![]() |
| Sumber Gambar : Google Map |
Jogjaterkini.id - Liburan tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Di Yogyakarta, wisatawan tetap bisa menikmati suasana alam, sejarah, hingga panorama dari ketinggian dengan biaya yang relatif terjangkau.
Sejumlah destinasi bahkan dapat dikunjungi tanpa membayar tiket masuk. Ada pula tempat wisata dengan tarif mulai dari beberapa ribu rupiah sehingga cocok untuk mengisi akhir pekan tanpa membuat pengeluaran membengkak.
Pilihan aktivitasnya pun beragam, mulai dari piknik di tepi sungai, menikmati hamparan sawah, menjelajahi bangunan bersejarah, hingga menikmati pemandangan Gunung Merapi. Berikut 10 wisata di Jogja yang bisa menjadi pilihan untuk liburan hemat.
1. Ledok Sambi
Ledok Sambi bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus membayar tiket masuk. Destinasi ini berada di lembah Dusun Sambi, Pakem, Sleman, di kawasan lereng Gunung Merapi.
Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan adalah piknik di area rerumputan di tepi sungai. Pengunjung dapat menyewa tikar kemudian bersantai sambil menikmati suara aliran air dan suasana sejuk.
Pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar. Sebagai gantinya, tersedia warung dan restoran di sekitar lokasi dengan pilihan makanan serta minuman yang relatif terjangkau.
Selain bersantai, pengunjung juga dapat mencoba flying fox, perahu, kano, hingga bermain di playground. Beragam aktivitas tersebut membuat Ledok Sambi cocok untuk liburan bersama keluarga.
2. Pronosutan View
Bagi yang ingin menikmati pemandangan persawahan, Pronosutan View di Dusun Pronosutan, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo, dapat masuk dalam daftar kunjungan.
Kawasan ini menawarkan hamparan sawah luas dengan latar Perbukitan Menoreh. Jalan beton yang melintasi area persawahan menjadi salah satu bagian yang membuat kawasan tersebut menarik untuk fotografi.
Karena berada di kawasan jalan desa, pengunjung dapat menikmati panorama secara gratis. Biaya yang perlu disiapkan antara lain untuk parkir kendaraan. Beberapa spot foto yang dikelola masyarakat juga dapat mengenakan tarif tambahan.
Pengunjung juga dapat bersepeda melewati jalan beton di tengah persawahan. Sepeda bisa dibawa sendiri, disewa, atau digunakan dalam kegiatan cycling village tour yang ditawarkan penyedia tur lokal.
3. Museum Kotagede
Wisata hemat tidak selalu harus berupa destinasi alam. Museum Kotagede atau Museum Kotagede: Intro Living Museum menawarkan kesempatan untuk mengenal sejarah kawasan Kotagede tanpa biaya tiket masuk bagi pengunjung perorangan.
Museum yang dikelola Dinas Kebudayaan DIY ini berada di bangunan cagar budaya peninggalan era 1930-an yang sebelumnya dimiliki keluarga Wong Kalang.
Bangunannya menjadi salah satu daya tarik karena memadukan tata ruang tradisional Jawa, termasuk Joglo, dengan ornamen kolonial Eropa seperti kaca patri Belgia.
Konsep living museum membuat pengunjung dapat mengenal sejarah Kotagede, kehidupan sosial masyarakat, tradisi sastra, hingga keterampilan kerajinan perak.
Untuk masuk, pengunjung perorangan cukup melakukan registrasi langsung di lokasi. Museum buka Selasa hingga Kamis pukul 08.00–16.00 WIB, Jumat pukul 08.00–14.30 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 08.30–20.00 WIB. Museum tutup pada Senin dan hari libur nasional.
4. Situs Warungboto
Situs Warungboto merupakan pilihan menarik bagi wisatawan yang menyukai perpaduan antara sejarah dan fotografi. Destinasi yang memiliki nama resmi Pesanggrahan Rejowinangun ini merupakan cagar budaya berupa kompleks istana air dan tempat peristirahatan keluarga Keraton Yogyakarta.
Bangunan tersebut diperkirakan dibangun sekitar 1785 M oleh Putra Mahkota yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono II.
