TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Dua Remaja Terluka dalam Duel Geng, Polisi Amankan Satu Tersangka

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Gladiator di Jogja, Dua Remaja Jadi Korban Bacok


Jogjaterkini.id  – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta menetapkan satu orang tersangka dalam kasus aksi “gladiator” atau duel menggunakan senjata tajam yang diduga menjadi syarat keluar dari sebuah kelompok geng di wilayah Kota Jogja. Peristiwa ini mengakibatkan dua remaja mengalami luka bacok serius.

Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Ipda Anton Budi Susilo, mengungkapkan bahwa tersangka berinisial FI (20), warga Mergangsan, telah diamankan oleh tim Resmob Sat Reskrim Polresta Yogyakarta.

"Tim resmob Sat Reskrim Polresta Yogyakarta yang melakukan perkembangan dan dilanjutkan melaksanakan penangkapan berkaitan Tindak Pidana Penganiayaan, Pada hari Rabu (25/3), pukul 03.00 WIB di Jl. Ki Mangunsarkoro, Gunungketur, Pakualaman, Jogja," ujar Anton dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Menurut Anton, FI diduga terlibat langsung dalam aksi penganiayaan terhadap salah satu korban. "Pada salah satu pelaku yang melakukan penganiayaan pada saudara RA selanjutnya dibawa ke Mako Polresta Jogja untuk dimintain keterangan dan tindaklanjuti. Identitas tersangka inisial FI (20) asal Mergangsan, Jogja," lanjutnya.

Kasus ini mencuat setelah dua korban, yakni AP (18) dan RA (17), dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (25/3) akibat luka bacok. AP diketahui merupakan pelajar asal Mergangsan, sementara RA berasal dari Depok, Sleman. Keduanya mengalami luka cukup parah hingga harus menjalani perawatan medis di RSUD Wirosaban dan RS Pratama.

Dari hasil pemeriksaan korban dan saksi, polisi mengungkap bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan praktik “gladiatoran” antaranggota geng. Aksi tersebut disebut-sebut sebagai syarat bagi anggota yang ingin keluar dari kelompok.

"Menurut keterangan AP, bahwa RA dan MR (saksi) yang diduga ikut geng Vascal dan kedua orang tersebut ingin keluar geng namun oleh sesama Vascal tidak boleh keluar geng kalau belum ada fix atau gladiatoran (duel)," papar Anton saat dihubungi sebelumnya.

Lebih lanjut, Anton menjelaskan bahwa duel tersebut telah direncanakan oleh kedua kelompok yang masih berada dalam satu geng. Mereka sepakat bertemu di Jalan Ki Mangunsarkoro, Pakualaman, untuk melaksanakan aksi tersebut.

"RA membawa 2 celurit dan AP membawa 1 celurit, kemudian sewaktu terjadi bentrokan yang mengalami luka RA dan AP. Korban dirawat di RSUD Wirosaban dan RS Pratama," ungkapnya.

Hingga kini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain serta mendalami jaringan kelompok yang terlibat dalam praktik kekerasan tersebut.

Sumber : DetikJogja

Ketik kata kunci lalu Enter

close