TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Desa Wisata Karangasem Dlingo Bantul, Destinasi Wisata dengan Pesona Bambu dan Budaya Lokal

Desa Wisata Karangasem Gunungkidul, Menjelajah Karst Sambil Mengenal Kehidupan Warga


Jogjaterkini.id - Desa Wisata Karangasem di Gunungkidul menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya berorientasi pada rekreasi. Kawasan ini mengembangkan kegiatan wisata sebagai sarana edukasi mengenai ekologi karst sekaligus upaya melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Bentang alam karst menjadi salah satu daya tarik utama Desa Wisata Karangasem. Wisatawan dapat mengenal keberagaman flora dan fauna, melihat aktivitas pertanian, menikmati kuliner lokal, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan live-in.

Konsep tersebut membuat pengalaman berwisata di Karangasem memiliki keterkaitan erat antara lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat.

Mengenal Sejarah Desa Wisata Karangasem

Desa Karangasem memiliki sejarah yang telah berkembang sejak abad ke-18. Kawasan ini dikenal memiliki aktivitas budaya dan pertanian yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat serta lingkungan alam di sekitarnya.

Nama Karangasem sendiri berkaitan dengan dua hal, yakni karang dan asem. Di kawasan desa ditemukan pohon asem yang tumbuh di antara batuan karang. Kondisi tersebut juga mencerminkan karakter bentang alam karst yang terdapat di wilayah Desa Karangasem.

Salah satu bagian penting dalam perjalanan konservasi kawasan ini terjadi pada 2017. Saat itu, Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri melakukan penanaman pohon dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia.

Beberapa jenis pohon yang ditanam antara lain jati dan nangka. Area tersebut kemudian menjadi cikal bakal Taman Keanekaragaman Hayati atau Taman Kehati Eroniti.

Pengembangan Taman Kehati Eroniti dilakukan oleh PT Sarihusada Generasi Mahardhika bersama Yayasan Java Learning Center (Javlec) Indonesia. Salah satu arah pengembangannya adalah menjadikan kawasan tersebut sebagai wisata edukasi yang memperkenalkan konservasi bentang alam karst.

Konsep Wisata Berbasis Masyarakat

Desa Wisata Karangasem menerapkan konsep community-based tourism atau pariwisata berbasis komunitas. Melalui pendekatan ini, masyarakat lokal terlibat dalam berbagai tahapan pengelolaan wisata, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

Keterlibatan tersebut mencakup berbagai kebutuhan wisatawan, seperti penyediaan catering, homestay, pemandu wisata, serta kegiatan wisata lainnya.

Pengembangan wisata berbasis masyarakat diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru bagi warga. Di sisi lain, aktivitas wisata juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian kawasan karst dan habitat yang terdapat di dalamnya.

Taman Kehati Eroniti Jadi Ruang Belajar Ekologi Karst

Taman Kehati Eroniti menjadi salah satu atraksi yang dapat dikunjungi wisatawan di Desa Wisata Karangasem. Kawasan ini merepresentasikan upaya pelestarian bentang alam karst sekaligus menjadi lokasi wisata edukasi.

Wisatawan dapat melakukan kegiatan jelajah kawasan sambil mengamati berbagai jenis flora dan fauna yang menjadi bagian dari ekosistem karst.

Keberadaan taman ini memperkuat karakter Desa Wisata Karangasem sebagai destinasi yang menggabungkan kegiatan wisata dengan pembelajaran mengenai lingkungan.

Kerajinan Ecoprint dari Potensi Alam

Potensi flora di Desa Wisata Karangasem juga dimanfaatkan dalam kegiatan ekonomi kreatif. Masyarakat membentuk kelompok kreatif yang mengembangkan kerajinan ecoprint.

Kerajinan tersebut memanfaatkan berbagai jenis dedaunan dan bunga yang tersedia di Desa Wisata Karangasem. Selain menjadi bagian dari kegiatan wisata, pengembangan ecoprint menunjukkan bagaimana potensi alam dapat dimanfaatkan menjadi produk kerajinan.

Mengenal Budaya Masyarakat Gunungkidul

Karangasem juga menawarkan pengalaman wisata yang berkaitan dengan budaya lokal. Gunungkidul memiliki beragam kegiatan kebudayaan yang masih dilestarikan oleh masyarakat.

Sejumlah kegiatan budaya di Desa Wisata Karangasem dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan untuk mengenal kehidupan dan tradisi masyarakat setempat.

Dengan demikian, kunjungan ke desa wisata ini tidak hanya berfokus pada kondisi alam, tetapi juga memperkenalkan sisi sosial dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Wisata Pertanian di Kawasan Karst

Pertanian menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Desa Karangasem. Kondisi geografis berupa bentang alam karst membuat aktivitas pertanian menjadi bagian menarik untuk dipelajari wisatawan.

Melalui kegiatan wisata pertanian, pengunjung dapat mengenal cara warga mengelola lahan dan menjalankan aktivitas pertanian dalam lingkungan bentang alam karst.

Aktivitas tersebut memberikan gambaran mengenai hubungan masyarakat dengan lingkungan alam yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kuliner Khas Gunungkidul

Pengalaman wisata di Desa Wisata Karangasem juga dapat dilengkapi dengan mencicipi kuliner lokal. Beberapa makanan yang dapat dinikmati antara lain nasi berkat, jangan lombok, dan sop melinjo.

Pada musim tertentu, wisatawan juga dapat menemukan kuliner yang lebih khas, seperti entung dan belalang goreng.

Keberadaan makanan lokal tersebut menjadi bagian dari pengalaman untuk mengenal kekayaan kuliner masyarakat Gunungkidul.

Live-In, Cara Menikmati Karangasem Lebih Dekat

Wisatawan yang ingin mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat dapat mengikuti konsep live-in. Melalui kegiatan ini, pengunjung tinggal bersama warga lokal dan mengikuti aktivitas sehari-hari mereka.

Live-in memungkinkan wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Desa Karangasem. Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan wisatawan dengan berbagai potensi desa, mulai dari lingkungan, pertanian, budaya hingga aktivitas keseharian warga.

Wisata Karangasem yang Menghubungkan Alam dan Masyarakat

Desa Wisata Karangasem mengembangkan pariwisata dengan menjadikan bentang alam karst sebagai bagian penting dari pengalaman wisata. Konservasi lingkungan berjalan berdampingan dengan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan wisata.

Mulai dari menjelajahi Taman Kehati Eroniti, mengenal kerajinan ecoprint, menyaksikan kegiatan budaya, mempelajari pertanian, mencicipi kuliner lokal hingga mengikuti live-in, wisatawan memiliki berbagai pilihan untuk mengenal Karangasem dari sudut yang berbeda.

Konsep tersebut sekaligus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan destinasi. Pariwisata tidak hanya menjadi aktivitas kunjungan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sumber pendapatan warga sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian ekosistem karst di Gunungkidul.

Ketik kata kunci lalu Enter

close