjatuh dari atap kanopi dikarenakan kesetrum arus listrik," kata Rita kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban saat itu sedang menjalankan pekerjaan pemasangan atap dan pagar lantai atas koperasi sesuai pesanan yang diterima tempat kerjanya. Setibanya di lokasi, Sarjiyono langsung melakukan pembongkaran besi kanopi sebagai bagian dari proses pengerjaan.
Namun, situasi berbahaya tak terhindarkan ketika salah satu besi yang dilepas korban tanpa sengaja menyentuh kabel listrik yang berada di sekitar area kerja.
"Namun ketika melepas salah satu besi tanpa disengaja mengenai kabel listrik sehingga korban tersengat arus listrik," ujarnya.
Akibat sengatan listrik tersebut, korban yang berada di lantai tiga bangunan kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Jatuh dari ketinggian sekitar 12 meter, tubuh korban terhempas hingga ke area basement koperasi.
"Korban terjatuh dari lantai 3 dengan ketinggian 12 meter. Korban terjatuh di lantai basement dan mengalami luka di kepala," jelasnya.
Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka parah di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan kerja dan tidak terdapat unsur lain di luar kejadian tersebut. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
"Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkas Rita.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, terutama pada pekerjaan konstruksi yang berisiko tinggi dan berdekatan dengan instalasi listrik aktif.

