![]() |
| Sumber Gambar : Magnific |
Jogjaterkini.id - Memilih oli mobil tidak cukup hanya dengan melihat merek atau harga. Setiap mesin memiliki kebutuhan pelumas yang berbeda sehingga penggunaan oli harus disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditentukan pabrikan.
Kesalahan dalam memilih oli dapat membuat kinerja pelumasan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Oli yang terlalu encer atau terlalu kental, apabila tidak sesuai dengan karakteristik mesin, dapat memengaruhi performa kendaraan.
Karena itu, pemilik mobil perlu memahami spesifikasi oli sebelum melakukan penggantian. Salah satu cara paling mudah untuk mengetahuinya adalah dengan melihat buku manual kendaraan.
Cek Spesifikasi Oli di Buku Manual Mobil
Buku manual kendaraan menjadi acuan utama ketika pemilik mobil ingin menentukan oli yang sesuai. Pabrikan biasanya mencantumkan kebutuhan pelumas mesin pada bagian yang membahas pemilihan oli.
Informasi tersebut umumnya mencakup dua hal penting, yaitu tingkat kekentalan atau viskositas dan standar kualitas oli.
Spesifikasi oli yang tercantum dalam buku manual biasanya dapat dikenali melalui:
- SAE untuk menunjukkan tingkat viskositas atau kekentalan oli.
- API Service untuk menunjukkan standar kualitas dan performa oli mesin yang dikeluarkan oleh American Petroleum Institute.
Dengan mencocokkan spesifikasi tersebut, pemilik kendaraan dapat menghindari penggunaan oli yang tidak sesuai dengan kebutuhan mesin.
Memahami Arti Angka pada SAE Oli
Salah satu informasi yang sering ditemukan pada kemasan oli adalah kode seperti 0W-20, 5W-30 atau 15W-30. Kode tersebut menunjukkan karakteristik viskositas oli pada kondisi temperatur yang berbeda.
Angka yang berada sebelum huruf W berkaitan dengan kemampuan oli ketika mesin berada dalam kondisi dingin.
Semakin rendah angka sebelum huruf W, oli memiliki karakteristik yang lebih mendukung kemudahan mesin untuk melakukan start ketika cuaca dingin.
Sebagai contoh, kode berikut memiliki angka awal yang berbeda:
- 0W
- 5W
- 15W
Sementara itu, angka yang berada setelah huruf W menunjukkan karakteristik viskositas oli pada temperatur tinggi.
Oli dengan angka yang lebih tinggi setelah huruf W memiliki viskositas lebih tinggi pada temperatur tinggi. Karakteristik tersebut mungkin lebih sesuai untuk kendaraan yang digunakan pada kecepatan tinggi atau dalam kondisi dengan beban berat.
Namun, perbedaan angka tersebut bukan berarti pemilik mobil dapat memilih oli hanya berdasarkan kondisi penggunaan. Spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan tetap menjadi acuan utama.
Oli Terlalu Kental atau Encer Bisa Memengaruhi Mesin
Setiap mesin dirancang dengan karakteristik yang berbeda. Karena itu, penggunaan oli tidak dapat disamaratakan untuk semua jenis kendaraan.
Oli yang terlalu kental maupun terlalu encer dapat memengaruhi performa pelumasan jika tidak sesuai dengan karakteristik mesin.
Pemilik kendaraan sebaiknya tidak mengganti spesifikasi oli hanya karena menganggap tingkat kekentalan tertentu lebih baik. Pilihan tersebut perlu disesuaikan dengan rekomendasi yang terdapat dalam buku manual.
Langkah sederhana ini dapat membantu memastikan oli yang digunakan memang sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan.
Contoh Pilihan Oli untuk Jenis Mesin Berbeda
Pertamina Lubricants memiliki sejumlah produk dengan pilihan spesifikasi yang berbeda untuk kebutuhan kendaraan tertentu.
Untuk mobil low cost green car atau LCGC, misalnya, tersedia Fastron Ecogreen dengan pilihan viskositas:
- 0W-20
- 5W-30
Sementara untuk mesin diesel tersedia Fastron Diesel dengan pilihan kekentalan:
- 5W-30
- 15W-30
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pelumas dapat berbeda berdasarkan jenis mesin kendaraan. Pemilik mobil tetap perlu mencocokkan spesifikasi oli dengan ketentuan yang tercantum dalam buku manual sebelum menentukan produk yang digunakan.
Jangan Hanya Memperhatikan Waktu Ganti Oli
Perawatan oli tidak berhenti pada penggantian secara berkala. Pemilik kendaraan juga perlu memastikan pelumas yang digunakan memiliki spesifikasi sesuai rekomendasi pabrikan.
Penggantian oli sesuai jadwal yang dianjurkan dalam buku manual tetap penting untuk menjaga kondisi mesin. Namun, penggunaan oli dengan spesifikasi yang tepat juga menjadi bagian dari perawatan kendaraan.
Dengan demikian, dua hal yang perlu diperhatikan adalah memilih oli sesuai spesifikasi kendaraan dan menggantinya secara berkala berdasarkan rekomendasi buku manual.
BBM Juga Harus Sesuai Rekomendasi Pabrikan
Selain oli, bahan bakar yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan mesin. Pabrikan kendaraan telah menentukan jenis BBM dan angka oktan yang sesuai untuk mesin masing-masing kendaraan.
Informasi tersebut dapat ditemukan di buku manual, biasanya pada bagian atau tabel dengan keterangan "Bahan Bakar".
Pemilik kendaraan dapat melihat jenis bahan bakar dan angka oktan yang direkomendasikan sebelum menentukan BBM yang digunakan.
Penggunaan BBM berkualitas sesuai spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kinerja kendaraan.
Tips Sederhana Memilih Oli Mobil
Agar tidak keliru saat membeli oli, pemilik kendaraan dapat mengikuti beberapa langkah berikut:
- Siapkan buku manual kendaraan.
- Cari bagian yang membahas "Pemilihan oli mesin".
- Periksa spesifikasi SAE yang direkomendasikan.
- Perhatikan standar API Service yang tercantum.
- Sesuaikan spesifikasi oli dengan kebutuhan mesin.
- Jangan memilih oli hanya berdasarkan tingkat kekentalan.
- Hindari mengganti spesifikasi oli tanpa memperhatikan rekomendasi pabrikan.
- Ganti oli secara berkala sesuai petunjuk dalam buku manual.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis oli yang dapat dianggap paling cocok untuk semua mobil. Kebutuhan pelumas ditentukan oleh karakteristik masing-masing mesin.
Karena itu, buku manual kendaraan sebaiknya menjadi rujukan utama sebelum membeli oli. Dengan menggunakan pelumas sesuai spesifikasi dan melakukan penggantian secara berkala, performa pelumasan mesin dapat tetap terjaga.
Hal serupa berlaku untuk bahan bakar. Jenis BBM dan angka oktan yang digunakan juga sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan sebagaimana tercantum dalam buku manual kendaraan.

