TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

7 Desa Wisata di Kulon Progo Dekat YIA, Bisa Jelajah Alam hingga Belajar Budaya

 

7 Desa Wisata di Kulon Progo Dekat YIA, Bisa Jelajah Alam hingga Belajar Budaya
Sumber Gambar : Google Map

Jogjaterkini.id - Kulon Progo menjadi salah satu wilayah yang menarik untuk dijelajahi wisatawan yang datang melalui Yogyakarta International Airport (YIA). Selain menjadi pintu masuk menuju Yogyakarta, kabupaten ini memiliki kawasan perbukitan Menoreh yang menyimpan beragam desa wisata dengan karakter dan daya tarik berbeda.

Berwisata ke desa tidak hanya menawarkan pemandangan alam. Sejumlah desa wisata di Kulon Progo juga menghadirkan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, mengenal tradisi lokal, mencoba aktivitas pertanian, menikmati kuliner khas, hingga bermalam di tengah suasana pedesaan.

Jaraknya pun relatif mudah dijangkau dari YIA. Berdasarkan informasi yang tersedia, perjalanan menuju desa-desa wisata tersebut berkisar 45 menit hingga 1,5 jam. Dikutip dari Kompas berikut tujuh desa wisata di Kulon Progo yang dapat menjadi pilihan perjalanan setelah tiba di YIA.

1. Desa Wisata Nglinggo

Desa Wisata Nglinggo atau Dewi Nglinggo berada di kawasan perbukitan dengan suasana sejuk. Desa ini dikenal sebagai salah satu kawasan wisata yang berada di dataran tinggi Kulon Progo.

Salah satu daya tarik utamanya adalah kebun teh Nglinggo. Hamparan tanaman teh yang menghijau berpadu dengan panorama pegunungan menjadikan kawasan ini menarik untuk wisata alam.

Wisatawan juga dapat mengikuti aktivitas memetik teh dan mengenal proses pengolahan teh secara tradisional. Selain itu, tersedia pengalaman mencicipi gula aren dan kopi Menoreh yang menjadi bagian dari potensi lokal.

Dari sisi budaya, wisatawan dapat mengenal Tari Lengger Tapeng. Fasilitas yang tersedia juga cukup beragam, mulai dari homestay, area camping, hingga paket off-road menggunakan jeep.

Alamat: Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta 55673.

2. Desa Wisata Sidoharjo

Pilihan berikutnya adalah Desa Wisata Sidoharjo di Kapanewon Samigaluh. Desa ini menawarkan suasana alam yang masih asri sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan nuansa pedesaan.

Salah satu daya tariknya adalah Air Terjun Sidoharjo. Air terjun tersebut menjadi tujuan wisata alam yang dapat dipadukan dengan kunjungan ke Watu Tekek.

Watu Tekek menjadi salah satu lokasi yang banyak digunakan untuk menikmati panorama perbukitan Menoreh. Setelah menjelajahi kawasan desa, wisatawan juga dapat beristirahat sambil menikmati kopi khas Menoreh.

Beberapa tempat yang dapat dikunjungi untuk menikmati kopi antara lain Kedai Kopi Marwiyah dan Kedai Kopi Pak Rohmat. Suasana perkebunan di sekitarnya memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Alamat: Desa Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta 55673.

3. Desa Wisata Tinalah

Desa Wisata Tinalah atau Dewi Tinalah merupakan salah satu desa wisata yang memiliki pilihan aktivitas cukup lengkap. Kawasan ini tidak hanya menawarkan wisata alam, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro.

Wisatawan dapat menemukan patung Pangeran Diponegoro yang menjadi salah satu penanda kawasan menuju Goa Sriti. Goa tersebut memiliki kaitan dengan perjuangan pasukan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa pada 1825-1830.

Selain sejarah Pangeran Diponegoro, kawasan ini juga memiliki Rumah Sandi Negara yang berkaitan dengan aktivitas persandian pada masa Agresi Militer Belanda II.

Daya tarik Desa Wisata Tinalah semakin beragam dengan tersedianya sejumlah paket wisata. Pengunjung dapat mengikuti kegiatan live-in bersama warga, camping di Puncak Kleco, outbound, kegiatan makrab, workshop pembuatan geblek dan kerajinan, hingga jelajah alam desa.

Alamat: Jl. Persandian KM 5, Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta 55673.

4. Desa Wisata Dekso

Desa Wisata Dekso atau Dewa Dekso berada di Banjararum, Kapanewon Kalibawang. Desa ini memiliki suasana pedesaan yang tenang dan juga menyimpan jejak sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro.

Salah satu lokasi yang berkaitan dengan sejarah tersebut adalah Makam Pasukan Bulkiyo. Pasukan tersebut dikenal sebagai bagian dari pasukan yang setia kepada Pangeran Diponegoro.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam, tersedia camping ground yang luas. Desa ini juga memiliki wisata kuliner serta kawasan Tegal Pule.

Pengunjung yang menyukai aktivitas petualangan dapat memilih paket off-road adventure. Perjalanan menggunakan kendaraan jeep akan membawa wisatawan melewati kawasan perbukitan.

