![]() |
| Sumber Gambar : Google Map |
Jogjaterkini.id - Jogja menjadi salah satu pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu liburan tanpa menyiapkan anggaran besar. Selain memiliki banyak destinasi populer, sejumlah tempat wisata di Jogja juga menawarkan tiket masuk gratis atau tarif yang relatif terjangkau.
Pilihan wisatanya pun cukup beragam. Pengunjung dapat menikmati suasana alam, melihat hamparan persawahan, mengunjungi kawasan bersejarah, hingga menikmati panorama dari atas bukit.
Bagi yang sedang mencari wisata Jogja murah dan cocok untuk mengisi akhir pekan, berikut sejumlah destinasi yang dapat dipertimbangkan.
1. Ledok Sambi
Ledok Sambi berada di lembah Dusun Sambi, Pakem, Sleman, di kawasan lereng Gunung Merapi. Destinasi ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam sambil bersantai di tepi sungai.
Salah satu daya tariknya adalah area piknik yang dapat dinikmati tanpa tiket masuk. Pengunjung cukup menyiapkan anggaran untuk makanan, minuman, atau aktivitas tambahan selama berada di lokasi.
Makanan dan minuman tersedia di warung maupun restoran sekitar. Pengunjung juga dapat menyewa tikar untuk bersantai di tepi sungai.
Selain piknik, tersedia sejumlah aktivitas seperti flying fox, naik perahu atau kano, serta area playground. Suasana alam yang sejuk membuat Ledok Sambi juga dapat menjadi pilihan untuk liburan bersama keluarga.
2. Pronosutan View
Pronosutan View berada di Dusun Pronosutan, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo. Tempat ini menawarkan pemandangan persawahan yang luas dengan latar Perbukitan Menoreh.
Salah satu bagian yang menjadi daya tarik adalah jalan beton yang membelah area persawahan. Lanskap tersebut membuat kawasan Pronosutan View banyak dipilih untuk menikmati suasana pedesaan sekaligus mengabadikan pemandangan.
Karena berada di kawasan jalan desa, pengunjung dapat menikmati pemandangan tanpa membayar tiket masuk. Biaya yang perlu disiapkan terutama untuk parkir kendaraan.
Beberapa spot foto yang dikelola masyarakat dapat mengenakan biaya tambahan. Pengunjung juga dapat bersepeda melewati jalan di tengah persawahan, baik dengan membawa sepeda sendiri, menyewanya, maupun mengikuti cycling village tour dari penyedia tur lokal.
3. Museum Kotagede
Bagi yang ingin menggabungkan wisata dengan aktivitas mengenal sejarah, Museum Kotagede atau Museum Kotagede: Intro Living Museum dapat menjadi pilihan.
Museum ini berada di kawasan Kotagede dan berfungsi sebagai pintu masuk untuk mengenal sejarah kawasan tersebut sebelum pengunjung mengeksplorasi permukiman serta gang-gang tua di sekitarnya.
Dikelola oleh Dinas Kebudayaan DIY, museum tersebut menempati bangunan cagar budaya peninggalan era 1930-an yang sebelumnya dimiliki keluarga Wong Kalang.
Bangunannya menarik karena memadukan tata ruang tradisional Jawa, seperti Joglo, dengan unsur arsitektur kolonial Eropa. Salah satunya terlihat dari penggunaan kaca patri Belgia.
Konsep living museum membuat pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga dapat mengenal sejarah Kotagede, kehidupan sosial masyarakat, tradisi sastra, hingga keterampilan membuat kerajinan perak.
Untuk pengunjung perorangan, tiket masuk museum gratis. Registrasi dapat dilakukan langsung di lokasi.
Jam buka Museum Kotagede:
- Selasa-Kamis: 08.00-16.00 WIB
- Jumat: 08.00-14.30 WIB
- Sabtu-Minggu: 08.30-20.00 WIB
- Senin dan hari libur nasional: tutup
4. Situs Warungboto
Situs Warungboto dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang mencari tempat bersejarah sekaligus lokasi foto dengan karakter arsitektur yang khas.
Nama resmi situs ini adalah Pesanggrahan Rejowinangun. Bangunan tersebut merupakan cagar budaya berupa reruntuhan istana air dan tempat peristirahatan keluarga Keraton Yogyakarta.
