![]() |
| Ilustrasi : Freepik |
Jogjaterkini – Aparat kepolisian masih menyelidiki secara mendalam kasus dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian seorang pria di kawasan Babarsari, Depok, Sleman, pada Rabu (8/4/2026). Hingga kini, motif serta kronologi lengkap kejadian belum diungkap ke publik.
Peristiwa tersebut pertama kali mencuat setelah korban dilaporkan meninggal dunia usai mendapatkan penanganan medis di RSPAU Hardjolukito. Kepolisian memastikan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Betul, meninggal dunia satu orang di RSPAU Hardjolukito," kata Argo kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Meski detail kejadian masih dirahasiakan, penyidik telah mengambil langkah cepat dengan mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Sementara itu, dua terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.
"Ditunggu rilisnya ya, kalau yang di Babarsari itu. Karena kita sementara ini sudah menangkap dua pelaku. Kita masih mencari dua pelaku lagi," ujarnya.
"Kami masih koordinasi ke Kasat Reskrim untuk jelasnya bagaimana," ucapnya.
Langkah penegakan hukum yang dilakukan kepolisian disebut masih terus berjalan, termasuk pendalaman peran masing-masing pihak yang terlibat. Aparat juga mengintensifkan koordinasi internal guna memastikan pengungkapan kasus dapat dilakukan secara menyeluruh.
Di tengah berkembangnya informasi di masyarakat, kepolisian mengimbau warga untuk tidak terpengaruh oleh spekulasi maupun isu yang belum terverifikasi. Hal ini penting untuk menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
"Kepolisian sudah bekerja keras, bekerja cepat. Sementara ini dua pelaku sudah kita amankan, kita menunggu dua pelaku kemudian untuk rilis akan segera kami update setelah ada perkembangan lebih lanjut," pungkasnya.
Sejauh ini, polisi belum merinci identitas korban maupun para pelaku, termasuk hubungan antar pihak yang terlibat. Publik diminta menunggu hasil penyelidikan lanjutan yang akan disampaikan dalam rilis resmi kepolisian.
Sumber : DetikJogja