Alamat: Dekso, Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta 55672.

5. Desa Wisata Banjaroya

Desa Wisata Banjaroya atau Dewa Bara menawarkan pengalaman wisata yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat desa. Wisatawan dapat berinteraksi dengan warga sekaligus mengikuti berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan dan budaya lokal.

Akses menuju desa ini relatif mudah karena jalannya sudah beraspal dan dapat dilalui berbagai jenis kendaraan. Lokasinya juga berjarak sekitar 12 kilometer dari Desa Wisata Tinalah.

Aktivitas wisata yang tersedia cukup beragam. Pengunjung dapat mengikuti perjalanan gowes desa menuju Embung Tonogoro, mengunjungi Sendangsono, serta berziarah ke Makam Nyi Ageng Serang.

Bagi yang ingin mengenal kehidupan masyarakat setempat, tersedia kegiatan belajar bertani dan beternak. Wisatawan juga dapat mencoba membuat makanan tradisional.

Salah satu daya tarik yang tidak boleh dilewatkan adalah Festival Durian Menoreh Kuning ketika musim durian tiba. Desa ini dikenal memiliki varietas durian Menoreh Kuning sebagai salah satu potensi unggulannya.

Alamat: Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta 55672.

6. Desa Wisata Sermo

Desa Wisata Sermo berada di Kapanewon Kokap dan memiliki Waduk Sermo sebagai ikon utamanya. Kawasan waduk dikelilingi perbukitan hijau sehingga menawarkan suasana alam yang tenang.

Wisatawan dapat menikmati panorama Waduk Sermo dengan menggunakan perahu. Aktivitas camping di tepi waduk juga dapat menjadi pilihan untuk menikmati suasana sore hingga matahari terbenam.

Tidak hanya mengandalkan panorama alam, Desa Wisata Sermo juga menawarkan kegiatan yang memperkenalkan budaya dan keterampilan masyarakat setempat.

Beberapa aktivitas yang dapat dicoba antara lain belajar membuat gula semut, membuat geblek, meracik jamu gendong, serta mengenal gamelan. Wisatawan juga dapat mempelajari tari tradisional Incling dan Angguk.

Alamat: Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta 55653.

7. Desa Wisata Widosari

Desa Wisata Widosari menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencari suasana pegunungan. Desa ini berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut sehingga memiliki udara yang relatif sejuk.

Puncak Widosari menjadi salah satu daya tarik utama. Dari kawasan ini, wisatawan dapat menikmati panorama perbukitan dan pemandangan empat gunung dalam satu pandangan.

Desa Widosari juga pernah masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Selain wisata alam, desa ini memiliki berbagai kegiatan edukasi yang dapat diikuti pengunjung.

Paket wisata yang tersedia antara lain edukasi kopi, budidaya lebah madu, pengenalan tari tradisional, serta pembuatan kerajinan berbahan bambu.

Alamat: Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta 55673.

Rute Desa Wisata Kulon Progo dari YIA

Wisatawan yang datang melalui YIA dapat menyusun perjalanan dengan menghubungkan beberapa desa wisata sekaligus. Berdasarkan rute yang direkomendasikan dalam sumber, perjalanan dapat dimulai dari kawasan selatan, yaitu Desa Wisata Sermo.

Dari Sermo, perjalanan dapat dilanjutkan menuju kawasan Kalibawang untuk mengunjungi Banjaroya dan Dekso. Setelah itu, wisatawan dapat naik menuju kawasan Samigaluh yang mencakup Tinalah, Sidoharjo, Nglinggo, dan Widosari.

Pola perjalanan tersebut memungkinkan wisatawan menjelajahi kawasan Menoreh secara bertahap tanpa harus berpindah arah terlalu jauh.

Untuk mendapatkan fleksibilitas selama perjalanan, kendaraan pribadi atau jeep wisata dapat menjadi pilihan. Terlebih, beberapa destinasi berada di kawasan perbukitan dengan karakter jalan yang berbeda.

Desa Wisata Kulon Progo untuk Liburan yang Lebih Berkesan

Tujuh desa wisata di Kulon Progo tersebut memiliki karakter yang berbeda. Nglinggo dan Widosari lebih menonjolkan suasana dataran tinggi, Sidoharjo menawarkan wisata alam, sedangkan Tinalah dan Dekso memiliki daya tarik sejarah yang berkaitan dengan perjuangan Pangeran Diponegoro.

Sementara itu, Banjaroya memberikan pengalaman interaksi dengan kehidupan masyarakat desa, Sermo memadukan wisata waduk dengan aktivitas budaya, dan masing-masing desa menghadirkan cara tersendiri untuk mengenal potensi lokal.

Dengan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga 1,5 jam dari YIA, kawasan desa wisata Kulon Progo dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan tanpa harus langsung menuju pusat Kota Yogyakarta. Selain menikmati pemandangan, perjalanan ke desa-desa tersebut juga memberikan kesempatan untuk mengenal alam, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Menoreh secara lebih dekat.

Ketik kata kunci lalu Enter

close