Jogjaterkini.id - Kontroversi yang dikenal dengan sebutan “Paspoortgate” kembali memanaskan atmosfer kompetisi Eredivisie. Kasus yang melibatkan pemain Indonesia, Dean James, kini memasuki babak baru setelah adanya indikasi langkah banding dari NAC Breda.
Keputusan yang dikeluarkan oleh KNVB pada Rabu (8/4/2026) menjadi titik krusial. Federasi menyatakan Dean James bersama klubnya, Go Ahead Eagles, tidak bersalah atas dugaan pelanggaran administrasi terkait status kewarganegaraan dan izin kerja.
Putusan tersebut sekaligus membuka jalan bagi Dean James untuk kembali merumput setelah dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan administratif sebagai warga negara Indonesia. Dalam pernyataan resmi, pihak klub menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus ini.
"Jaksa penuntut untuk sepak bola profesional telah memutuskan untuk tidak mengambil tindakan disiplin," tulis Go Ahead Eagles melalui rilis resmi klub.
Status Kewarganegaraan Jadi Kunci
Hasil investigasi menunjukkan bahwa Dean James secara sah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia dan telah kehilangan kewarganegaraan Belandanya sejak Maret 2025. Perubahan status ini menjadi dasar legalitas yang menguatkan posisinya untuk tampil di musim Eredivisie 2025/26.
Namun, polemik tidak berhenti di situ. NAC Breda sebelumnya melaporkan keabsahan pemain tersebut usai pertandingan antara kedua tim, di mana Dean James tampil selama 75 menit. Perubahan status kewarganegaraan yang berdampak pada izin kerja menjadi inti keberatan yang diajukan.
Langkah NAC tersebut turut memicu perhatian klub lain terhadap regulasi pemain non-Uni Eropa. Beberapa nama pemain Indonesia seperti Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On juga ikut menjadi sorotan dalam konteks serupa.
KNVB Minta Klub Evaluasi Kontrak
Merespons dinamika tersebut, KNVB meminta seluruh klub untuk meninjau ulang kontrak pemain non-Uni Eropa guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Meski demikian, federasi menutup kemungkinan adanya pertandingan ulang terkait laga yang dipermasalahkan.
Di sisi lain, NAC Breda menilai masih terdapat celah dalam penilaian kasus, khususnya terkait keabsahan partisipasi Dean James pada pertandingan tersebut.
"NAC Breda sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding," tulis Voetbal International.
Potensi Dampak Lebih Luas
Sinyal banding dari NAC Breda berpotensi membawa dampak signifikan terhadap regulasi di Eredivisie. Berdasarkan laporan Voetbal International, klub tersebut saat ini tengah berkonsultasi dengan tim hukum guna mengkaji peluang langkah lanjutan secara formal.
Apabila banding diajukan, KNVB kemungkinan harus membuka kembali evaluasi terhadap keputusan sebelumnya. Hal ini dapat menjadi preseden penting dalam penanganan kasus pemain non-Uni Eropa di masa mendatang.
Keputusan jaksa independen sendiri menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus ini.
"Bukan tugas jaksa untuk menentukan kewarganegaraan seseorang," tulis jaksa dikutip Voetbal Primeur.
Dengan potensi banding yang masih terbuka, kasus “Paspoortgate” dipastikan belum sepenuhnya berakhir. Situasi ini sekaligus menjadi peringatan bagi kompetisi Eredivisie untuk memperjelas regulasi, agar polemik serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

