TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Dua Jasad Ditemukan di Bantul, Identitas Korban Masih Belum Diketahui




Jogjaterkini,id – Warga di wilayah Dusun Mangir Tengah, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, dibuat geger dengan penemuan dua jasad manusia di aliran Sungai Bedog pada Senin (11/5/2026) siang. Penemuan tersebut kini dalam penyelidikan intensif aparat kepolisian.

Peristiwa bermula dari aktivitas warga yang tengah memancing di sekitar sungai. Saksi bernama Endri Widiatmoko (21) awalnya tidak menaruh curiga saat melihat tumpukan sampah di aliran air. Namun, pandangannya tertuju pada sepotong pakaian yang tampak mencurigakan.

"Saksi saat itu sedang memancing dan melihat ada celana berwarna gelap di tumpukan sampah sungai. Setelah didekati, ternyata itu adalah jenazah manusia," ujar Rita Hidayanto saat memberikan keterangan, Selasa (12/5/2026).

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke aparat setempat. Petugas dari Polsek Pajangan bersama Tim Inafis Polres Bantul serta tim medis dari Puskesmas Pajangan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dua Temuan Berbeda di Satu Lokasi

Hasil pemeriksaan awal mengungkap fakta mengejutkan. Di lokasi yang sama, petugas menemukan dua bagian jasad yang diduga berasal dari individu berbeda.

Jasad pertama ditemukan dalam kondisi membusuk parah. Sebagian besar tubuh telah menjadi tulang, hanya menyisakan sedikit jaringan pada bagian punggung atas dan telapak kaki. Bahkan, salah satu bagian tulang tangan dilaporkan sudah tidak ditemukan. Berdasarkan kondisi tersebut, korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua hingga tiga minggu sebelum ditemukan.

Sementara itu, sekitar tiga meter dari lokasi pertama, petugas menemukan tengkorak manusia tanpa bagian tubuh lainnya. Kondisinya telah berlumut, mengindikasikan bahwa kematian kemungkinan terjadi jauh lebih lama, bahkan hingga berbulan-bulan.

"Untuk identitasnya masih Mr. X, karena jenis kelamin belum dapat terdeteksi akibat kondisi jenazah yang sudah rusak dan menjadi tulang," jelas Rita.

Proses Identifikasi dan Imbauan Polisi

Kedua temuan tersebut telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda DIY guna kepentingan identifikasi lebih lanjut. Pemeriksaan forensik, termasuk visum dan analisis medis, masih berlangsung untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian korban.

Di sisi lain, kepolisian membuka kemungkinan keterkaitan dengan laporan orang hilang yang mungkin belum teridentifikasi. Oleh karena itu, masyarakat diminta aktif berpartisipasi dalam proses pengungkapan kasus ini.

"Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar melaporkan ke kepolisian terdekat atau menghubungi Hotline Polres Bantul di 110 atau 0878-7520-2024 guna fasilitasi pencocokan DNA," pungkasnya.

Hingga kini, lokasi penemuan masih dipasangi garis polisi. Aparat terus melakukan pendalaman guna memastikan apakah kedua jasad memiliki keterkaitan atau merupakan kasus terpisah yang terjadi dalam rentang waktu berbeda.

Ketik kata kunci lalu Enter

close