TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Tiga SD di Bantul Laporkan Siswa Keracunan Usai Makan MBG, Dinkes Ambil Sampel

Tiga SD di Bantul Laporkan Siswa Keracunan Usai Makan MBG, Dinkes Ambil Sampel
Gambar dibuat Oleh AI


Jogjaterkini.id
- Kasus keracunan makanan yang dialami siswa SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul, diketahui meluas ke tiga sekolah dasar lainnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat adanya siswa dari SD Patalan Baru, SD Sawahan, dan SD Kembangsongo yang mengalami gejala serupa setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto, mengatakan total terdapat 10 siswa dari tiga sekolah tersebut yang mengalami gejala keracunan. Rinciannya, lima siswa berasal dari SD Patalan Baru, dua siswa dari SD Sawahan, dan tiga siswa dari SD Kembangsongo.

"Betul, untuk di SD Patalan Baru ada lima murid, SD Sawahan dua murid dan SD Kembangsongo ada tiga murid yang mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi itu (MBG)," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).

Keempat sekolah tersebut diketahui menerima makanan MBG dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Gejala keracunan mulai dirasakan siswa setelah mengonsumsi menu MBG pada Jumat (4/9).

Gejala Serupa, Siswa Dirawat di Rumah

Samsu menjelaskan, siswa dari tiga sekolah selain SDN 1 Sumberagung tidak sampai menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Mereka menjalani perawatan di rumah dan kondisinya telah membaik.

"Gejala mereka juga sama seperti yang di sana (SDN 1 Sumberagung), diare, pusing. Tapi tidak ada yang sampai rawat inap, wong tidak sampai faskes juga hanya rawat di rumah dan sudah membaik," ujarnya.

Dinkes Bantul kemudian melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk mengetahui keterkaitan kasus yang muncul di sejumlah sekolah tersebut. Dari penyelidikan itu, diketahui para siswa yang mengalami gejala keracunan sama-sama mengonsumsi MBG pada Jumat (4/9).

Namun, Dinkes Bantul belum dapat memastikan menu yang menjadi penyebab munculnya gejala tersebut.

"Menunya yang mana kami belum bisa memastikan. Tapi kami sudah ambil sampel makanannya dan dikirim untuk uji laboratorium hari Senin (7/9), hasilnya biasanya keluar sekitar dua pekan lagi," katanya.

Sampel makanan tersebut kini masih menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pengujian diharapkan dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait penyebab kasus yang terjadi di empat SD tersebut.

Satu Siswa SDN 1 Sumberagung Masih Dirawat

Sementara itu, kondisi di SDN 1 Sumberagung masih menjadi perhatian. Sekitar 50 siswa dan satu guru sebelumnya mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi MBG pada Jumat (4/9).

Hingga Selasa (8/9), tercatat 32 siswa masih absen dari kegiatan sekolah dan dua di antaranya menjalani rawat inap. Jumlah siswa yang tidak masuk kemudian berkurang pada Rabu (9/9).

Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi, mengatakan terdapat 11 siswa yang tidak masuk sekolah pada Rabu.

"Untuk yang tidak berangkat hari ini ada 11 murid," kata Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi kepada wartawan di Jetis, Bantul, Rabu (9/9).

Dari dua siswa yang sebelumnya menjalani rawat inap, satu siswa telah diperbolehkan pulang sehingga hingga Rabu masih terdapat satu siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Yang opname kan dua murid, tapi hari ini ada yang satu sudah keluar, sudah pulang. Jadi tinggal satu lagi (yang rawat inap)," ujarnya.

Dengan meluasnya laporan gejala keracunan ke tiga sekolah lain, Dinkes Bantul masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang telah dikirim pada Senin (7/9).

Ketik kata kunci lalu Enter

close