![]() |
| Gambar : Detik |
Kehadiran Googlebook sekaligus menandai perubahan arah dunia laptop yang kini tidak lagi hanya berfokus pada sistem operasi dan spesifikasi hardware. Google melihat masa depan komputasi akan bergerak menuju intelligence system, di mana kecerdasan buatan menjadi inti utama dalam aktivitas pengguna sehari-hari.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Senior Director of Laptops & Tablets Google, Alex Kuscher, dalam acara Android Show: I/O Edition pada Selasa dini hari, 13 Mei 2026.
Googlebook Jadi Evolusi Baru Setelah Chromebook
Googlebook disebut sebagai evolusi besar dari Chromebook yang telah hadir lebih dari 15 tahun. Jika Chromebook selama ini identik dengan laptop ringan berbasis cloud untuk kebutuhan belajar dan produktivitas sederhana, Googlebook hadir dengan pendekatan berbeda.
Laptop ini menggabungkan kekuatan ChromeOS, dukungan aplikasi Android penuh, hingga teknologi Gemini Intelligence yang dirancang langsung menjadi bagian utama pengalaman pengguna.
Menurut Google, konsep Googlebook bukan hanya menghadirkan laptop dengan AI tambahan, melainkan perangkat yang sejak awal dibangun khusus untuk AI. Karena itu, berbagai fitur yang dihadirkan terasa lebih menyatu dengan aktivitas harian pengguna.
Magic Pointer Jadi Fitur Andalan
Salah satu inovasi paling menarik di Googlebook adalah fitur bernama Magic Pointer. Teknologi ini memungkinkan Gemini memahami konteks hanya dari pergerakan kursor di layar.
Dengan fitur tersebut, pengguna tidak perlu lagi membuka chatbot atau mengetik prompt panjang untuk menjalankan perintah tertentu. AI dapat langsung membaca konteks aktivitas yang sedang dilakukan.
Sebagai contoh, ketika pengguna mengarahkan kursor ke tanggal pada email, Gemini bisa langsung menawarkan opsi membuat jadwal meeting, mencari lokasi acara, hingga membuat draft balasan otomatis.
Pendekatan ini membuat interaksi AI terasa lebih natural dan cepat dibanding penggunaan chatbot konvensional.
AI Bisa Gabungkan Dua Gambar Secara Instan
Googlebook juga dibekali kemampuan multimodal native yang memungkinkan Gemini memahami lebih dari satu gambar sekaligus.
Misalnya saat pengguna memilih foto ruang tamu dan gambar sofa baru, AI dapat langsung menggabungkan keduanya menjadi visualisasi desain interior tanpa perlu aplikasi tambahan.
Fitur ini dinilai mampu mempermudah proses kreatif maupun kebutuhan sehari-hari, terutama bagi pengguna yang sering bekerja dengan desain visual, dekorasi rumah, hingga presentasi konten.
Create Your Widget Permudah Aktivitas Harian
Fitur lain yang menjadi sorotan adalah Create Your Widget. Lewat fitur ini, pengguna bisa membuat widget khusus hanya dengan memberikan instruksi teks kepada Gemini.
AI nantinya akan mengambil data dari internet maupun layanan Google seperti Gmail dan Google Calendar untuk menyusun widget sesuai kebutuhan pengguna.
Sebagai ilustrasi, saat merencanakan reuni keluarga di Berlin, Gemini dapat membuat widget otomatis yang berisi informasi penerbangan, hotel, reservasi restoran, hingga hitung mundur acara.
Konsep ini membuat AI terasa lebih personal karena mampu menyesuaikan kebutuhan pengguna secara otomatis.
Integrasi Android Lebih Dalam
Google juga menghadirkan integrasi Android yang lebih luas di Googlebook. Pengguna dapat menjalankan aplikasi Android langsung dari laptop tanpa harus berpindah perangkat.
Selain itu, fitur Quick Access memungkinkan file dari smartphone muncul otomatis di file browser Googlebook tanpa proses transfer manual.
Dengan kemampuan tersebut, pengguna tetap bisa menjalankan aplikasi smartphone seperti layanan pesan makanan atau memantau baby monitor sambil bekerja di laptop.
Perbedaan Googlebook dan Chromebook
Meski sama-sama dikembangkan Google, Googlebook dan Chromebook memiliki segmentasi yang berbeda.
Chromebook selama ini dikenal sebagai laptop berbasis ChromeOS dengan konsep cloud-first dan web-centric. Produk ini populer karena ringan, praktis, dan memiliki harga yang relatif terjangkau.
Sementara itu, Googlebook diposisikan sebagai laptop premium dengan AI Gemini sebagai pusat pengalaman pengguna.
Googlebook menawarkan fitur AI multimodal, integrasi Android yang lebih mendalam, hardware premium, hingga teknologi contextual AI seperti Magic Pointer yang belum tersedia di Chromebook biasa.
Siap Bersaing dengan MacBook dan Laptop AI Windows
Melalui Googlebook, Google tampaknya serius masuk ke pasar laptop premium yang selama ini dikuasai MacBook dan perangkat Windows Copilot+ PC.
Untuk menghadirkan perangkat ini, Google bekerja sama dengan sejumlah produsen besar seperti Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo.
Semua perangkat Googlebook nantinya akan hadir dengan desain premium serta ciri khas Glowbar, garis cahaya unik yang menjadi identitas visual produk tersebut.
Google menjadwalkan Googlebook mulai tersedia pada musim gugur 2026 atau sekitar akhir tahun ini.
Dengan dukungan Gemini Intelligence, integrasi Android yang semakin dalam, serta pendekatan AI kontekstual yang lebih natural, Googlebook berpotensi menjadi salah satu inovasi terbesar Google di industri laptop dalam beberapa tahun terakhir.

