![]() |
| Gambar : AntaraNews |
Jogjaterkini.id - Brasil harus menelan kekalahan 1-2 saat menghadapi Prancis dalam laga uji coba internasional yang digelar di Gillette Stadium, Massachusetts. Hasil ini menjadi catatan penting bagi tim berjuluk Selecao yang dinilai belum menunjukkan konsistensi permainan, khususnya dalam membangun serangan.
Di bawah arahan Carlo Ancelotti, Brasil sebenarnya menurunkan sejumlah pemain ofensif seperti Vinicius Junior dan Raphinha. Namun, sepanjang babak pertama, alur serangan tim tidak berkembang optimal dan cenderung mudah dipatahkan lini belakang Prancis.
Kebuntuan justru dipecah oleh Prancis melalui skema sederhana. Ousmane Dembele mengirimkan umpan terobosan yang dimanfaatkan Kylian Mbappe. Dengan ketenangan, Mbappe melewati penjaga gawang Ederson sebelum mencungkil bola ke gawang, membawa Prancis unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Brasil mulai meningkatkan intensitas permainan. Peluang demi peluang mulai tercipta, terlebih setelah Dayot Upamecano menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Wesley yang berpotensi mencetak gol.
Namun, keunggulan jumlah pemain tidak mampu dimaksimalkan. Prancis justru tampil lebih efisien. Pada menit ke-65, Michael Olise memberikan umpan matang yang diselesaikan Hugo Ekitike dengan sepakan cungkil, mengubah skor menjadi 2-0.
Brasil akhirnya memperkecil ketertinggalan lewat bola mati. Gleison Bremer mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil situasi tendangan bebas.
Di sisa waktu pertandingan, tekanan terus dilancarkan Selecao. Vinicius Junior tampil paling menonjol dengan sejumlah upaya penetrasi, sementara Joao Pedro menambah daya gedor di lini depan. Meski demikian, peluang emas pada menit ke-97 gagal dimaksimalkan Vinicius setelah tembakannya melenceng dari sasaran.
Evaluasi Performa: Lini Belakang Jadi Sorotan
Kekalahan ini menyoroti rapuhnya lini pertahanan Brasil. Meski Bremer mencetak gol, koordinasi lini belakang secara keseluruhan masih menjadi pekerjaan rumah. Performa Leo Pereira yang kesulitan membaca pergerakan lawan turut memberi dampak pada terciptanya peluang Prancis.
Di sisi lain, sektor tengah juga belum sepenuhnya solid. Casemiro menunjukkan kerja keras, tetapi inkonsistensi masih terlihat dalam beberapa momen krusial.
Vinicius Jadi Titik Terang
Di tengah performa tim yang belum maksimal, Vinicius Junior menjadi pemain paling menonjol di lini depan. Ia terus memberikan ancaman melalui kecepatan dan kemampuan individu, meski penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Brasil, terutama dalam memaksimalkan keunggulan situasi pertandingan serta meningkatkan efektivitas serangan. Sementara itu, Prancis menunjukkan kedewasaan bermain dengan tetap mampu mencetak gol meski bermain dengan 10 pemain.

