TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Talud Kali Buntung Ambrol, Balai RT di Kricak Terdampak Longsor

 

Talud Kali Buntung Ambrol, Balai RT di Kricak Terdampak Longsor
Gambar : Berita Jogja

Jogjaterkini.id  — Kerusakan talud di bantaran Kali Buntung, Kelurahan Kricak, Kapanewon Tegalrejo, Kota Yogyakarta, memicu kekhawatiran warga setempat. Talud sepanjang kurang lebih 10 meter dilaporkan ambrol akibat tergerus arus sungai, sehingga separuh bangunan balai RT yang berada di atasnya ikut jebol.

Peristiwa ambrolnya talud tersebut terjadi pada Sabtu (17/1). Hingga Rabu (21/1/2026), kondisi talud yang runtuh masih tampak jelas dan belum terlihat adanya penanganan di lokasi. Talud yang jebol berada di sisi utara pertemuan Kali Buntung dan Kali Winongo, dengan ketinggian sekitar tiga meter dan runtuh menjorok ke aliran sungai.

Meski kerusakan cukup signifikan, dampak longsor hanya mengenai satu bangunan fasilitas warga. Tidak ditemukan rumah penduduk yang terdampak langsung akibat kejadian tersebut.

Salah satu warga sekitar, Hendro, menyebut hujan deras yang mengguyur Kota Yogyakarta menjadi pemicu utama runtuhnya talud. Ia menjelaskan bahwa kondisi talud sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum hujan lebat terjadi.

"Awalnya sudah nggandul, tapi belum ada hujan to, penyangga tiga di bawah itu sudah putus, tapi belum ambruk soalnya disangga bronjong itu," kata Hendro saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, hujan deras pada Sabtu lalu membuat debit air sungai meningkat tajam dan mempercepat proses longsor.
"Nah Sabtu hujan deres itu, sini kalau hujan (debit airnya) kan gede, getar to, terus ambruk itu," sambungnya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa kawasan bantaran Kali Buntung sebenarnya telah masuk dalam rencana revitalisasi Pemerintah Kota Yogyakarta. Namun, rencana tersebut belum sempat direalisasikan sebelum talud mengalami kerusakan.

"Sebetulnya, sebelumnya (ambruk) sudah kita rencanakan untuk pembangunan yang di Kricak Tegalrejo. Nah, itu kan antisipasi kita merencanakan pembangunan itu. Meskipun belum dilakukan pembangunan sudah ada banjir, sehingga agak ada kikisan di situ," kata Hasto seusai menghadiri acara di Kota Yogyakarta, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, Pemkot Yogyakarta telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk percepatan penanganan talud ambrol tersebut. Pemerintah kota juga menyiapkan dukungan anggaran untuk pembangunan ulang dengan konstruksi yang lebih kuat.

"Segera kita kerja sama dengan Kepala Balai dan kami dari kota juga sudah menyiapkan untuk membangun tanggulnya itu, sehingga nanti kita kolaborasi dengan Pak Kepala Balai untuk segera mengatasi secepatnya," ujar Hasto.

Hasto menegaskan, pembangunan talud nantinya tidak lagi menggunakan bronjong, melainkan konstruksi permanen, dengan tetap menunggu izin dari pihak BBWSSO sebagai pengelola wilayah sungai.
"Tidak lagi dengan bronjong, tapi dengan pembangunan yang permanen, tentu izin Pak Kepala Balai Besar karena itu wilayah beliau, tapi kami sudah menyiapkan anggarannya," pungkasnya.

Pemerintah daerah berharap perbaikan dapat segera dilakukan untuk mencegah longsor susulan, terutama di tengah potensi curah hujan tinggi yang masih terjadi di wilayah Yogyakarta.

Sumber : DetikJogja

Ketik kata kunci lalu Enter

close