![]() |
| Sumber Gambar : Detik |
Jogjaterkini,.id - Kacamata pintar atau smart glasses terus berkembang menjadi perangkat yang semakin fungsional berkat dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI). Jika sebelumnya perangkat ini hanya dianggap sebagai aksesori futuristik, kini smart glasses mampu membantu pengguna mengambil foto, merekam video dari sudut pandang orang pertama (first-person view/FPV), menerjemahkan percakapan secara langsung, hingga mengenali objek di sekitar.
Ray-Ban Meta memang masih menjadi salah satu nama paling populer di pasar smart glasses. Namun, sejumlah perusahaan teknologi kini menghadirkan alternatif dengan fitur yang tidak kalah menarik, mulai dari Meta, TCL, Xiaomi, Huawei, hingga Snap.
Berikut daftar smart glasses berkamera selain Ray-Ban Meta yang layak dipertimbangkan.
Perkembangan Smart Glasses Semakin Mengandalkan AI
Persaingan di industri kacamata pintar tidak lagi hanya berfokus pada kualitas kamera. Produsen kini berlomba menghadirkan fitur AI yang mampu memberikan pengalaman lebih praktis dalam aktivitas sehari-hari.
Mulai dari asisten suara, penerjemahan bahasa, navigasi, hingga pengenalan objek menjadi nilai tambah yang membuat smart glasses semakin relevan digunakan di berbagai situasi.
1. Meta Glasses
Meta memperkenalkan Meta Glasses sebagai lini terbaru yang berdiri sendiri di luar kerja sama dengan Ray-Ban maupun Oakley.
Perangkat ini dibekali kamera 12 MP yang mampu merekam video hingga resolusi 3K. Selain itu, tersedia speaker open-ear, mikrofon, serta Meta AI berbasis Muse Spark yang membantu berbagai kebutuhan pengguna.
Meta juga menyediakan banyak pilihan bingkai dan lensa, termasuk opsi lensa resep sehingga dapat digunakan sebagai kacamata harian.
2. Oakley Meta Vanguard
Bagi pengguna yang gemar berolahraga atau beraktivitas di luar ruangan, Oakley Meta Vanguard menjadi salah satu pilihan menarik.
Kamera 12 MP ditempatkan di bagian tengah bingkai sehingga mampu merekam video dari sudut pandang pengguna dengan lebih stabil.
Smart glasses ini juga mendukung integrasi dengan Garmin, Strava, Apple Health, serta Meta AI yang dapat menampilkan ringkasan aktivitas olahraga.
3. TCL RayNeo X3 Pro
TCL menghadirkan RayNeo X3 Pro sebagai smart glasses yang memadukan teknologi AI dan augmented reality (AR).
Perangkat ini menggunakan kamera Sony 12 MP yang mampu mengambil foto sekaligus merekam video hingga resolusi 4K.
Keunggulan lainnya meliputi layar transparan MicroLED, chipset Snapdragon AR1 Gen 1, serta integrasi dengan Google Gemini yang dapat membantu navigasi, penerjemahan bahasa, dan layanan asisten berbasis suara.
4. Snap Spectacles
Snap Inc., perusahaan induk Snapchat, juga memiliki lini smart glasses melalui Spectacles.
Generasi terbarunya mengandalkan kamera ganda untuk menghasilkan rekaman video dari perspektif pengguna.
Hasil foto maupun video dapat langsung disinkronkan ke aplikasi Snapchat. Selain itu, perangkat ini juga mendukung teknologi augmented reality dan dirancang untuk mendukung pengembangan aplikasi berbasis AR.
5. Solos AirGo Vision
Solos AirGo Vision mengusung desain yang menyerupai kacamata biasa sehingga terlihat lebih sederhana saat digunakan.
Meski demikian, perangkat ini tetap menawarkan kamera untuk mengambil foto dan merekam video.
Fitur AI di dalamnya mampu mengenali objek, menerjemahkan percakapan, serta memberikan jawaban berdasarkan objek yang sedang dilihat pengguna.
6. Xiaomi AI Glasses
Xiaomi turut meramaikan pasar smart glasses dengan menghadirkan Xiaomi AI Glasses.
Perangkat ini dibekali kamera yang mendukung pengambilan foto, perekaman video, serta berbagai fitur AI visual.
Kemampuannya mencakup pengenalan objek, penerjemahan teks, pencarian berbasis gambar, hingga kontrol menggunakan perintah suara. Smart glasses ini juga terintegrasi dengan ekosistem perangkat Xiaomi.
7. Huawei AI Glasses
Huawei menghadirkan AI Glasses yang menggabungkan desain kacamata sehari-hari dengan teknologi AI dan sistem audio pintar.
Beberapa varian terbaru telah dilengkapi kamera untuk mengambil foto maupun merekam video.
Selain itu, perangkat ini mendukung navigasi, penerjemahan bahasa, perintah suara, serta integrasi dengan ekosistem HarmonyOS.
Lampu Indikator Kamera Menjadi Fitur Privasi Penting
Di balik meningkatnya kemampuan smart glasses, aspek privasi menjadi perhatian utama para produsen.
Hampir seluruh smart glasses berkamera dari Meta, Oakley Meta, TCL RayNeo, Xiaomi, Solos, hingga Snap telah dilengkapi lampu indikator LED yang akan menyala ketika kamera aktif mengambil foto atau merekam video.
Indikator tersebut dipasang agar orang di sekitar pengguna mengetahui bahwa proses perekaman sedang berlangsung. Beberapa produsen bahkan menempatkannya di bagian depan bingkai sehingga lebih mudah terlihat.
Meta Terapkan Aturan Ketat untuk Mencegah Penyalahgunaan
Meta menjadi salah satu perusahaan yang menerapkan kebijakan paling ketat terkait penggunaan kamera pada smart glasses.
Perusahaan melarang pengguna menutup maupun memodifikasi lampu indikator pada Ray-Ban Meta, Meta Glasses, dan Oakley Meta.
Melalui pembaruan perangkat lunak, sistem juga dirancang mampu menonaktifkan fungsi kamera secara otomatis apabila mendeteksi indikator LED telah dirusak atau dimodifikasi.
Sementara itu, produsen lain seperti TCL, Solos, dan Snap juga menerapkan indikator visual serupa sebagai bagian dari sistem keamanan perangkat.
Kesimpulan
Kehadiran berbagai smart glasses berkamera menunjukkan bahwa pasar perangkat wearable semakin berkembang dengan dukungan teknologi AI yang semakin canggih.
Selain mampu mengambil foto dan merekam video dari sudut pandang pengguna, perangkat-perangkat tersebut juga menawarkan fitur seperti penerjemahan bahasa, navigasi, pengenalan objek, hingga integrasi dengan ekosistem digital masing-masing produsen.
Di sisi lain, penerapan lampu indikator kamera menjadi langkah penting untuk menjaga privasi dan mencegah penyalahgunaan teknologi perekaman tersembunyi, sehingga penggunaan smart glasses dapat berlangsung lebih aman dan bertanggung jawab.

