TSMlBUA7TprpTUG5BSGlTfA7GA==

Pasar Ngasem Jogja, Tempat Menikmati Suasana Kota Lama dan UMKM Lokal

Pasar Ngasem Jogja, Tempat Menikmati Suasana Kota Lama dan UMKM Lokal
Sumber Gambar : Nagan Tour


Jogjaterkini.id - Pasar Ngasem Yogyakarta merupakan salah satu kawasan yang menarik untuk dikunjungi ketika ingin melihat sisi lain Kota Jogja di luar destinasi wisata populer. Berada di lingkungan kota lama dan dekat dengan Keraton Yogyakarta, kawasan ini mempertemukan sejarah, kehidupan masyarakat, aktivitas UMKM, serta suasana heritage dalam satu tempat.

Dahulu dikenal sebagai pasar burung, Pasar Ngasem kini telah mengalami perubahan fungsi setelah dilakukan penataan kawasan. Meski aktivitas perdagangan burung tidak lagi menjadi ciri utamanya, jejak sejarah tersebut tetap menjadi bagian penting dari identitas kawasan.

Bagi wisatawan yang sedang menjelajahi kawasan Taman Sari dan sekitarnya, Pasar Ngasem dapat menjadi tempat persinggahan sekaligus pintu masuk untuk mengenal kehidupan masyarakat di kawasan Keraton.

Sejarah Pasar Ngasem Yogyakarta

Keberadaan Pasar Ngasem tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Kasultanan Yogyakarta. Kawasan ini telah menjadi bagian dari lingkungan kota lama yang berkembang sejak berdirinya Kasultanan Yogyakarta pada abad ke-18.

Letaknya yang berada di sekitar kawasan Keraton membuat Pasar Ngasem sejak dahulu memiliki peran dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial warga di sekitar lingkungan Keraton.

Asal-Usul dan Hubungan dengan Keraton

Pada masa awal perkembangannya, Ngasem dikenal sebagai salah satu kawasan perdagangan hewan piaraan. Burung menjadi salah satu komoditas yang paling identik dengan pasar tersebut.

Perdagangan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari pedagang lokal hingga masyarakat yang memiliki hubungan dengan lingkungan Keraton. Aktivitas tersebut membuat kawasan Ngasem berkembang sebagai salah satu ruang ekonomi yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Posisinya dalam kawasan Sumbu Filosofi juga membuat Pasar Ngasem memiliki nilai historis yang lebih luas. Keberadaannya menjadi bagian dari perkembangan kawasan perkotaan Yogyakarta yang tumbuh di sekitar Keraton.

Masa Keemasan Pasar Burung Ngasem

Nama Pasar Ngasem pernah sangat lekat dengan perdagangan burung. Pada periode abad ke-19 hingga awal 2000-an, kawasan ini dikenal sebagai salah satu sentra perdagangan burung yang ramai.

Beragam burung kicau, hewan peliharaan, perlengkapan sangkar, hingga kebutuhan pakan dapat ditemukan di lorong-lorong pasar. Suasana tersebut menjadi karakter tersendiri yang membedakan Pasar Ngasem dengan pasar tradisional lainnya.

Suara burung, aktivitas pedagang, serta transaksi antara penjual dan pembeli menjadi bagian dari keseharian kawasan. Bagi masyarakat Yogyakarta, Pasar Ngasem kemudian tidak hanya dikenal sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai bagian dari memori kota.

Revitalisasi dan Transformasi Kawasan

Perubahan mulai terjadi ketika kawasan Pasar Ngasem mendapatkan penataan dan revitalisasi. Aktivitas perdagangan burung kemudian dipindahkan ke Pasar PASTY.

Setelah itu, area Pasar Ngasem dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih terbuka. Area plaza, tempat bagi pelaku UMKM, serta ruang untuk kegiatan masyarakat mulai menjadi bagian dari wajah baru kawasan.

Transformasi tersebut membuat Pasar Ngasem memiliki fungsi yang lebih beragam. Kawasan ini kemudian terhubung dengan jalur wisata heritage di sekitar Taman Sari, Patehan, hingga kawasan Keraton.

Daya Tarik Pasar Ngasem

Pasar Ngasem saat ini menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan masa ketika kawasan tersebut dikenal sebagai pasar burung.

Ruang publik yang lebih terbuka membuat kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk bersantai, menikmati kuliner, melihat aktivitas UMKM, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan wisata sejarah di Kota Yogyakarta.

Plaza Publik dengan Nuansa Kota Lama

Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah hadirnya plaza publik. Ruang terbuka tersebut dilengkapi area tempat duduk dan sejumlah ruang semi-terbuka yang dapat digunakan masyarakat.

Lingkungan sekitar masih memperlihatkan karakter kawasan kota lama Yogyakarta. Hal tersebut membuat Pasar Ngasem dapat menjadi lokasi untuk menikmati suasana perkotaan yang berbeda dari pusat keramaian Malioboro.

Wisatawan juga dapat menjadikannya sebagai tempat beristirahat setelah berjalan-jalan di kawasan Taman Sari yang berada tidak jauh dari lokasi.