Karakter arsitekturnya terlihat dari dinding tebal yang tersusun dari batu bata tanpa struktur kayu. Pada masa lalu, kawasan ini memiliki fungsi sebagai tempat pemandian, rekreasi, sekaligus bagian dari pertahanan kerajaan.
Situs Warungboto juga semakin dikenal sebagai lokasi fotografi setelah digunakan untuk foto pre-wedding Kahiyang Ayu.
Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Biaya yang perlu disiapkan adalah parkir sekitar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000–Rp10.000 untuk mobil. Situs ini buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB.
5. Nawang Jagad
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lereng Gunung Merapi, Nawang Jagad dapat menjadi alternatif liburan dengan biaya terjangkau.
Destinasi ini berada sekitar 6 kilometer dari puncak Gunung Merapi, di kawasan tepi hulu Sungai Boyong yang dikelilingi hutan pinus. Kondisi tersebut membuat udara di kawasan terasa sejuk.
Nawang Jagad menyediakan area piknik terbuka sekaligus camping ground. Pengunjung dapat bersantai di hamparan rumput, menikmati suasana pegunungan, atau memilih bermalam di area perkemahan.
Tiket area piknik sekitar Rp15.000 per orang. Tarif tersebut sudah termasuk parkir dan welcome drink berupa kopi, teh, atau air mineral.
Sementara itu, tiket camping reguler sekitar Rp35.000 per orang untuk dewasa dan Rp20.000 untuk anak-anak. Dengan pilihan tersebut, Nawang Jagad dapat menjadi alternatif untuk wisatawan yang ingin merasakan suasana pegunungan tanpa mengeluarkan biaya besar.
6. Plunyon Kali Kuning
Plunyon Kali Kuning di Kedungsriti, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, menawarkan lanskap alam berupa lembah hijau, hutan pinus, dan Jembatan Plunyon.
Kawasan ini berada di lereng Gunung Merapi dan dikenal memiliki suasana sejuk. Aliran sungai dari mata air pegunungan serta pepohonan yang tumbuh rimbun menjadi bagian dari daya tariknya.
Destinasi ini juga pernah menjadi salah satu lokasi syuting film KKN di Desa Penari. Kondisi kawasan semakin hijau setelah erupsi besar Gunung Merapi pada 2010.
Harga tiket masuk berkisar Rp10.000–Rp12.000 per orang pada hari biasa dan sekitar Rp17.000 pada akhir pekan atau hari libur. Plunyon Kali Kuning buka setiap hari pukul 07.00–15.00 WIB.
Untuk mendapatkan udara yang lebih segar dan peluang melihat Gunung Merapi dengan kondisi yang lebih jelas, kunjungan pagi sekitar pukul 06.00–08.00 WIB dapat menjadi pilihan.
7. Pantai Pandansari
Pantai Pandansari di Wonoroto, Gadingsari, Sanden, Bantul, bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai dengan anggaran terbatas.
Pantai ini memiliki hamparan pasir hitam vulkanis, ombak besar khas pesisir selatan, serta kawasan hutan cemara udang yang memberikan suasana teduh.
Daya tarik lain yang membuat Pantai Pandansari berbeda adalah keberadaan mercusuar aktif setinggi sekitar 40 meter. Pengunjung dapat menaikinya untuk melihat kawasan pesisir dari ketinggian.
Tiket masuk kawasan sekitar Rp5.000 per orang. Tiket tersebut juga berlaku untuk sejumlah pantai di kawasan barat Bantul, termasuk Pantai Samas, Goa Cemara, dan Pantai Baru.
Jika ingin naik mercusuar, pengunjung perlu menyiapkan biaya tambahan sekitar Rp5.000–Rp10.000 per orang untuk perawatan. Kawasan pantai dapat dikunjungi selama 24 jam, sedangkan layanan naik mercusuar biasanya tersedia sekitar pukul 06.00–17.00 WIB.
8. Tebing Breksi
Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, menawarkan pengalaman wisata yang memadukan panorama alam, sejarah geologi, dan seni.
Sebelum menjadi destinasi wisata, kawasan ini merupakan lokasi penambangan batu alam yang dikelola masyarakat. Aktivitas penambangan kemudian dihentikan pada 2014 setelah diketahui bahwa batuan di kawasan tersebut merupakan endapan abu vulkanik purba yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Api Purba Nglanggeran jutaan tahun lalu.
