![]() |
| Gambar : dok. Pemprov Gunungkidul |
Jogjaterkini.id - Desa wisata menjadi salah satu pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan alam dan budaya di suatu daerah. Salah satunya adalah Desa Wisata Pucung Dewi Purbo di Gunungkidul, Yogyakarta, yang menawarkan perpaduan antara lanskap alam, tradisi masyarakat, hingga sejumlah daya tarik wisata buatan.
Keberadaan desa ini di kawasan Geopark Gunungsewu membuat potensi alamnya menjadi salah satu bagian penting dalam pengalaman wisata. Tidak hanya menawarkan pemandangan alam, Desa Pucung juga memiliki berbagai tradisi masyarakat yang masih menjadi bagian dari kehidupan desa.
Desa Wisata Pucung Dewi Purbo di Kawasan Geopark Gunungsewu
Desa Wisata Pucung Dewi Purbo berada di kawasan Geopark Gunungsewu. Salah satu karakter alam yang menarik dapat ditemukan di Dusun Wota-Wati.
Dusun tersebut berada di kawasan lembah sehingga memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan wilayah lainnya. Letaknya membuat matahari seolah terlambat bersinar pada pagi hari dan lebih cepat tenggelam pada sore hari.
Kawasan lembah Kampung Sungai Bengawan Solo Purba serta hutan rakyat yang masih asri turut menjadi bagian dari potensi alam yang dimiliki desa wisata ini.
Keberadaan bentang alam tersebut memberikan pilihan bagi wisatawan untuk menikmati suasana pedesaan sekaligus melihat karakter lanskap Gunungkidul yang menjadi bagian dari kawasan Geopark Gunungsewu.
Tradisi dan Budaya yang Masih Terjaga
Selain potensi alam, Desa Wisata Pucung Dewi Purbo juga memiliki kekayaan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri.
Sejumlah tradisi yang masih dikenal di desa ini antara lain Rasulan atau Bersih Desa, Gumbregan, dan Wiwitan Padi. Masyarakat juga memiliki sejumlah ritual seperti Ngirim Padi dan Ruwatan.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya desa sekaligus memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat dan hubungan mereka dengan lingkungan sekitar.
Kekayaan budaya ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda dari sekadar menikmati pemandangan alam.
Panggung Budaya hingga Atraksi Wisata Buatan
Potensi wisata Desa Pucung Dewi Purbo juga didukung berbagai atraksi buatan. Salah satunya adalah Panggung Budaya Terbuka yang digunakan untuk berbagai kegiatan.
Panggung tersebut dapat menjadi lokasi penyelenggaraan acara seperti Wilujengan Nagari dan Kirab Nyadran Ki Joko Suro.
Selain panggung budaya, terdapat pula sejumlah tempat dan kegiatan wisata lainnya, di antaranya Kebun Buah Wotawati, Pemancingan Telaga Pucung, serta Pentas Seni Ledek di Telaga Wotawari.
Keberadaan berbagai atraksi tersebut melengkapi potensi alam dan budaya yang telah dimiliki Desa Wisata Pucung Dewi Purbo.
Tebing Ngunggap dan Jejak Sejarah Junghuhn
Salah satu daya tarik lain yang dimiliki desa ini adalah Tebing Ngunggap. Kawasan tersebut memiliki catatan tersendiri dalam sejarah wilayah Gunungkidul.
Pada masa lalu, Tebing Ngunggap disebut sebagai salah satu kawasan penghasil burung walet terbesar di Gunungkidul. Keberadaan burung walet bahkan dikaitkan dengan simbol burung yang terdapat pada logo Kabupaten Gunungkidul.
Tebing tersebut juga memiliki kaitan dengan Junghuhn. Pada tahun 1984, seorang arkeolog ternama disebut pernah datang ke lokasi tersebut dan membuat lukisan.
Jejak lukisan tersebut hingga kini masih dapat ditemukan melalui laman pencarian Google, sehingga menambah sisi sejarah dari kawasan Tebing Ngunggap.
Pantai Srakung dengan Pasir Putih
Potensi wisata Desa Pucung Dewi Purbo tidak hanya berada di kawasan perdesaan dan lembah. Desa wisata ini juga memiliki Pantai Srakung yang masih asri.
Pantai tersebut menawarkan panorama pasir putih yang menjadi salah satu daya tarik alamnya. Kondisinya yang masih asri memberikan alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai di kawasan Gunungkidul.
Keberadaan Pantai Srakung semakin memperkaya pilihan destinasi yang dapat dikaitkan dengan kunjungan ke Desa Wisata Pucung Dewi Purbo.
Pantai Sadeng dan Aktivitas Nelayan
Selain Pantai Srakung, wisatawan juga dapat menjadikan Pantai Sadeng sebagai salah satu tujuan pendukung ketika berkunjung ke kawasan desa wisata ini.
Pantai Sadeng dikenal sebagai pelabuhan perikanan terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan tersebut menjadi tempat yang menarik untuk melihat aktivitas para nelayan.
Wisatawan juga dapat menikmati ikan segar yang dihadirkan oleh para pedagang di sekitar kawasan Pantai Sadeng.
Dengan keberadaan pelabuhan perikanan tersebut, kunjungan wisata dapat dilengkapi dengan pengalaman melihat aktivitas masyarakat pesisir sekaligus menikmati hasil perikanan setempat.
Desa Wisata dengan Daya Tarik yang Beragam
Desa Wisata Pucung Dewi Purbo memiliki potensi yang cukup beragam karena daya tariknya tidak bertumpu pada satu jenis wisata saja.
Bentang alam berupa lembah, hutan rakyat, dan kawasan pesisir berpadu dengan tradisi masyarakat serta berbagai atraksi buatan. Potensi tersebut membuat pengalaman wisata di desa ini dapat mencakup sisi alam, budaya, sejarah, hingga kehidupan masyarakat.
Mulai dari suasana lembah Wota-Wati, kawasan Sungai Bengawan Solo Purba, tradisi masyarakat, Tebing Ngunggap, hingga Pantai Srakung dan aktivitas perikanan di Pantai Sadeng menjadi bagian dari kekayaan yang dimiliki Desa Wisata Pucung Dewi Purbo.
Keberagaman tersebut menjadikan Desa Pucung sebagai salah satu desa wisata dengan potensi destinasi yang lengkap untuk dikembangkan dan dikenalkan kepada wisatawan.