Kompleks ini dibangun pada abad ke-18, sekitar 1785 M, oleh Putra Mahkota yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono II.
Arsitektur bangunannya didominasi dinding tebal yang tersusun dari batu bata tanpa struktur kayu. Dahulu, kawasan ini memiliki fungsi yang berkaitan dengan pemandian, rekreasi, sekaligus pertahanan kerajaan.
Situs Warungboto juga pernah semakin dikenal setelah digunakan sebagai lokasi foto pre-wedding Kahiyang Ayu.
Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Namun, terdapat biaya parkir sekitar Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000-Rp10.000 untuk mobil.
Situs Warungboto buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB.
5. Nawang Jagad
Nawang Jagad berada di kawasan lereng Gunung Merapi, sekitar 6 kilometer dari puncak. Destinasi ini menawarkan area piknik terbuka dan camping ground yang dikelilingi hutan pinus.
Lokasinya berada di tepi hulu Sungai Boyong sehingga memiliki suasana pegunungan yang sejuk. Pengunjung dapat menikmati hamparan rumput, udara pegunungan, serta pemandangan alam di sekitar kawasan.
Nama Nawang Jagad memiliki makna filosofis "melihat dunia". Tempat ini dapat digunakan untuk bersantai maupun bermalam dengan konsep camping.
Untuk area piknik, tiket masuk sekitar Rp15.000 per orang. Harga tersebut sudah termasuk parkir dan welcome drink berupa kopi, teh, atau air mineral.
Sementara itu, tiket camping reguler sekitar Rp35.000 per orang untuk dewasa dan Rp20.000 untuk anak-anak.
6. Plunyon Kali Kuning
Plunyon Kali Kuning berada di Kedungsriti, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Destinasi ini menawarkan kombinasi lembah hijau, Jembatan Plunyon, hutan pinus, serta aliran air dari mata air pegunungan.
Kawasan tersebut sempat menjadi salah satu lokasi yang semakin dikenal setelah digunakan sebagai tempat syuting film KKN di Desa Penari.
Lingkungan Plunyon Kali Kuning juga mengalami perubahan setelah erupsi besar Gunung Merapi pada 2010. Kini, kawasan tersebut memiliki pepohonan yang rimbun dan lanskap hijau yang memberikan suasana sejuk.
Harga tiket masuk sekitar Rp10.000-Rp12.000 per orang pada weekday dan sekitar Rp17.000 pada weekend atau hari libur.
Plunyon Kali Kuning buka setiap hari pukul 07.00-15.00 WIB. Bagi pengunjung yang ingin menikmati udara lebih segar dan berkesempatan melihat Gunung Merapi dengan kondisi yang tidak terlalu berkabut, waktu pagi sekitar pukul 06.00-08.00 WIB dapat menjadi pilihan.
7. Pantai Pandansari
Liburan hemat di Jogja juga dapat diisi dengan mengunjungi Pantai Pandansari. Pantai ini berada di Wonoroto, Gadingsari, Sanden, Bantul.
Karakter pantainya berupa hamparan pasir hitam vulkanis yang luas dengan ombak besar khas pesisir selatan. Kawasan pantai juga dihiasi hutan cemara udang yang memberikan suasana teduh.
Daya tarik lain Pantai Pandansari adalah keberadaan mercusuar aktif dengan ketinggian sekitar 40 meter. Pengunjung dapat naik ke bagian atas untuk melihat lanskap pesisir dari ketinggian.
Tiket masuk kawasan sekitar Rp5.000 per orang. Tiket tersebut juga berlaku untuk sejumlah pantai di kawasan barat Bantul, termasuk Pantai Samas, Goa Cemara, dan Pantai Baru.
Jika ingin menaiki mercusuar, pengunjung perlu menyiapkan biaya tambahan sekitar Rp5.000-Rp10.000 per orang untuk biaya perawatan.
Kawasan pantai buka selama 24 jam, sedangkan layanan untuk naik mercusuar biasanya tersedia sekitar pukul 06.00-17.00 WIB.
8. Tebing Breksi
Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, merupakan pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam sekaligus melihat keunikan geologi.
