![]() |
| Sumber Gambar : Jawa Pos |
Jogjaterkini.id - Yogyakarta selama ini dikenal sebagai kota wisata dengan kekayaan budaya dan sejarah yang kuat. Namun di balik geliat pariwisata, kota ini juga menjadi tempat tumbuhnya tren gaya hidup modern, termasuk budaya ngopi di coffee roastery yang kian menjamur. Fenomena tersebut mencerminkan satu hal: masyarakat semakin selektif dalam memilih produk, baik itu kopi maupun gadget.
Hal yang sama kini terjadi di pasar smartphone. Menjelang peluncuran resmi, dua perangkat terbaru dari Samsung, yakni Samsung Galaxy A57 dan Samsung Galaxy A37, mulai menarik perhatian. Bocoran harga dan spesifikasinya sudah beredar luas, memunculkan pertanyaan: apakah keduanya masih masuk kategori “value for money”?
Bocoran Harga Galaxy A57 dan A37
Informasi yang beredar menunjukkan bahwa kedua perangkat ini sudah muncul di sejumlah toko online di Kenya. Dari listing tersebut, kisaran harga mulai terlihat.
Untuk Galaxy A37, tersedia beberapa varian memori:
- 6/128 GB
- 8/128 GB
- 8/256 GB
Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 4,8 juta hingga Rp 6,9 jutaan.
Sementara Galaxy A57 hadir dengan dua pilihan:
- 8/128 GB
- 8/256 GB
Harga yang bocor berada di rentang Rp 6,9 juta hingga Rp 7,9 jutaan.
Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, angka ini menunjukkan adanya sedikit kenaikan. Namun, kondisi pasar global—termasuk isu kenaikan harga komponen seperti memori—diduga menjadi salah satu faktor pendorong.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa harga tersebut belum tentu sama saat masuk ke Indonesia, karena dipengaruhi pajak, distribusi, serta strategi pasar dari Samsung.
Peningkatan Spesifikasi yang Cukup Signifikan
Tidak hanya soal harga, peningkatan spesifikasi menjadi daya tarik utama dari kedua ponsel ini.
1. Performa Lebih Kencang
Galaxy A37 dibekali chipset Exynos 1480, sementara Galaxy A57 menggunakan Exynos 1680 yang lebih baru. Perbedaan ini menempatkan A57 satu tingkat di atas dari sisi performa, terutama untuk multitasking dan gaming.
Keduanya tetap menawarkan RAM hingga 8 GB dan penyimpanan maksimal 256 GB, cukup untuk kebutuhan pengguna masa kini.
2. Layar Lebih Cerah dan Responsif
Kedua perangkat mengusung layar OLED 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120 Hz. Tingkat kecerahan mencapai 1.900 nits, membuatnya tetap nyaman digunakan di luar ruangan.
Namun, Galaxy A57 unggul karena sudah mendukung HDR10+, yang memberikan kualitas visual lebih tajam dan kontras.
3. Daya Tahan Baterai Andal
Baik Galaxy A57 maupun A37 dibekali baterai 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 45W. Sayangnya, fitur wireless charging masih belum tersedia di keduanya.
4. Material dan Ketahanan
Perbedaan cukup mencolok terlihat pada material:
- Galaxy A57 menggunakan rangka aluminium
- Galaxy A37 masih berbahan plastik
Meski begitu, keduanya sudah dilengkapi Gorilla Glass Victus+ serta sertifikasi IP67, yang berarti tahan air dan debu.
5. Dukungan Software Jangka Panjang
Keduanya langsung menjalankan Android 16 dengan One UI 8.5. Samsung bahkan menjanjikan hingga enam kali pembaruan sistem operasi, sebuah nilai tambah besar di kelas menengah.
Apakah Masih Layak Dibeli?
Jika melihat kombinasi harga dan fitur, Galaxy A57 dan A37 masih tergolong kompetitif di segmen mid-range. Kenaikan harga yang terjadi tampaknya sebanding dengan peningkatan yang diberikan, terutama dari sisi layar, performa, dan dukungan software jangka panjang.
Galaxy A37 cocok bagi pengguna yang mencari ponsel dengan fitur lengkap namun tetap terjangkau. Sementara Galaxy A57 lebih ideal bagi mereka yang menginginkan performa lebih tinggi dan build quality premium.
Di tengah persaingan smartphone yang semakin ketat, keputusan membeli kini tidak hanya soal harga, tetapi juga nilai jangka panjang. Sama seperti memilih tempat ngopi berkualitas di Yogyakarta, pengguna kini semakin cermat menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan.

