TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Cara Membuat Akselerasi Motor Matic Bekas Lebih Enteng dengan Bubut Pulley

 

Cara Membuat Akselerasi Motor Matic Bekas Lebih Enteng dengan Bubut Pulley


Motor matic bekas yang baru dibeli tidak selalu memiliki respons akselerasi sesuai keinginan pemilik barunya. Salah satu cara yang dikenal untuk mengubah karakter akselerasi adalah melakukan ubahan pada pulley depan melalui metode bubut.

Namun, perubahan pada pulley tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada perhitungan mengenai derajat kemiringan pulley yang perlu diperhatikan agar ubahan tersebut tidak justru membuat akselerasi motor semakin berat.

Kenali Derajat Pulley Standar Motor Matic

Sebelum melakukan proses bubut, langkah pertama yang perlu diketahui adalah derajat kemiringan pulley bawaan motor.

Menurut Ryan Fasha, pemilik bengkel K.1 Garage di Tambun, Bekasi, derajat pulley depan pada motor matic berbeda-beda tergantung mereknya.

Pada motor matic Yamaha, kemiringan pulley bawaan berada di angka 14 derajat. Sementara itu, Vespa series juga menggunakan pulley dengan kemiringan 14 derajat.

Adapun motor matic Honda memiliki kemiringan pulley depan sekitar 15 derajat.

Mengetahui ukuran standar tersebut menjadi dasar sebelum menentukan seberapa besar perubahan yang akan dilakukan.

Perubahan Derajat Pulley Tidak Boleh Berlebihan

Untuk motor dengan kondisi mesin standar, perubahan kemiringan pulley disarankan tidak dilakukan secara ekstrem.

Pada motor matic Yamaha dengan pulley standar 14 derajat, misalnya, perubahan untuk mengejar akselerasi yang lebih ringan cukup dilakukan dengan mengurangi kemiringan sebesar 0,5 derajat.

Dengan demikian, pulley yang semula memiliki kemiringan 14 derajat dibuat menjadi 13,5 derajat.

Sementara pada motor matic Honda, perubahan yang umum dilakukan adalah mengurangi kemiringan lebih dari 0,5 derajat hingga menyamai ukuran yang digunakan pulley Yamaha, yakni sekitar 14 derajat.

Pulley Lebih Tegak Mengubah Posisi V-Belt

Perubahan derajat pada pulley depan berkaitan dengan posisi v-belt dan rasio kerja pulley.

Ketika angka derajat kemiringan pulley diperkecil, posisi pulley menjadi semakin tegak. Kondisi tersebut membuat posisi v-belt berada lebih ke bawah.

Perubahan posisi tersebut berdampak terhadap rasio antara pulley depan dan pulley belakang. Pada kondisi ini, rasio pulley depan terhadap pulley belakang menjadi lebih kecil sehingga akselerasi motor matic dapat terasa lebih ringan.

Karena itu, proses bubut pulley perlu dilakukan berdasarkan ukuran yang tepat, bukan sekadar mengurangi derajat sebanyak mungkin.

Terlalu Banyak Mengurangi Derajat Bisa Membuat Akselerasi Berat

Mengurangi derajat kemiringan pulley secara berlebihan justru dapat memberikan efek yang berlawanan.

Semakin kecil angka derajat pulley, posisinya akan semakin tegak. Pada kondisi tertentu, v-belt justru menjadi lebih sulit bergerak naik.

Akibatnya, mesin membutuhkan putaran mesin atau rpm yang lebih tinggi sebelum motor mulai bergerak. Kondisi tersebut dapat membuat mesin terdengar menggerung terlebih dahulu dan akselerasi terasa lebih berat.

Karena itu, motor dengan mesin standar tidak membutuhkan perubahan derajat pulley yang ekstrem hanya untuk mendapatkan respons awal yang lebih ringan.

Bubut Pulley Perlu Mengacu pada Kondisi Motor

Metode bubut pulley dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengubah karakter akselerasi motor matic bekas. Namun, ukuran standar pulley dan kondisi mesin perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan perubahan derajat.

Untuk mesin standar, perubahan kecil pada kemiringan pulley sudah dapat mengubah posisi v-belt dan karakter rasio pulley. Sebaliknya, perubahan yang terlalu besar berpotensi membuat v-belt lebih sulit bergerak dan membutuhkan rpm lebih tinggi.

Dengan demikian, kunci dalam melakukan ubahan pulley bukan sekadar membuat derajatnya semakin kecil, melainkan menentukan ukuran yang sesuai dengan kondisi motor.

Ketik kata kunci lalu Enter

close