Sentra UMKM dan Produk Lokal

Pasar Ngasem juga menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Berbagai produk lokal dapat dijumpai di kawasan ini, termasuk makanan tradisional, minuman, pakaian, aksesori, serta kerajinan.

Keberadaan UMKM memberikan warna tersendiri terhadap kawasan Pasar Ngasem. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati suasana, tetapi juga dapat menemukan produk yang merepresentasikan kreativitas masyarakat setempat.

Bagi wisatawan, aktivitas UMKM tersebut menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenal produk lokal Yogyakarta secara lebih dekat.

Ruang Aktivitas Komunitas

Fungsi Pasar Ngasem sebagai ruang publik membuat kawasan ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan perdagangan. Area terbuka yang tersedia juga dapat menjadi tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dan komunitas.

Kondisi tersebut membuat suasana Pasar Ngasem terasa lebih hidup, terutama ketika terdapat kegiatan yang melibatkan warga maupun pengunjung.

Titik Transit Wisata Heritage

Lokasi Pasar Ngasem menjadi salah satu keunggulan kawasan ini. Dari sini, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi wisata di sekitar kota lama Yogyakarta.

Pasar Ngasem dapat menjadi titik awal atau persinggahan ketika wisatawan mengikuti rute berjalan kaki menuju Taman Sari, Patehan, Pojok Benteng, maupun kawasan Alun-Alun Kidul.

Karena itu, mengunjungi Pasar Ngasem dapat digabungkan dengan perjalanan wisata heritage dalam satu rute sehingga wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih menyeluruh.

Informasi Kunjungan Pasar Ngasem

Pasar Ngasem buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Waktu kunjungan dapat disesuaikan dengan aktivitas yang ingin dilakukan.

Pagi hari menjadi pilihan bagi pengunjung yang menginginkan suasana lebih tenang. Sementara itu, kawasan biasanya mulai terasa lebih ramai pada sore hari. Akhir pekan juga cenderung memiliki aktivitas pengunjung yang lebih tinggi.

Dari kawasan Malioboro, perjalanan menuju Pasar Ngasem dapat ditempuh sekitar 8 hingga 12 menit menggunakan Trans Jogja menuju kawasan Taman Sari. Alternatif lainnya adalah menggunakan ojek atau taksi online maupun becak tradisional.

Wisatawan yang ingin berkunjung sebaiknya menggunakan alas kaki yang nyaman karena Pasar Ngasem dapat menjadi bagian dari rute berjalan kaki menuju berbagai destinasi heritage di sekitarnya.

Membawa uang tunai dalam pecahan kecil juga dapat membantu ketika melakukan transaksi di sejumlah usaha kecil. Pengunjung juga disarankan memperhatikan kondisi keramaian, khususnya ketika datang pada akhir pekan.

Destinasi Wisata di Sekitar Pasar Ngasem

Lokasi Pasar Ngasem cukup strategis untuk menjangkau sejumlah destinasi wisata di kawasan kota lama Yogyakarta. Beberapa tempat yang dapat dimasukkan dalam rute perjalanan antara lain Taman Sari, Kampung Wisata Patehan, Pojok Benteng, dan Alun-Alun Kidul.

Kedekatan dengan berbagai destinasi tersebut membuat Pasar Ngasem cocok dikunjungi sebagai bagian dari perjalanan wisata kawasan Keraton, bukan sekadar sebagai tujuan tunggal.

Akomodasi Terdekat

Wisatawan yang ingin mengeksplorasi kawasan heritage Yogyakarta selama beberapa hari dapat memilih akomodasi yang berada tidak jauh dari Pasar Ngasem.

Malyabhara Hotel menjadi salah satu pilihan akomodasi yang disebut berada beberapa menit dari Pasar Ngasem dan sejumlah destinasi kota lama di sekitarnya. Hotel ini menawarkan suasana yang tenang serta fasilitas untuk menunjang waktu istirahat setelah beraktivitas di kawasan wisata.

Lokasi akomodasi yang dekat dengan area heritage juga dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan yang ingin menyusun perjalanan menuju Taman Sari, kawasan Keraton, maupun destinasi lain di pusat Kota Yogyakarta.

Penutup

Pasar Ngasem Yogyakarta memperlihatkan bagaimana sebuah kawasan bersejarah dapat mengalami perubahan tanpa sepenuhnya kehilangan identitas masa lalunya. Dari tempat yang dahulu dikenal sebagai pasar burung, kawasan ini berkembang menjadi ruang publik yang mengakomodasi UMKM, aktivitas masyarakat, dan kebutuhan wisata.

Nilai menarik Pasar Ngasem bukan hanya terletak pada bentuk fisiknya, tetapi juga pada hubungan kawasan tersebut dengan sejarah Keraton dan kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Jogja dari perspektif berbeda, Pasar Ngasem dapat menjadi salah satu pilihan. Berjalan di kawasan ini memungkinkan pengunjung melihat perpaduan antara warisan kota lama, aktivitas ekonomi masyarakat, kreativitas UMKM, dan kehidupan sehari-hari warga yang masih berlangsung hingga kini.

Ketik kata kunci lalu Enter

close