![]() |
| Sumber Gambar : Kompas |
Jogjaterkini.id - MG Hector Tomahawk resmi diperkenalkan di India sebagai SUV keluarga dengan konfigurasi hingga tiga baris kursi. Model terbaru Morris Garage tersebut menarik perhatian karena memiliki kemiripan sangat kuat dengan Wuling Eksion yang telah diperkenalkan lebih dahulu di Indonesia.
Menariknya, MG Hector Tomahawk bukan sepenuhnya model baru yang dikembangkan MG. SUV tersebut merupakan hasil rebadge dari Wuling Starlight 560 yang dipasarkan di China, sementara Eksion menjadi nama model tersebut untuk pasar Indonesia.
Kehadiran Hector Tomahawk juga memperlihatkan bagaimana satu basis kendaraan dapat dipasarkan dengan identitas berbeda sesuai strategi masing-masing merek dan wilayah.
Desain MG Hector Tomahawk Sangat Mirip Wuling Eksion
Secara keseluruhan, desain MG Hector Tomahawk memiliki banyak kemiripan dengan Wuling Eksion. Perbedaan paling mudah ditemukan berada di bagian depan, terutama pada desain gril dan bumper.
MG memberikan karakter berbeda pada varian plug-in hybrid atau PHEV. Bagian depan dibuat sewarna dengan bodi dan dilengkapi lubang udara pendingin berukuran lebih besar. Sejumlah aksen hitam serta pelindung bawah bergaya aluminium juga membuat tampilannya terlihat lebih berkarakter.
Sementara itu, Hector Tomahawk EV memiliki desain bagian depan yang lebih sederhana dan cenderung kotak. Dari sudut pandang tertentu, perbedaan antara model MG tersebut dengan Wuling Eksion terlihat cukup tipis.
Dari segi ukuran, MG Hector Tomahawk mempunyai panjang 4.745 mm dengan jarak sumbu roda mencapai 2.810 mm. Ground clearance SUV ini berada di angka 230 mm.
Dimensi tersebut mendukung konsepnya sebagai SUV keluarga dengan ruang kabin yang cukup lega dan pilihan konfigurasi hingga tiga baris tempat duduk.
Kabin Bisa Menampung Tiga Baris Penumpang
MG Hector Tomahawk menawarkan konfigurasi kabin lima penumpang maupun tiga baris. Ketika digunakan dalam konfigurasi lima penumpang, kapasitas bagasinya mencapai 610 liter.
Namun, kapasitas tersebut berkurang menjadi 192 liter ketika kursi baris ketiga digunakan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa ruang bagasi disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan kursi tambahan di bagian belakang.
Untuk mendukung kenyamanan penumpang, MG membekali Hector Tomahawk dengan sejumlah perangkat teknologi modern. Salah satunya adalah layar infotainment berukuran 15,6 inci yang menjadi pusat berbagai fungsi hiburan di dalam kabin.
Panel instrumen digital berukuran 8,8 inci turut tersedia. Sistem kendaraan juga dilengkapi kontrol gestur untuk layar sentuh, panoramic sunroof dua panel, serta ambient lighting dengan pilihan hingga 256 warna.
Sistem audio menggunakan 10 speaker. Salah satu fitur yang cukup unik adalah asisten berbasis kecerdasan buatan atau AI yang memiliki mode karaoke.
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengakses lebih dari 8.000 lagu dari berbagai genre. Kehadiran fitur karaoke menjadi salah satu pembeda menarik pada SUV tiga baris tersebut.
MG Hector Tomahawk EV Mampu Tempuh Lebih dari 500 Km
MG menyediakan Hector Tomahawk dalam dua pilihan teknologi elektrifikasi, yakni Battery Electric Vehicle atau BEV dan plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV.
Pada versi EV, tenaga berasal dari satu motor listrik yang ditempatkan di bagian depan. Motor tersebut menghasilkan tenaga sebesar 201 hp.