Bekas tambang kemudian dikembangkan menjadi destinasi dengan ciri khas dinding batu kapur berukuran besar. Sejumlah bagian dinding dihiasi pahatan karya seniman lokal, termasuk ukiran bertema pewayangan, naga, dan tokoh Arjuna.
Tiket masuk wisatawan domestik sekitar Rp10.000 per orang pada hari biasa dan dapat menyesuaikan hingga sekitar Rp15.000 saat akhir pekan. Wisatawan mancanegara dikenakan tarif sekitar Rp20.000–Rp30.000.
Biaya parkir sekitar Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Tebing Breksi buka setiap hari pukul 06.00–21.00 WIB.
9. Puncak Becici
Puncak Becici atau Puncak Pinus Becici menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Jogja dari ketinggian.
Destinasi ini berada di kawasan hutan pinus lindung seluas sekitar 4,4 hektare di Dusun Gunungcilik, Desa Muntuk, Dlingo, Bantul. Deretan pohon pinus dan udara sejuk membuat kawasan ini cocok untuk menghabiskan waktu santai pada akhir pekan.
Puncak Becici juga pernah mendapat perhatian internasional setelah dikunjungi Barack Obama bersama keluarganya pada 2017.
Dari area pandang, wisatawan dapat melihat panorama Gunung Merapi di arah utara serta siluet garis pantai selatan. Menjelang sore, gardu pandang menjadi salah satu lokasi favorit untuk menikmati suasana matahari terbenam.
Tiket masuk sekitar Rp5.000–Rp7.000 per orang. Sementara biaya parkir berkisar Rp2.000–Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Wisatawan yang ingin camping dapat membayar tambahan sekitar Rp15.000 per orang.
Saat malam tiba, lampu permukiman dan Kota Jogja dari kejauhan menjadi pemandangan tersendiri. Kondisi inilah yang membuat Puncak Becici kerap dijuluki sebagai "Jogja Lantai 2".
10. Curug Sidoharjo
Curug Sidoharjo dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencari destinasi dengan suasana lebih alami. Air terjun ini berada di Dusun Gonolangu, Desa Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, di kawasan Perbukitan Menoreh.
Dengan ketinggian sekitar 75 meter, Curug Sidoharjo dikenal sebagai salah satu air terjun tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Suasana di sekitar curug masih didominasi hutan, tebing batu, dan persawahan. Untuk mencapai lokasi air terjun, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 800 meter dari area parkir melalui jalan setapak, pematang sawah, dan kawasan hutan kecil.
Tiket masuk sekitar Rp5.000 per orang. Parkir kendaraan berkisar Rp2.000–Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Kawasan ini terbuka selama 24 jam, tetapi waktu kunjungan yang disarankan berada pada pukul 07.00–16.00 WIB. Saat cuaca cerah pada pagi hari, cahaya matahari yang mengenai aliran air dapat menghasilkan efek pelangi.
Pengunjung yang bermain air tetap perlu memperhatikan kondisi sekitar dan menjaga jarak dari titik jatuh air demi keselamatan.
Wisata Hemat di Jogja untuk Isi Akhir Pekan
Jogja menawarkan banyak pilihan wisata yang tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Sepuluh destinasi tersebut menunjukkan bahwa liburan hemat tetap bisa menghadirkan pengalaman yang beragam.
Ledok Sambi menawarkan piknik di tepi sungai, Pronosutan View menyuguhkan panorama persawahan, sedangkan Museum Kotagede dan Situs Warungboto menghadirkan pengalaman yang berkaitan dengan sejarah.
Bagi pencinta alam, Nawang Jagad dan Plunyon Kali Kuning menawarkan suasana lereng Merapi. Pantai Pandansari bisa dipilih untuk menikmati pesisir, sementara Tebing Breksi dan Puncak Becici cocok bagi pencari panorama dari ketinggian. Jika ingin suasana yang lebih tenang, Curug Sidoharjo dapat menjadi pilihan.
Dengan memilih destinasi sesuai anggaran dan aktivitas yang diinginkan, akhir pekan di Jogja tetap bisa terasa menyenangkan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Sumber : TripZilla