Kawasan ini sebelumnya merupakan lokasi penambangan batu alam oleh masyarakat. Aktivitas penambangan dihentikan pada 2014 setelah diketahui bahwa batuan di kawasan tersebut merupakan endapan abu vulkanik purba yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Api Purba Nglanggeran jutaan tahun lalu.
Bekas tambang kemudian dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan karakter yang khas. Tebing batu kapur berukuran besar dihiasi berbagai pahatan karya seniman lokal, termasuk ukiran cerita pewayangan, naga, dan tokoh Arjuna.
Harga tiket wisatawan domestik sekitar Rp10.000 per orang pada weekday dan dapat menyesuaikan hingga sekitar Rp15.000 saat weekend. Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan sekitar Rp20.000-Rp30.000.
Biaya parkir sekitar Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Tebing Breksi buka setiap hari pukul 06.00-21.00 WIB. Waktu operasional tersebut memungkinkan pengunjung menikmati kawasan hingga malam hari.
9. Puncak Becici
Puncak Becici atau Puncak Pinus Becici berada di Dusun Gunungcilik, Desa Muntuk, Dlingo, Bantul. Destinasi ini terletak di kawasan hutan pinus lindung dengan luas sekitar 4,4 hektare.
Pepohonan pinus yang tinggi dan suasana sejuk menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke tempat ini. Dari area ketinggian, pengunjung juga dapat menikmati panorama kawasan Jogja dan sekitarnya.
Puncak Becici pernah mendapat perhatian setelah dikunjungi mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersama keluarganya pada 2017.
Dari area pandang, panorama Gunung Merapi dapat terlihat di sisi utara. Sementara itu, garis pantai selatan juga dapat dinikmati dari kawasan tersebut.
Harga tiket masuk sekitar Rp5.000-Rp7.000 per orang. Biaya parkir sekitar Rp2.000-Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Pengunjung yang ingin camping perlu menyiapkan tambahan biaya sekitar Rp15.000 per orang untuk lahan kemah.
Menjelang sore, gardu pandang kayu menjadi salah satu lokasi yang dapat digunakan untuk menikmati suasana matahari terbenam. Pada malam hari, pengunjung juga dapat melihat kerlap-kerlip lampu Kota Jogja dari ketinggian.
10. Curug Sidoharjo
Curug Sidoharjo menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi alam dengan suasana lebih tenang. Air terjun ini berada di Dusun Gonolangu, Desa Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, di kawasan Perbukitan Menoreh.
Dengan ketinggian sekitar 75 meter, Curug Sidoharjo termasuk salah satu air terjun tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lingkungan di sekitarnya masih didominasi hutan, tebing batu, dan persawahan. Untuk menuju lokasi air terjun, pengunjung harus berjalan sekitar 800 meter dari area parkir melalui jalan setapak, pematang sawah, dan kawasan hutan kecil.
Tiket masuk sekitar Rp5.000 per orang. Biaya parkir sekitar Rp2.000-Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Kawasan ini terbuka selama 24 jam, tetapi waktu kunjungan yang disarankan berada pada pukul 07.00-16.00 WIB. Pada pagi hari dengan kondisi cuaca cerah, cahaya matahari yang menembus air terjun dapat menghasilkan efek seperti pelangi.
Pengunjung yang bermain air tetap perlu memperhatikan jarak aman dari titik jatuh air.
Pilihan Wisata Jogja untuk Liburan Hemat
Sepuluh destinasi tersebut menunjukkan bahwa menikmati liburan di Jogja tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Ada tempat yang dapat dikunjungi secara gratis, seperti area piknik di Ledok Sambi, Pronosutan View, Museum Kotagede, dan Situs Warungboto.
Sementara itu, sejumlah destinasi alam lainnya menawarkan tiket mulai dari sekitar Rp5.000 hingga Rp15.000 per orang. Pilihannya pun dapat disesuaikan dengan jenis liburan yang diinginkan, mulai dari menikmati suasana persawahan, wisata sejarah, bermain di pantai, melihat panorama dari perbukitan, hingga menjelajahi air terjun.
Dengan menentukan tujuan dan memperhitungkan biaya tambahan seperti parkir, makanan, aktivitas, serta kebutuhan perjalanan, wisatawan tetap dapat menikmati akhir pekan di Jogja dengan anggaran yang lebih terjangkau.