Motor listrik memperoleh pasokan energi dari baterai berkapasitas 69,2 kWh. Dengan konfigurasi tersebut, MG mengklaim Hector Tomahawk EV mampu menempuh jarak lebih dari 500 km dalam satu kali pengisian daya.
SUV listrik ini juga mendukung pengisian cepat DC dengan daya hingga 90 kW. Selain itu, tersedia teknologi Vehicle-to-Load (V2L) dan Vehicle-to-Home (V2H) yang memungkinkan energi dari baterai dimanfaatkan untuk kebutuhan di luar kendaraan maupun memasok daya ke rumah.
Varian PHEV Punya Jangkauan Lebih dari 1.100 Km
Selain versi listrik murni, MG Hector Tomahawk tersedia dalam varian PHEV. Model ini menggunakan mesin bensin naturally aspirated berkapasitas 1,5 liter yang dipadukan dengan motor listrik.
Sistem tersebut mendapatkan dukungan baterai berkapasitas 20,5 kWh. Kombinasi mesin pembakaran dan motor listrik membuat total jarak tempuh Hector Tomahawk PHEV diklaim dapat mencapai lebih dari 1.100 km.
Untuk penggunaan dengan tenaga listrik saja, varian PHEV mampu menempuh jarak hingga 115 km.
Dengan dua pilihan sistem penggerak tersebut, MG menawarkan pendekatan berbeda bagi konsumen. Versi EV ditujukan untuk penggunaan yang sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik, sedangkan PHEV memberikan fleksibilitas tambahan melalui kombinasi mesin bensin dan motor listrik.
Harga MG Hector Tomahawk di India
MG Hector Tomahawk dipasarkan dengan harga berbeda sesuai jenis penggeraknya. Untuk varian EV, harga di India berada pada kisaran 19,49 lakh rupee hingga 23,49 lakh rupee.
Jika dikonversikan ke rupiah berdasarkan informasi dalam sumber, harga tersebut setara sekitar Rp355 juta sampai Rp430 juta.
Sementara itu, MG Hector Tomahawk PHEV ditawarkan mulai 25,70 lakh rupee atau sekitar Rp477 juta.
Pengiriman MG Hector Tomahawk EV dijadwalkan mulai September. Adapun versi PHEV akan menyusul pada November.
Bukan Saudara MG Hector Konvensional
Penggunaan nama Hector pada model baru ini sekilas dapat menimbulkan anggapan bahwa MG Hector Tomahawk memiliki hubungan langsung dengan MG Hector bermesin konvensional.
Namun, keduanya tidak berbagi basis maupun komponen. MG hanya menggunakan nama Hector untuk SUV baru yang dipasarkan di India tersebut.
Sementara basis kendaraan Hector Tomahawk berasal dari Wuling Starlight 560 yang dikenal sebagai Eksion di pasar Indonesia.
Strategi Rebadge Jadi Daya Tarik
Kehadiran MG Hector Tomahawk menjadi menarik bukan hanya karena teknologi elektrifikasinya, tetapi juga karena strategi penggunaan satu basis kendaraan dengan identitas berbeda di sejumlah pasar.
Wuling Starlight 560 yang diperkenalkan di China pada akhir 2025 dan mulai masuk pasar tersebut pada awal 2026 kemudian hadir dengan nama Eksion di Indonesia. Di India, kendaraan yang sama mendapatkan identitas MG Hector Tomahawk.
Strategi tersebut memperlihatkan semakin fleksibelnya pendekatan merek otomotif dalam menghadirkan kendaraan untuk pasar global. Satu model dapat menggunakan nama, detail desain, maupun identitas merek berbeda tanpa harus sepenuhnya dikembangkan dari awal.
Bagi pasar otomotif, pola seperti ini juga membuat persaingan kendaraan listrik dan elektrifikasi semakin menarik, terutama ketika produsen mulai menawarkan SUV keluarga dengan pilihan EV maupun PHEV dalam satu lini model.

